/5 Kunci Keberhasilan dalam Semai

5 Kunci Keberhasilan dalam Semai

By |2018-08-03T16:35:39+00:00August 3rd, 2018|Artikel Hidroponik|0 Comments

Anda sering punya masalah dalam menyemai benih hidroponik?
Atau gagal dalam proses persemaian Hidroponik?

Ya itu memang masalah yang sering terjadi dalam kegiatan budidaya, sehingga banyak yang bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab kegagalan itu muncul dan bagaimana mengatasi hal seperti itu. Kali ini kami akan mengulas tentang 5 faktor penting yang wajib diperhatikan dalam proses persemaian.

Semai atau persemaian adalah kegiatan paling awal yang harus dilakukan dalam budidaya tanaman. Persemaian adalah proses menumbuhkan benih untuk berkecambah sehingga menjadi bibit untuk siap ditanam dalam proses tanam selanjutnya. Dalam hidroponik ada beberapa tahapan kegiatan yang dapat dilakukan untuk memulai persemaian. Yuk simak penjelasan berikut ini:

1. Kualitas dan Pemilihan Benih

Benih adalah bagian utama dalam persemaian dan pokok dalam budidaya karena sebagai penentu hasil. Tetapi, benih dapat menjadi faktor yang akan menimbulkan masalah dalam proses persemaian. Kenapa? karena masing-masing benih memiliki kualitas dalam berkecambah, sehingga perlu dilakukan uji daya perkecambahan benih.

Sebelum memilih benih yang akan digunakan untuk menyemai, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Benih yang dipilih untuk semai harus memiliki kualitas daya berkecambah yang baik dan tahan penyakit. Untuk mengetahui daya kualitas benih dapat dilakukan dengan metode sederhana.

Metode sederhana dapat dilakukan dengan merendam benih menggunakan air bersih dan tunggu sekitar 10 sampai 15 menit. Setelah itu, benih yang berada dalam kondisi tetap tenggelam dapat digunakan dan memiliki daya perkecemabahan yang lebih baik dibandingkan benih yang berada dalam kondisi terapung diatas.

Selain itu, jumlah benih yang disemai pada media semai juga menjadi hal yang wajib diperhatikan. Misalnya, untuk benih pakcoy, selada dapat menggunakan satu benih perlubang tanam atau benih kangkung, bayam dapat menggunakan lebih dari satu perlubang tanam.

2. Pemilihan Media Semai

Tempat tumbuh dan berkembangnya semaian merupakan sesuatu yang harus diperhatikan dengan serius. Media semai merupakan media yang digunakan untuk benih tumbuh dan berkembang, termasuk juga pada persemaian. Pemilihan media semai menjadi salah satu faktor untuk mendukung dalam keberhasilan persemaian.

Media untuk persemaian khususnya hidroponik harus dalam keadaan bersih, steril dan mampu menyimpan air dengan baik. Kondisi bersih dan steril ini wajib agar tidak menghambat proses benih dalam berkecambah.

Misalnya pada media semai cocopeat, sebelum penggunaan cocopeat harus dilakukan sterilisasi dengan cara dicuci atau direndam air bersih dan dijemur dibawah sinar matahari. Fungsinya untuk menghilangkan zat tanin yang dapat menghambat proses pertumbuhan. Selain bersih dan steril, media harus mampu menyerap, menyimpan dan mengikat air dengan baik. Hal ini karena air menjadi hal penting dalam persemaian dan untuk menjaga kelemababan kondisi semaian.

3. Kebutuhan Air

Air merupakan faktor penting dalam persemaian karena untuk menjaga kelembaban dan mendukung proses perkecambahan benih. Kegagalan dalam persemaian terjadi karena saat proses perkecambahan air yang diberikan kurang sesuai dengan kebutuhan.

Jumlah air yang terlalu sedikit membuat benih kering dan tidak dapat berkecambah dengan baik dan jika jumlah air terlalu banyak dapat menjadikan benih menjadi busuk dan tidak dapat berkecambah.

Jadi, untuk menghindari kegagalan saat persemaian air dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan atau dapat dikira-kira dengan media semai yang tetap dalam kondisi lembab. Selain itu, air juga dapat diberikan pada pagi atau sore hari dengan cara dispray pada bagian daun,

4. Kebutuhan Cahaya

Banyak sekali pertanyaan tentang kegagalan dalam persemian karena masih bingung persemaian seharusnya ditempatkan pada tempat gelap atau tempat yang penuh cahaya. Selain itu, tak sedikit pula yang berbagi pengalaman tentang kegagalan persemaian karena ditempatkan pada kondisi gelap.

Cahaya merupakan faktor terpenting dalam fotosintesis untuk tumbuh dan berkembang tanaman, begitupun untuk proses persemaian. Fotosintesis, proses dimana tanaman memasak makanan yang membutuhkan cahaya, air dan CO2.

Semaian harus mendapatkan cahaya yang cukup untuk proses perkecambahan benih. Efek negatif yang didapatkan jika semaian kurang cahaya adalah benih sulit berkecambah, lambat berkecambah dan dapat terjadi etiolasi. Ciri dari terjadinya etiolasi adalah dengan memanjangnya batang namun tidak diikuti dengan pertumbuhan daun.

Untuk menghindari kegagalan seperti ini, alangkah baiknya kita memastikan bahwa cahaya untuk persemaian cukup. Saat persemaian hindari semaian berada pada tempat yang gelap atau kondisi gelap.

5. Kebersihan

Kebersihan tempat persemaian adalah sesuatu yang wajib dilakukan untuk mendapatkan hasil semaian yang baik. Menjaga kebersihan berfungsi untuk menekan dan menghindari adanya jamur, bakteri dan virus yang dapat menghambat proses perkecambahan.

Hal wajib yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan adalah dengan menggunakan wadah untuk semaian dan peralatan menyemai dalam kondisi bersih. Misalnya, setelah menggunakan nampan atau tray semai segera dicuci dan dibersihkan agar saat digunakan kembali dalam kondisi bersih.

Demikian info tentang 5 faktor yang harus diperhatikan untuk menghindari kegagalan dalam persemaian. Selamat mempraktikkan dan semoga semaian anda selanjutnya berhasil.

About the Author:

Bayu WN
Hallo, saya Bayu Widhi Nugroho, saya adalah Praktisi Hidroponik untuk Skala Rumahan. Harapan saya dengan adanya website ini, orang bisa belajar hidroponik dan langsung praktek sendiri di rumah serta bisa menularkan ilmunya kepada teman, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.