/5 Langkah Menarik Menanam Tomat Hidroponik

5 Langkah Menarik Menanam Tomat Hidroponik

By |2018-10-24T09:29:48+00:00October 23rd, 2018|Artikel Hidroponik|0 Comments

 

Tomat merupakan sayuran buah yang dapat dibudidayakan secara hidroponik. Tomat memiliki umur panen 3 sampai 3,5 bulan.

Tomat memiliki beberapa jenis seperti tomat buah merah, tomat chery, tomat rowako, tomat redpear, tomat roma dan tomat indigo. Tomat memiliki rasa manis dengan sedikit rasa masam.

(Foto tomat rowako)

Tomat sering kali disajikan dalam bentuk olahan makanan dan minuman dan tak jarang digunakan sebagai garnis. Dalam bentuk minuman tomat diolah menjadi juice dan dalam bentuk makanan menjadi menu dalam salad dan pelengkap dalam sayur.

Kandungan vitamin A dan C yang tinggi pada tomat menjadikan buah ini banyak diminati sehingga dapat meningkatkan permintaan. Harga buah tomat ini juga bervariasi ada yang murah hingga mahal tergantung jenis tomat yang dibudidayakan.

Tanaman tomat adalah jenis tanaman yang memiliki dua fase yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Kedua fase ini dapat dijadikan patokan dalam memberikan nutrisi dan pemeliharaan.

Tomat memiliki warna merah, hijau dan ungu. Budidaya tomat hidroponik dapat menggunakan sistem DFT, dutch bucket dan drip system.

Kali ini kami akan menjelaskan tentang budidaya tomat hidroponik menggunakan sistem DFT.

1. Siapkan benih tomat yang akan disemai yang memiliki kualitas yang baik, unggul, daya tumbuh tinggi dan bebas dari penyakit. Siapkan media rockwool sebagai media semai benih tomat.

Benih dapat direndam menggunakan air biasa 15 sampai 20 menit untuk melihat daya berkecambah benih. Benih yang berada terendam dapat ditanam dan benih yang terapung berarti tidak dapat digunakan.

Benih disemai menggunakan rockwool dengan 1 benih per lubang tanam.  Siram menggunakan air bersih pada semaian dengan merata tidak kurang air dan tidak lebih air.

Benih yang telah disemai ditutup menggunakan plastik hitam atau ditempatkan ditempat gelap 2 x 24 jam. Setelah 2 hari benih diletakkan dibawah sinar matahari atau cahaya yang berfungsi untuk menambah tingkat perkecambahan benih.

Semaian yang diletakkan ditempat yang kurang cahaya akan menyebabkan semaian menjadi etiolasi. Etiolasi dapat mengganggu proses pertumbuhan dan dampak terburuknyan tanaman mengalami stres.

Siram dengan air bersih setiap hari untuk menjaga kelembaban semaian. Jaga kelembaban semaian agar tidak terjadi kekeringan maupun busuk karena air berlebih.

2. Pindah tanam dilakukan ketika bibit sudah berumur 3 – 4 minggu atau sudah memiliki daun sejati. Daun sejati adalah daun yang ketiga dari tanaman.

(Foto bibit tomat yang sudah siap tanam)

Pindah tanam dilakukan pagi atau sore hari saat kondisi redup dan sejuk. Bibit dipindah tanam menggunakan sistem DFT.

Bibit dipindah tanam pada instalasi dengan menambahkan media pecahan genteng rumah. Media pecahan genteng rumah bertujuan agar tanaman lebih kuat dan tanaman tomat memiliki jenis akar tunggang.

(Pecahan genteng sebagai media tanam tomat)

Saat pindah tanam tidak hanya menyiapkan instalasi saja tetapi juga mulainya tanaman diaplikasikan nutrisi. nutrisi diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

 

3. Nutrisi

Nutrisi adalah pupuk yang menjadi kebutuhan pokok dalam berhidroponik. Nutrisi mengandung unsur hara yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Nutrisi yang digunakan untuk tanaman tomat adalah nutrisi AB Mix khusus tomat. Nutrisi diberikan mulai tanaman awal pindah tanam hingga panen.

(Nutrisi AB Mix khusus tomat)

Nutrisi awal pindah tanam yang aplikasikan pada tanaman toamt 1000 ppm – 1400 ppm. Selanjutnya nutrisi ditambahkan sesuai dengan kondisi tanaman hingga 3600 ppm.

Cek kondisi nutrisi setiap hari pagi atau sore hari untuk mengetahui kesesuaian dengan kebutuhan tanaman.

4. Pemeliharaan

Pemeliharaan dan perawatan tanaman tomat dapat dilakukan pada setiap fase tanaman. Saat fase awal pindah tanam tanaman tomat dapat diaplikasikan tali ajir untuk penyangga tanaman agar tidak roboh dan tetap tegak ke atas.

(Foto tanaman tomat yang menggunakan tali ajir)

Setelah tanaman tomat berumur 2 – 2,5 bulan dapat dilakukan pemangkasan cabang. Pemangkasan cabang dapat dilakukan dengan memotong batang dan daun yang sudah tidak produktif. Atau dapat melakukan pemotongan pada batang dan daun yang tidak muncul buah.

(Foto tanaman tomat yang telah dilakukan pemangkasan pada batang dan daun yang sudah tidak produktif lagi)

Pemangkasan ini berfungsi agar nutrisi dapat terfokuskan pada buah saja. Sehingga dapat menghasilkan buah dengan bentuk dan rasa yang sempurna.

Hama yang biasa menyerang tanaman tomat adalah lalat buah, kutu kebul, ulat tanah dan thrips. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman tomat adalah layu fusarium, layu bakteri, bercak daun, busuk buah dan mozaik.

Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan melihat skala penyerangan. Skala penyerangan dapat dijadikan langkah pengendalian yang akan dilakukan.

Untuk penyerangan skala kecil dapat diambil dan dijauhkan dari tanaman yang masih sehat atau yang tidak terserang hama dan penyakit. Sedangkan untuk skala menengah untuk hama bisa menggunakan musuh alami, memutus siklus hidup dan untuk penyakit dapat memutus siklus penyebaran penyakit seperti jamur, bakteri dan virus.

Penyerangan yang skala besar dapat menggunakan pestisida organik atau nabati. Pestisida nabati terbuat dari ekstrak tanaman.

Jika masih belum terkendali barulah menggunakan pestisida anorganik atau sintesis. Penggunaan pestisida anorganik merupakan pilihan alternatif terakhir dan harus menggunakan tepat dosis, waktu dan jenis.

Yang dimaksud dengan tepat jenis adalah ketika yang menyerang layu fusarium maka menggunakan fungisida. Hal ini karena layu fusarium merupakan penyakit yang disebabkan dari virus.

5. Panen

Tanaman tomat dapat dilakukan pemanenan sekitar 3 – 3,5 bulan setelah pindah tanam. Ciri tanaman tomat yang siap panen memiliki warna merah atau untuk warna sesuai dengan kebutuhan.

(Hasil panen tomat dengan warna merah)

Banyak juga petani tomat yang memanen tomat saat masih berwarna hijau. Hal ini karena disesuaikan dengan kebutuhan jenis tomat yang akan dipanen.

Tomat dapat dipanen dengan cara dipetik secara manual atau menggunakan gunting kebun untuk menghasilkan petikan yang rapi. Pemanenan sebaiknya dilakukan sore hari agar kondisi buah tetap segar.

 

Demikianlah penjelasan tentang menanam tomat dengan menggunakan sistem hidroponik DFT. Semoga artikel ini bermanfaat dan jika anda memerlukan peralatan dan perlengkapan

seputar hidroponik silahkan SMS/WA ke 085838335000. Untuk konsultasi seputar hidroponik silahkan SMS/WA ke 081274874448.

About the Author:

Bayu WN
Hallo, saya Bayu Widhi Nugroho, saya adalah Praktisi Hidroponik untuk Skala Rumahan. Harapan saya dengan adanya website ini, orang bisa belajar hidroponik dan langsung praktek sendiri di rumah serta bisa menularkan ilmunya kepada teman, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.