/7 Macam Sayuran yang Paling Mudah Ditanam Menggunakan Metode Hidroponik

7 Macam Sayuran yang Paling Mudah Ditanam Menggunakan Metode Hidroponik

By |2018-08-02T08:12:09+00:00August 1st, 2018|Artikel Hidroponik|0 Comments

Anda suka dengan tanaman dan akan memulai berhidroponik?

Bingung memilih sayuran daun apa yang cocok untuk hidroponik pemula?

Tenang! Kami akan membagikan informasi yang bisa dijadikan rekomendasi sebagai 7 sayuran daun yang cocok untuk hidroponik pemula. Yuk simak info 7 sayuran daun yang cocok untuk hidroponik pemula.

1.KANGKUNG

Apakah anda salah satu orang yang menginginkan warna hijau segar dikebun hidroponik anda? Yuk simak pilih sayuran daun yang satu ini. Kangkung (Ipomoea aquatica) merupakan tanaman yang tergolong sayuran daun yang banyak dibudidayakan. Kangkung memiliki warna hijau segar sehingga banyak dipilih oleh masyarakat dan cocok dibudidayakan sebagai tanaman hidroponik karena memiliki kelebihan.

Kangkung memiliki umur panen yang pendek sekitar 15 sampai 25 hari setelah semai dan dapat dipanen hingga 3 kali panen. Kangkung mudah untuk dibudidayakan dari persemaian, pembibitan, pemberian nutrisi, pemeliharaan hingga panen. Persemaian kangkung dapat dilakukan dengan disebar sehingga sangatlah mudah dan gampang.

Pengolahan pasca panen kangkung dapat diolah dalam bentuk rebusan, tumis ataupun masakan lainnya.  Kangkung memiliki rasa yang renyah, segar dan berwarna hijau segar. Warna hijau segar membuat kebun lebih segar dan dapat menambah semangat saat berada dikebun.

Manfaat kangkung dari segi kesehatan antara lain mencegah anemia, meningkatkan kualitas otak, menjaga kesehatan jantung, mengurangi kolestrol dan menjaga sistem imun.

2. BAYAM 

Bayam? anda pernah mendengar tentang sayuran bayam? sayuran daun yang identik dengan tokoh kartun terkenal Popeye, dimana setelah mengkonsumsi bayam Popeye akan memiliki kemampuan yang luar biasa.

Bayam (Amarathus spp.) menjadi menarik dan direkomendasikan menjadi sayuran daun untuk berhidroponik. Berikut beberapa alasan kenapa harus bayam yang dapat ditanam dengan sistem hidroponik terutama untuk pemula hidroponik.

a. Bayam sama seperti kangkung, memiliki umur semai hingga panen yang pendek sekitar 15 sampai 25 hari setelah semai serta dapat dipanen rompes hingga 3 kali panen.

b. Bayam sangat mudah sekali untuk dibudidayakan dari persemaian, pembibitan, pemberian nutrisi, pemeliharaan hingga panen. Saat persemaian bayam dapat dilakukan disebar, cukup mudahkan.

c. Bayam memiliki warna yang sangat menarik seperti hijau, merah dan belang. Daya tarik warna ini dapat menjadi pilihan untuk menanam bayam.

d. Bayam memiliki rasa yang enak, nikmat, mudah pengolahan dan mengandung gizi yang cukup tinggi sehingga sering menjadi pilihan dalam budidaya.

e. Bayam bermanfaat melawan sel kanker, mencegah diabetes, mencegah anemia, menjaga kesehatan mata, meningkatkan kekebalan tubuh dan cocok dikonsumsi sebagai makanan diet.

Bagaimana? apakah anda sudah berminat menanam bayam?

3. SAWI CHAISIM 

Sawi chaisim (Brassica juncea) merupakan sayuran yang sering dipilih sebagai pelengkap dalam memasak, karena menambah cita rasa dan penampilan yang lebih menarik. Biasanya sayuran hijau yang satu ini dimasak menjadi tumis dan pelengkap dalam bakso dan mie.

Selain untuk bahan olahan masakan sayuran sawi juga bermanfaat untuk mencegah sel kanker, menyehatkan tulang, sebagai antioksidan dan cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes. Sawi chaisim mengandung vitamin A, B, C, E, K, karbohidrat, protein dan lemak baik.

Sawi chaisim memiliki warna hijau segar, rasa nikmat dan batang yang kuat. Budidaya sawi chaisim cukup mudah karena dapat ditanam di dataran tinggi hingga rendah.

Direkomendasikan menjadi tanaman sayuran yang dapat ditanam dalam hidroponik untuk pemula karena selain sistem budidaya yang mudah, umur panen juga cepat. Umur panen secara hidroponik sekitar 25 sampai 35 hari setelah semai. Perawatan dan pemeliharaannya juga cukup mudah dan cocok digunakan untuk pemula hidroponik.

4. PAKCOY 

Pakcoy (Brassica rapa) kelompok tanaman sawi-sawian yang memiliki bentuk lucu. Bentuk yang pendek pada tangkai daunnya dan agak membulat sehingga sering disebut dengan istilah sawi sendok. Pakcoy memiliki rasa sedikit pahit dibandingkan dengan sawi chaisim dan bentuk yang berbeda.

Pakcoy memiliki bebeapa jenis warna seperti warna hijau, putih dan merah dengan bentuk yang pendek membulat mampu menjadi alasan untuk ada di kebun hidroponik anda. Umur panen pakcoy hidroponik yang pendek sekitar 25 sampai 35 hari setelah semai menjadi semangat untuk membudidayakannya. Perawatan dan pemeliharan pakcoy hidroponik sangat mudah, sama seperti sawi chaisim.

Pengolahan pasca panen juga terbilang mudah, karena dapat diolah menjadi masakan tumis, pelengkap bakso, mie dan dapat dikonsumsi dengan direbus saja. Mengkonsumsi pakcoy dapat mencegah sel kanker, menurunkan kolestrol darah, melancarkan sistem pencernaan, sumber antioksidan, menambah kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan jantung. Jadi sudah siapkah anda menanam pakcoy?

5. SELADA 

(Lactuca sativa L.) atau selada, salah satu sayuran daun yang sudah tidak asing lagi. Selada dapat dikonsumsi secara mentah dan segar atau dapat diolah menjadi menu masakan lain. Mengkonsumsi selada dapat sebagai obat bagi penderita diabetes, menyeimbangkan gula darah, menambah darah, mencegah sariawan, mengatasi insomnia, menjaga daya tahan tubuh  dan dapat dijadikan sebagai menu diet.

Sayuran daun yang satu ini direkomendasikan sebagai sayuran yang ditanam secara hidroponik terutama untuk pemula. Ada beberapa jenis selada yang cocok untuk dibudidayakan antara lain selada hijau, selada keriting, selada merah dan selada romain.

Selada dapat ditanam di dataran tinggi hingga dataran rendah dan memiliki umur panen yang lebih cepat dengan menggunakan hidroponik. Umur panen selada hidroponik 30-35 hari setelah semai dan perawatan serta pemeliharaannya juga lebih mudah.

Menggunakan sistem hidroponik dapat menambahkan ketertarikan karena selada yang dipanen akan lebih bersih dan sehat. Selain itu, hasil panen seladaakan lebih seragam. Jadi, kapan anda akan menjadikan selada menjadi salah satu sayuran daun yang menghiasi kebun anda?

6. BASIL 

Anda suka dengan aroma yang segar dan nikmat? ya pilihan sayuran daun selanjutnya daun basil. Basil adalah jenis sayuran daun yang memiliki aroma yang sedap sehingga dapat menjadi rekomendasi untuk anda berhidroponik.

Selain itu, ada beberapa alasan basil dapat dijadikan sayuran daun yang dapat ditanam secara hidroponik antara lain:

  1. Basil memiliki warna hijau segar sehingga mampu menambah kebun menjadi lebih menarik.
  2. Basil memiliki aroma yang khas yang hampir sama dengan tanaman kemangi, aroma daun basil segar dan harum.
  3. Menggunakan sistem hidroponik basil memiliki umur panen yang lebih cepat dibandingkan dengan menanam secara konvensional. Umur panen basil hidroponik sekitar 6 hingga 8 minggu dan cara perawatan dan pemeliharaannya cukup mudah.
  4. Basil dapat diolah dengan cara yang dibuat garnis atau masakan lainnya karena didalam sayuran basil mengandung vitamin A, B,C, D, K asam Folat dan minyak astiri.
  5. Daun basil dapat dijadikan sebagai sayuran obat juga karena dapat sebagai anti bakteri, menjaga kesehatan jantung dan menjaga daya tahan tubuh.

Itulah beberapa alasan basil dapat dijadikan sebagai sayuran daun yang ditanamdikebun hidroponik terutama pemula. Jadi, sudah siapkan ada mengisi kebun anda dengan aroma khas dari basil?

7. SELEDRI 

Setelah mengulas tentang beberapa sayuran daun yang dapat dijadikan sayuran yang dapat diolah menjadi masakan utama. Kini kita akan mengulas tanaman yang dapat ditanam dikebun hidroponik anda, tapi yang akan dimanfaatkan sebagai penyedap, pelengkap dan bumbu dalam masakan. Ya seledri atau (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun yang banyak digunakan dan dikonsumsi oleh masyarakat, seperti untuk pelengkap dalam sup.

Seledri yang ditanam dengan sistem hidroponik memiliki umur panen 6 sampai 8 minggu setelah semai yang tentunya lebih cepat dibandingkan dengan sistem konvensional. Pemeliharaan seledri hidroponik lebih mudah, gampang dan dapat panen secara rompes hingga 3 sampai 4 kali.

Selain untuk memasak, seledri juga dimanfaatkan sebagai obat untuk penderita rambut rontok. Jadi, seledri dapat menjadi tanaman yang menjadi olahan masakan dan sekaligus menjadi obat herbal dan murah.

 

About the Author:

Bayu WN
Hallo, saya Bayu Widhi Nugroho, saya adalah Praktisi Hidroponik untuk Skala Rumahan. Harapan saya dengan adanya website ini, orang bisa belajar hidroponik dan langsung praktek sendiri di rumah serta bisa menularkan ilmunya kepada teman, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.