/Inilah Masalah yang Sering Dihadapi Ketika Menyemai

Inilah Masalah yang Sering Dihadapi Ketika Menyemai

By |2019-02-06T16:40:44+07:00November 29th, 2018|Artikel Hidroponik|7 Comments

Apakah anda sering pernah mengalami masalah dalam persemaian ? Atau bahkan anda pernah gagal dalam persemaian?

Tahukah anda ada beberapa macam masalah persemaian dalam hidroponik yang wajib diketahui terutama bagi pemula hidroponik.

Persemaian adalah proses awal dalam melakukan penanaman sebuah tananam. Persemaian adalah proses menumbuhkan benih atau biji menjadi bibit yang akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya (peremajaan dan pembesaran).

Proses persemaian memiliki beberapa tahan dan kebutuhan. Jika tahapan dan kebutuhan akan semaian tidak diberikan dengan sesuai maka semaian akan mengalami masalah.

Masalah yang sering terjadi pada semaian adalah etiolasi, busuk, berjamur, layu dan pertumbuhan lambat. Untuk lebih jelaskan, akan kami jelaskan satu persatu masalah dalam persemaian.

Sebelum Anda melanjutkan, ada baiknya menonton video di bawah ini terlebih dahulu:

Etiolasi

Etiolasi adalah kondisi semaian atau bibit tanaman tumbuh memanjang atau menjalar dengan kondisi batang tidak kokoh, daun kecil dan pucat. Etiolasi pada tanaman disebabkan karena semaian kekurangan cahaya.

Etiolasi 

Batang tumbuh memanjang serta menjalar karena mencari cahaya atau sinar matahari untuk pertumbuhan. Kurangnya cahaya matahari menyebabkan hasil semaian yang menjadi bibit akan tampak pucat dan tidak kokoh.

Gejala etiolasi yang tidak segera ditindak lanjuti akan menyebabkan bibit tidak bisa dilanjutkan ketahap selanjutnya (peremajaan dan pembesaran). Bibit yang sudah terkena etiolasi jika dilanjutkan hasilnya juga tidak akan maksimal.

Semaian sudah mulai terlihat gejala etiolasi 

Etiolasi sering kali dirasakan dan dialami oleh pemula hidroponik karena kurangnya info yang tepat saat menyemai. Biasanya pemula hidroponik melakukan semai pada semua tanaman dengan awal semai selalu ditutup dengan plastik hitam atau diletakkan pada tempat yang gelap.

Padahal dalam teknik semai, semaian wajib terkena sinar matahari secara langsung. Memang ada juga beberapa tanaman yang harus diletakkan ditempat gelap yang berfungsi sebagai proses pemecahan benih.

Sayuran daun seperti selada, kangkung, sawi, bayam, pakchoy, pagoda saat proses semai seharusnya langsung diletakkan dibawah sinar matahari. Sedangkan, untuk tanaman buah dan bunga seperti tomat, cabai, terung, pare dan bunga kol saat proses awal semai bisa diletakkan ditempat gelap 2 x 24 jam yang berfungsi agar proses pemecahan benih dalam berkecambah lebih cepat.

semaian yang mendapatkan kebutuhan cahaya atau sinar matahari penuh

Selain menghambat proses pertumbuhan, etiolasi juga menciptakan turunnya semangat petani hidroponik terutama pemula hidroponik. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa cahaya atau sinar matahari merupakan bagian penting dalam proses semai.

Busuk dan Berjamur

Busuk pada semaian adalah masalah selanjutnya dalam persemaian. Busuk pada semain biasanya ditandai pada akar bibit yang tidak dapat menyerap dengan sempurna sehingga mempengaruhi dalam proses pertumbuhan.

Busuk disebabkan oleh kondisi semaian yang diberikan air secara berlebih atau tidak sesuai dengan kebutuhan.

Air merupakan faktor penting dalam pertumbuhan terutama pada proses semai. Akan tetapi jika air diberikan dalam jumlah yang terlalu berlebih akan menyebabkan bibit menjadi busuk.

Busuk dikarenakan akar tanaman terlalu jenuh dengan jumlah air yang terlalu melimpah. Sedangkan kondisi media tanam sudah tidak mampu menyerap dan mengikat air.

kondisi semaian yang terlalu banyak air 

Busuk juga disebabkan oleh penangkapan persepsi yang kurang tepat seperti semaian disiram setiap hari. Memang tidak salah, bahwa semaian disiram setiap hari namun dalam konidisi cukup (cukup akan kelembabannya).

Lalu untuk menjaga kelembabannya cukuplah mudah dengan cara selalu cek semaian, misalkan semaian menggunakan media semaian rockwool. Setiap hari kita berikan air sesuai dengan daya serap rockwool, seperti media semai rockwool basah tetapi tidak ada air menggenang disekitar rockwool.

Kondisi busuk pada semaian ini harus selalu diantisipasi karena dapat menyebabkan tidak dapatnya semaian dilanjutkan ke proses selanjutnya, bahkan dapat mengakibatkan kegagalan semai. Busuk pada semaian juga berdampak pada kondisi kelembaban yang sangat tinggi, yang menyebabkan resiko infeksi jamur, bakteri dan virus sangat cepat berkembang.

Penyebab semaian berjamur adalah kondisi air yang berlebih atau kelembaban yang terlalu tinggi. Selain itu, semaian berjamur juga dapat dikarenakan vektor pembawa seperti media semai yang kurang steril dan banyak lagi vektor yang membawa.

Layu

Layu adalah kondisi yang tidak normal yang paling sering ditunjukkan oleh tanaman terutama semaian. Kondisi layu dapat ditunjukkan oleh perubahan tanaman terutama daun yang nampak lemas atau tidak segar.

Penyebab dari layu adalah kondisi semaian yang kekeringan atau kekurangan air dalam semaian. Selain itu, layu juga disebabkan oleh kondisi ruangan atau tempat semai yang terlalu panas atau memiliki suhu terlalu tinggi.

Semaian kangkung layu karena kekurangan air 

Layu pada semaian juga dapat dikarenakan adanya bakteri, jamur dan virus yang menyerang semaian sehingga menyebabkan tanaman tidak ke tahap selanjutnya. Semaian layu biasanya terjadi pada saat siang hari, hal ini bukan karena sinar yang berlebih namun suhu yang sangat berpengaruh.

Hal yang harus diperhatikan dalam semai agar semaian tidak mengalami layu maka harus diperhatikan jumlah air dan suhu pada tempat semai. Pastikan semaian tidak mengalami kekurangan akan kebutuhan air.

Misalkan menyemai dengan menggunakan arang sekam atau cocopeat untuk cek kondisi airnya juga berbeda. Jika menggunakan arang sekam kita harus selalu melakukan cek kebutuhan air karena arang sekam kurang mampu mengikat air dan nutrisi dengan baik.

semaian menggunakan cocopeat

Berbeda dengan cocopeat yang mampu menyimpan dan mengikat air dengan baik maka kebutuhan akan lebih tercukupi. Jadi, selalu cek kebutuhan air untuk semaian agar tidak terjadi layu pada semaian.

Pertumbuhan lambat

Pernahkah anda kesal karena pertumbuhan semaian anda lambat? Tahukah anda semaian anda lambat dikarenakan beberapa faktor diantarnya benih dan lumut.

Benih dapat mempengaruhi daya pertumbuhan yaitu benih yang memiliki kemampuan rendah akan mempengaruhi proses perkecambahan. Salah satu cara untuk mengetahui daya pertumbuhan benih dengan cara memberikan uji daya paling sederhana.

Uji daya paling sederhana dapat dilakukan dengan memasukkan benih kedalam air selama 10 – 15 menit. Selanjutnya untuk benih yang terapung tidak perlu digunakan atau dilanjutkan dalam semai dan yang tenggelam bisa langsung disemai.

Selain uji daya tadi, kita bisa melihat kemampuan daya tumbuh benih dengan menggunakan merk atau varietas yang sudah banyak direkomendasikan. Ketika benih tersebut banyak direkomendasikan maka jelas lebih baik untuk digunakan.

Selanjutnya faktor yang mempengaruhi lambatnya proses persemaian karena dalam persemaian pertumbuan lumut sangat tinggi. Lumut dapat tumbuh karena adanya air dan sinar matahari yang cukup.

Selain 2 faktor air dan sinar matahari, lumut dapat tumbuh karena pada semaian sudah diaplikasikan nutrisi ab mix. Pemberian nutrisi ab mix pada semaian kurang disarankan karena mempercepat pertumbuhan lumut.

Keberadaan lumut yang semakin banyak dapat menyebabkan persaingan kebutuhan air dan cahaya dengan semaian utama terutama akar. Lumut dalam jumlah sedikit masih bisa ditanggulangi, namun ketika lumut sudah berlendir atau sering disebut dengan alga akan mengganggu proses persemaian.

semaian yang berlumut 

Alga mampu menghambat proses persemaian bahkan menghentikan proses persemaian. Terhambatnya proses persemaian menyebabkan semaian tidak dapat berlanjut ke tahap selanjutnya.

Cara yang paling mudah untuk menanggulangi masalah seperti ini adalah dengan selalu rajin membersihkan lumut pada semaian. Jangan sampai ada alga pada semaian kami ya!

Demikianlah artikel tentang beberapa masalah yang sering terjadi pada semaian yang dapat mengakibatkan semaian gagal. Semoga artikel ini bermanfaat, teruslah semangat dan selamat berhidroponik. Jika anda membutuhkan peralatan dan perlengakapan untuk berhidroponik silahkan SMS/WA ke 0858383355000 dan untuk konsultasi, sharing dan belajar hidroponik silahkan SMS/WA ke 081274874448. Terimakasih.

About the Author:

Bayu WN
Hallo, saya Bayu Widhi Nugroho, saya adalah Praktisi Hidroponik untuk Skala Rumahan. Harapan saya dengan adanya website ini, orang bisa belajar hidroponik dan langsung praktek sendiri di rumah serta bisa menularkan ilmunya kepada teman, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

7 Comments

  1. Andri December 3, 2018 at 3:40 pm - Reply

    Makasi banyak ilmu nya mas..

    • Bayu WN
      Bayu WN December 4, 2018 at 3:04 pm - Reply

      iya bapak, sama-sama semoga bermanfaat

  2. Tri joko prasetyo December 3, 2018 at 11:09 pm - Reply

    Makasih bnyak penjelasannya. Sangat membantu

    • Bayu WN
      Bayu WN December 4, 2018 at 3:04 pm - Reply

      iya bapak, terimakasih

  3. Tria December 7, 2018 at 3:00 pm - Reply

    Terimakasih infonya, semaian bayam kami selalu gagal karena membusuk knp yah? Kami semainya pake cocopeat apa tidak cocok untuk bayam ?
    Sudah dikurangi airnya tetap aja mati…

    • Bayu WN
      Bayu WN December 11, 2018 at 2:59 pm - Reply

      untuk penggunaan media semai cocopeat harus dilakukan sterilisasi dahulu karena mengandung zat tanin yang dapat menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman

  4. Suroso January 2, 2019 at 3:01 pm - Reply

    Untuk tanaman cabe sebaiknya menggunakan rockwool atau sekam bakar ? Mohon petunjuknya, trimakasih

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.