/7 Kesalahan yang Sering dilakukan Pemula Hidroponik

7 Kesalahan yang Sering dilakukan Pemula Hidroponik

By | 2018-04-02T10:44:35+00:00 April 2nd, 2018|Artikel Hidroponik|6 Comments

Apakah anda baru pertama kali mencoba ber-Hidroponik?

Apakah anda langsung berhasil menanam sampai panen atau masih mengalami kegagalan?

Pada artikel kali ini, saya akan berbagi tentang kegagalan apa saja yang sering dialami ketika baru pertama kali ber-hidroponik.

Kegagalan yang akan saya sampaikan nanti adalah beberapa pengalaman dari orang-orang yang berkonsultasi dengan saya, maupun pengalaman yang pernah saya alami sendiri.

Terkadang kegagalan ini yang membuat para pemula hidroponik menjadi bosan atau bahkan berhenti ber-hidroponik, namun tidak sedikit juga yang tambah semangat karena rasa penasaran ingin menanam sampai panen.

Dan tentunya saya bagikan disini supaya anda yang baru pertama kali berhidroponik tidak mengalami hal yang serupa. Apa saja kegagalan itu? Mari kita bahas satu per satu.

1. Ingin mencoba menanam semua jenis tanaman/sayuran.

Siapa yang pernah seperti ini? Hidroponik itu memang menyenangkan, namun terkadang karena saking senengnya sehingga ingin menanam semua jenis tanaman/atau sayuran.

Semua benih dibeli dan disemai sekaligus tanpa memikirkan masa panen tanaman tersebut, sistem hidroponik yang dipakai dan nutrisi hidroponik yang dibutuhkan untuk menanam jenis sayuran tersebut.

Setiap tanaman membutuhkan perawatan dan nutrisi hidroponik yang berbeda, sehingga ketika anda menanam semua jenis tanaman dan memberikan perawatan yang sama rata, maka hasilnya juga akan kurang bagus.

Solusi:

Kalau anda memang pemula hidroponik, mulailah dari yang paling mudah yaitu menanam sayuran daun seperti Kangkung, Selada, Caisim dan Bayam.

Setelah lulus dan bisa panen ke-4 sayuran di atas, bisa dilanjutkan dengan mencoba sayuran yang lebih sulit seperti Seledri, Mint, Basil dan lanjut dengan tanaman buah seperti Tomat, Cabe, Melon dan sebagainya.

Dengan seperti itu anda akan mengerti seluk beluk masing-masing tanaman dan bisa membedakan kebutuhan masing-masing tanaman.

2. Lupa menyiram semaian benih.

Kesalahan ini sering dilakukan bagi yang mempunyai kesibukan lain seperti kerja, kuliah ataupun kegiatan lain yang menyebabkan lupa cek semaian.

Padahal masa persemaian bisa dibilang kunci pokok keberhasilan menanam sayuran, apabila tanaman sudah stress pada waktu persemaian, biasanya pertumbuhan selanjutnya menjadi kurang maksimal.

Solusi:

Usahakan cek tanaman setiap hari pagi/sore untuk menjaga supaya semaian tidak kekeringan. Apabila anda tidak bisa cek setiap saat, anda bisa memilih media tanam yang bisa menyimpan air dalam waktu yang lama.

3. Tidak menaruh semaian di tempat yang cukup sinar matahari.

Semua tanaman membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesis, jadi ketika tanaman anda tidak dikenakan sinar matahari maka akan terjadi gejala etiolasi. Saya sudah pernah membahas etiolasi ini dalam artikel Mengenal Etiolasi Pada Tanaman Hidroponik

Namun, kebanyakan para pemula yang baru mencoba berhidroponik, melakukan kesalahan ini karena mengira bahwa tanaman tidak boleh terkena sinar matahari.

Jika mengalami kegagalan ini, maka tanaman tidak bisa dilanjutkan karena batangnya kurang kuat untuk menopang daun/buahnya.

Solusi:

Jika anda menyemai jenis sayuran daun, tidak perlu ditutup menggunakan plastik hitam atau ditaruh ditempat gelap, langsung saja dikenakan sinar matahari.

Lebih baik menyemai pada waktu sore hari karena ketika gelap (malam) sudah bisa dianggap ditutup menggunakan plastik hitam.

4. Ingin mencoba semua jenis sistem hidroponik

Kegagalan jenis ini yang biasanya membuat para pemula bosan atau bahkan tidak berhidroponik lagi. Bisa karena sistem yang dicoba mengalami gagal atau bisa juga karena sudah terlalu banyak mengeluarkan uang untuk mencoba ini itu.

Sebenarnya ada bagusnya juga mencoba hal yang baru atau berkreasi menciptakan sistem yang baru, tetapi kalau hal tersebut bisa membuat bosan atau menambah pengeluaran, mendingan dipakai untuk memperbesar apa yang sudah ada dan sudah berhasil.

Solusi:

Fokuslah pada 1 sistem yang sesuai dengan apa yang mau ditanam. Jika anda ingin mencoba sistem yang lain, usahakan anda mengerti terlebih dahulu sistem tersebut dengan cara mencari literatur atau melihat contohnya.

Karena setiap sistem hidroponik mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing serta memiliki fungsi yang berbeda-beda.

5. Terlalu banyak menyemai benih.

Berbeda dengan point nomor 1, kalau kegagalan yang ini adalah karena kurang perhitungan dalam menentukan jumlah benih yang ditanam. Benih yang ditanam melebihi jumlah titik/lubang yang tersedia sehingga ketika waktunya pindah tanam hanya bisa menampung sesuai kapasitas.

Dan tentunya benih yang tidak mendapatkan tempat untuk pindah tanam akan terbengkalai atau bisa mati. Anda terpaksa membuang tanaman tersebut dan benihnya menjadi sia-sia.

Solusi:

Misalkan anda memiliki sistem hidroponik yang jumlah titiknya 100 lubang, yang perlu anda lakukan adalah melebihkan jumlah yang disemai maksimal 20% saja. jadi anda bisa menyemai antara 110 – 120 benih untuk jaga-jaga apabila ada yang tidak tumbuh. Jangan lebih dari itu karena nanti akan terbuang.

6. Tidak mempunyai jadwal tanam.

Setelah anda bisa lolos dengan 5 kegagalan di atas, masih ada 1 lagi yang bisa anda lewatkan. Yaitu Jadwal Tanam.

Jadwal tanam harus benar-benar diperhitungkan atau direncanakan karena sangat penting untuk mengisi instalasi hidroponik yang ada.

Jika anda tidak memperhitungkan jadwal tanam, kegagalan yang paling sering terjadi adalah ketika anda panen, anda belum menyemai lagi sehingga instalasinya kosong atau tidak ada tanamannya.

Kalaupun sudah menyemai, biasanya anda baru sadar ketika sudah mau panen sehingga benih belum siap untuk dipindah tanam.

Solusi:

Kenali masa tanam/panen sayuran yang Anda tanam, siapkan semaian yang baru sebelum panen. Anda bisa melihat jadwal tanam disini Daftar Masa Panen Sayuran Hidroponik

Misalnya untuk tanaman Kangkung, masa panennya adalah 20 – 25 hari dan masa semai benih kangkung adalah 7 – 10 hari. Jadi ketika tanaman kangkung anda memasuki umur 10 – 15 hari, Anda harus sudah menyemai lagi benih kangkung yang baru.

Dengan seperti ini instalasi anda akan selalu terisi dengan sayuran dan tidak terlihat kosong.

7. Ingin membuat nutrisi hidroponik sendiri.

Tidak ada salahnya jika Anda ingin membuat Nutrisi hidroponik sendiri atau meracik dari bahan-bahan yang tersedia di pasaran. Namun apabila masih dalam skala hobby atau skala rumahan, biaya yang diperlukan akan lebih tinggi daripada Anda membeli yang sudah jadi.

Nutrisi yang dibuat sendiri juga belum tentu berhasil dan banyak sekali mengalami kegagalan seperti tanaman mati, gosong, dsb.

Ini tidak berlaku bagi Anda yang mempunyai kebun yang besar, karena berbeda dengan skala hobby, kalau sudah masuk skala industri malah harus membuat nutrisi sendiri.

Solusi:

Jika anda masih dalam skala hobby atau skala rumahan, lebih baik untuk membeli kemasan nutrisi yang sudah jadi untuk menghemat biaya dan menghindari kegagalan pada pertumbuhan tanaman.

 

Demikianlah 7 Kesalahan yang sering dilakukan oleh Pemula Hidroponik. Apakah anda pernah mengalaminya? Atau pernah mengalami selain 7 kejadian di atas? Kalau ada, silakan share di kolom komentar…!

Atau anda bisa berkonsultasi langsung dengan saya di:

WA: 085 838 335 000
Instagram: https://instagram.com/hidroponikpedia
Facebook: https://www.facebook.com/hidroponikpedia
Youtube: https://hdrpnk.com/sbsytb

About the Author:

Bayu WN
Hallo, saya Bayu Widhi Nugroho, saya adalah Praktisi Hidroponik untuk Skala Rumahan. Harapan saya dengan adanya website ini, orang bisa belajar hidroponik dan langsung praktek sendiri di rumah serta bisa menularkan ilmunya kepada teman, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

6 Comments

  1. Iwan Kurniawan May 19, 2018 at 1:54 am - Reply

    Salam Kenal Pak Bayu.

    Mau tanya apakah kain pannel bisa di pakai berulang2 kali dan bisa di pakai dgn tanaman yg berbeda2 ?

    Atau sekali panen langsung di buang?

    Mohon Pencerahanya.

    Terima kasih.
    Salam Sukses
    Iwan

    • Bayu WN
      Bayu WN May 21, 2018 at 4:05 pm - Reply

      kain flanel bisa dipakai berulang-ulang dengan cara dibersihkan setelah panen

  2. takis June 19, 2018 at 12:48 pm - Reply

    merek nutrisi kemasan jadi yang recomended apa min?
    soalnya ini q buat nutrisi sendiri pakai gandasil, npk, urea. daun
    tanaman masih menguning

    • Bayu WN
      Bayu WN June 20, 2018 at 7:59 pm - Reply

      tidak disarankan memakai bahan-bahan itu untuk membuat nutrisi hidroponik.
      kami memakai merk MAESTRO

  3. Aniek Ratna Sari June 20, 2018 at 9:14 pm - Reply

    Mengapa bayam roboh setelah tumbuh beberapa hari?

    • Bayu WN
      Bayu WN June 21, 2018 at 8:06 am - Reply

      robohnya bagaimana? apakah batang terlalu kecil?

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.