/Menanam Kangkung Menggunakan Media Tanam Sekam Bakar

Menanam Kangkung Menggunakan Media Tanam Sekam Bakar

By |2018-10-15T15:38:09+00:00October 15th, 2018|Artikel Hidroponik|0 Comments

Pernahkan anda menanam kangkung hidroponik ?

Media tanam apa yang pernah anda gunakan ? Rockwool ?

Bagaimana jika menanam kangkung tanpa menggunakan rockwool ?

Pasti anda bertanya-tanya bukan media apa yang digunakan untuk menanam selain rockwool.

Ya kini kami akan membagikan tips tentang menanam kangkung menggunakan media semai sekam bakar atau arang sekam dengan menggunakan sistem hidroponik DFT. Pasti anda bertanya- tanya apakah tidak terjadi penyumbatan jika menggunakan media semai arang sekam.

Kangkung adalah sayuran daun yang banyak sekali dikonsumsi sehingga permintaan dipasaran sangatlah tinggi. Kangkung memiliki rasa yang nikmat dan memiliki harga yang sangat ramah dikantong. Kangkung merupakan tanaman yang sangat mudah untuk dibudidayakan sehingga menjadi tanaman sayuran yang sangat wajib ditanam dihidroponik khususnya pemula hidroponik.

Biasanya kangkung ditanam menggunakan rockwool tetapi, kali ini kangkung dapat ditanam tanpa menggunakan rockwool tetapi menggunakan sekam bakar sebagai media semainnya. Sekam bakar adalah media yang berasal dari sekam padi yang dibakar sehingga bersifat steril dan netral. Setelah semai kangkung ditanam pada sistem DFT tanpa menggunakan media langsung  pada netpot dan dialiri dengan nutrisi AB Mix.

Ya berikut cara menanam kangkung dengan arang sekam.

  1. PERSEMAIAN

Persemaian dimulai dengan menyimapkan nampan yang telah dicuci bersih dan diberikan sekam bakar setebal 2 cm. Setelah itu benih ditaburkan dalam arang sekam dengan merata dan ditutup dengan menggunakan sekam bakarsecara tipis dan dibasahi dengan air secukupnya. Semaian diletakkan pada tempat yang terkena cahaya penuh dan dijaga kelembabannya.

  1. PINDAH TANAM DAN NUTRISI

Pindah tanam dilakukan ketika bibit kangkung berumur 7 hari setelah semai dan memiliki lebih dari 2 daun. Pindah tanam dapat dilakukan pada saat pagi atau sore hari. Pindah tanam dengan cara mencabut 5 sampai 9 bibit lalu dibersihkan akar bibit dengan air hingga akar tanaman bersih dan bebas dari arang sekam.

Setelah itu letakkan bibit kangkung pada netpot yang telah diletakkan pada paralon DFT. Aliri paralon dengan menggunakan air nutrisi dengan kepekatan 600 sampai 1000 ppm. Nutrisi yang diberikan ke dalam paralon untuk digenangkan dengan ketinggian minimal ¼ dari paralon. Cek kondisi nutrisi setiap hari dan sesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan tanaman.

  1. PANEN

Panen kangkung dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara yaitu dicabut dan dipotong agar dapat ditumbuhkan kembali. Kangkung yang dipanen dengan cara dicabut langsung diambil dengan netpotnya dan diletakkan pada baki yang telah disiapkan. Sedangkan kangkung yang dipanen dengan cara dipotong dapat dilakukan hingga 3 kali panen. Kangkung dipotong pada bagian batang bawah dan menyisakan sedikit batangnya agar dapat ditumbuhkan kembali. Nutrisi yang diberikan untuk kangkung yang sudah dipanen untuk ditumbuhkan sekitar 1000 ppm.

Demikianlah penjelasan tentang hidroponik sistem NFT, semoga bermanfaat. Jika anda memerlukan peralatan untuk hidroponik seperti benih, nutrisi dan peralatan lainnya silahkan SMS/WA ke 085838335000 dan untuk konsultasi dan sharing hidroponik silahkan SMS/WA ke 08127487448.

About the Author:

Bayu WN
Hallo, saya Bayu Widhi Nugroho, saya adalah Praktisi Hidroponik untuk Skala Rumahan. Harapan saya dengan adanya website ini, orang bisa belajar hidroponik dan langsung praktek sendiri di rumah serta bisa menularkan ilmunya kepada teman, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.