/Cara Menanam Basil Hidroponik

Cara Menanam Basil Hidroponik

By |2018-08-13T16:04:59+00:00August 13th, 2018|Artikel Hidroponik|0 Comments

Halo para petani hidroponik!

Masih semangatkan untuk terus berhidroponik?

Ada cara nih untuk menambah semangat berhidroponik. Salah satu cara menambah semangat untuk berhidroponik dengan membuat kebun hidroponik kita menjadi nyaman sehingga kita bisa betah dan bersemangat untuk berkebun. Ya dengan menambah aroma yang harum di kebun akan lebih meningkatkan semangat untuk berkebun.

Memberikan aroma yang harum bukan berarti kita memberi pewangi di kebun loh. Tetapi dengan cara menanam tanaman yang dapat menghasilkan aroma yang harum. Tanaman yang dapat menghasilkan aroma harum adalah tanaman basil. Tanaman basil dapat ditanam dengan sistem hidroponik NFT, DFT, Wick ataupun Ducth Bucket.

Basil atau Ocimum basilicum adalah jenis sayuran daun yang memiliki aroma yang sedap serta harum. Sayuran ini sering kali digunakan sebagai bumbu pelengkap dalam memasak. Basil memiliki warna hijau sehingga mampu menambah warna hijau yang sedap dipandang mata saat berada di kebun.

Kali ini kami akan berbagi tips tentang menanam basil dengan menggunakan sistem hidroponik DFT. Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan berikut ini :

1. Pemilihan benih dan Persemaian

Pemilihan benih adalah kegiatan awal dalam budidaya, khususnya hidroponik yang digunakan untuk memulai persemaian. Benih yang digunakan untuk persemaian adalah benih yang memiliki kualitas daya tumbuh berkecambah yang baik.

Persemaian dimulai dengan menggunakan rockwool sebagai media tanam yang dipotong 2 cm dan melubangi dengan tusuk gigi. Setelah itu, memasukkan satu per satu benih per lubang tanam dan disiram menggunakan air biasa. Hasil semaian diletakkan pada tempat yang cukup cahaya atau sinar matahari.

Air merupakan faktor yang penting dalam proses perkecambahan, fungsinya untuk membantu benih untuk berkecambah. Air yang dibutuhkan untuk benih berkecambah dan tumbuh dapat dilihat saat kondisi media tanam terjaga kelembabannya. Air diberikan pada semaian saat pagi atau sore dengan cara dispay.

2. Pindah tanam

Pindah tanam dilakukan saat bibit basil sudah memiliki daun sejati atau lebih dari 2 daun. Bibit basil yang siap dilakukan pindah tanam saat bibit sudah memiliki daun berjumlah 4 daun.

(Foto bibit basil yang siap pindah tanam)

Bibit basil dipindahkan pada netpot yang sudah diberi kain flanel sebagai kapilaritas untuk membantu nutrisi agar terserap oleh akar tanaman. Pindah tanam basil dilakukan pada hidroponik sistem DFT dan dilakukan pada saat pagi atau sore dalam keadaan sejuk. Jarak tanam yang digunakan pada setiap netpot adalah 20 cm.

3. Pemberian nutrisi

Nutrisi adalah bagian yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nutrisi AB mix diaplikasikan pada tanaman basil dimulai saat pindah tanam bibit basil.

Bibit basil dapat diaplikasikan nutrisi AB Mix sekitar 600 ppm hingga 800 ppm. Setelah itu, basil yang sudah dewasa dapat ditambahkan lagi ke 1000 ppm hingga 1200 ppm. Untuk mendapatkan ketepatan ppm nutrisi dapat dicek menggunakan alat ukur kepekatan nutrisi yaitu TDS Meter.

4. Perawatan dan Pemeliharan

Pemeliharaan dan perawatan basil dapat dilakukan dengan cara monitoring setiap hari. Monitoring dapat dilakukan dengan cek nutrisi, cek pH, cek peralatan sistem, cek hama dan penyakit tanaman.

Cek nutrisi dapat dilakukan untuk mengetahui ppm yang terdapat di tandon dan nutrisi yang disirkulasikan masih sesuai atau tidak dengan kebutuhan tanaman. Hal yang sama juga dilakukan untuk pH air nutrisi dengan menggunakan alat ukur pH Meter. Cek peralatan dapat dilihat pada selang pembagi ada yang tersumbat atau tidak, kondisi tandon dan kondisi pipa atau gully yang digunakan sebagai sirkulasi aliran nutrisi.

Hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman basil dapat dilakukan pengendalian, jika penyerangan hama dan penyakit tanaman masih dalam skala kecil bisa langsung diambil agar tidak menular pada tanaman lainnya. Selain cara tersebut, bisa menggunakan pestisida organik dari extrak tanaman. Namun, jika penyerangan hama dan penyakit sudah besar dapat digunakan pestisida anorganik. Perlu diketahui bahwa penggunaan pestisida anorganik adalah sebagai alternatif pilihan terakhir.

5. Panen

Panen merupakan proses yang ditunggu dan akan menunjukkan hasil dari kegiatan budidaya. Umur panen tanaman basil hidroponik 6 sampai 8 minggu setelah tanam.

(Foto basil siap untuk dipanen)

Cara panen basil dapat dilakukan dengan merompes pada bagian daunnya dan dapat dilakukan panen berkali kali. Metode panen tanaman basil sama seperti tanaman kangkung dan tanaman bayam.

Demikianlah penjelasan singkat menanam basil dengan sistem hidroponik. Semoga bermanfaat.

Jika anda membutuhkan benih dengan kualitas baik, nutrisi atau peralatan berkebun silahkan SMS/WA 08583833500 atau klik link dibawah ini :

http://hidroponikpedia.com/product-category/benih-sayuran/

http://hidroponikpedia.com/product-category/nutrisi-hidroponik/

http://hidroponikpedia.com/category/artikel-hidroponik/

 

About the Author:

Bayu WN
Hallo, saya Bayu Widhi Nugroho, saya adalah Praktisi Hidroponik untuk Skala Rumahan. Harapan saya dengan adanya website ini, orang bisa belajar hidroponik dan langsung praktek sendiri di rumah serta bisa menularkan ilmunya kepada teman, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.