Home Blog Page 9

Cara Mudah Menanam Pagoda Sistem NFT

Apakah anda pernah mendengar kata “pagoda” ? apa yang terlintas dibayangan anda tentang “pagoda” ?

Apakah anda membayangkan pagoda adalah nama dari sebuah bangunan yang ada di china ?

Memang tidak salah bahwa pagoda adalah nama bangunan yang ada di china.

Akan tetapi kali ini kami akan membahas tentang pagoda sebagai sayuran dalam hidroponik. Pagoda adalah nama sayuran hijau yang wajib kita ketahui karena adalah  salah satu tanaman yang direkomendasikan terutama dalam sistem hidroponik.

Pagoda adalah jenis sawi-sawian yang sering ditanam dan memiliki bentuk yang cukup unik serta menarik. Sayuran yang satu ini memiliki warna hijau tua sehingga mampu meningkatkan semangat untuk berkebun.

tanaman pagoda 

Pagoda dapat diolah menjadi menu masakan yang khas seperti tumis pagoda, soup dan dapat dikonsumsi secara mentah atau segar. Biasanya pagoda juga digunakan sebagai pelengkap dalam menu salad sayur.

Selain rasa yang khas yang dapat diolah menjadi berbagai menu masakan, pagoda juga dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk kesehatan. Pagoda memiliki rasa yang sedikit berbeda dengan sayuran lain karena ada ciri khas dari sayuran ini yakin memiliki rasa yang lebih manis.

Harga jual sayuran hijau ini juga dapat terbilang lebih mahal dibandingkan dengan tanaman sawi yang lainnya. Jadi dapat dijadikan sebagai peluang bisnis juga jika kita membudidayakan sayuran ini.

Untuk membudidayakan pagoda dapat ditanam menggunakan sistem hidroponik dengan berbagai sistem hidroponik. Kali ini kami akan menjelaskan tentang budidaya menanam sawi pagoda dengan menggunakan sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique).

tanaman pagoda yang menggunakan sistem NFT 

Pagoda umumnya dapat dipanen ketika berumur 40 – 50 hari setelah tanam. Menggunakan sistem hidroponik pagoda akan dapat dipanen menjadi 30 – 35 hari setelah tanam terutama dengan sistem NFT.

Sistem NFT akan membuat keberadaan nutrisi selalu dapat mencukupi dan diserap oleh akar tanaman. Nutrisi selalu tercukupi karena air tersirkulasi selama 24 jam dengan bantuan listrik.

Langkah pertama untuk menanam pagoda adalah dengan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Alat dan bahan yang paling inti digunakan adalah benih tanaman pagoda, rockwool, pelubang rockwool, air, sistem NFT, nutrisi sayuran daun, TDS meter, nampan plastik dan netpot.

alat dan bahan untuk proses semai pagoda

Rockwool dapat dipotong dengan ukuran 2 x 2 x 2 cm dan diberikan 1 lubang tanam. Benih pagoda pada media semai rockwool dengan isi satu lubang rockwool untuk satu benih pagoda.

Kemudian, benih selada yang telah disemai diletakkan di nampan dan berikan air secukupnya hingga dalam keadaan kelembaban yang sesuai. Letakkan semaian selada pada tempat yang memiliki cahaya yang cukup dan terlindungi dari air hujan.

Sayuran daun memerlukan kondisi tempat semai yang memiliki cahaya atau sinar matahari yang cukup. Dampak yang akan terjadi jika semaian kekurangan cahaya adalah akan terjadinya etiolasi pada hasil semaian.

Etiolasi adalah keadaan pertumbuhan bibit yang panjang menjalar pada batangnya tetapi tidak kokoh dan daun kecil pucat. Kondisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan kurang bagus untuk pertumbuhan selanjutnya.

Setiap hari selalu cek semaian dengan menjaga kelembaban media semainya. Atau dapat melakukan spray pada bagian daun selada yang mulai berkecambah menggunakan air biasa pada pagi atau sore hari.

Pindah tanam atau transpalnting dapat dilakukan ketika tanaman sudah memiliki daun sejati atau daun sejati telah keluar. Daun sejati dapat dilihat dengan ciri-ciri pada bibit sudah keluar daun lebih dari 2 – 3 daun.

Memindahkan bibit dari ruang semaian ke sistem hidroponik dapat dilakukan pemindahan ke netpot ukuran 5 atau 7 cm. Pindah tanam dilakukan dengan menggunakan sistem hidroponik NFT.

Jarak tanam untuk tanaman pagoda adalah 20 cm per lubang tanam. Jarak tanam harus selalu diperhatikan karena akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman terutama pada saat proses fotosintesis.

tanaman pagoda yang ditanam dengan jarak 20 cm per tanaman 

Pindah tanam dapat dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat kondisi sejuk. Saat proses pindah tanam dilakukan, tanaman pagoda sudah mulai diaplikasikan nutrisi ab mix sayuran daun.

Awal pagoda pindah tanam dapat diaplikasikan nutrisi ab mix dengan tingkat kepekatan  600 sampai 800 ppm. Setelah umur satu minggu setelah pindah tanam dapat di tingkatkan menjadi 900 – 1200 ppm.

Kepekatan nutrisi ini adalah sebagai patokan umum saja, kita dapat memberikan kepekatan nutrisi sesuai dengan kebutuhan tanaman. Misalkan pada saat dewasa tanaman pagoda diberikan nutrisi 1200 ppm tetapi tanaman menunjukkan perubahan menguning pada bagian daun tanaman dan menyeluruh ke seluruh tanaman berarti tanaman mengalami defisiensi unsur hara N (Nitrogen). Kondisi seperti ini kepekatan nutrisi harus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Pemeliharaan dan perawatan tanaman selada dapat dilakukan setiap hari minimal satu hari sekali. Misalkan pada pagi hari kita selalu cek kondisi tanaman, cek suhu, cek air nutrisi, cek hama dan penyakit dan cek sistem hidroponik.

Tandon nutrisi adalah alat yang wajib sekali dan harus selalu dicek terutama kondisi suhu air nutrisi dalam tandon. Biasanya kondisi air nutrisi dalam tandon memiliki suhu yang tinggi yang dapat menyebabkan terganggunya proses pertumbuhan tanaman.

Cek tanaman harus selalu dilakukan terutama pada hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang tanaman pagoda adalah hama umat. Ulat dapat menjadi hama utama yang dapat menyebabkan gagal panen, sehingga harus dan wajib diperhatikan.

tanaman pagoda yang diserang oleh hama ulat 

Penyakit pada tanaman pagoda bermacam-macam bisa berasal dari jamur, virus dan bakteri. Penanganan hama dan penyakit dapat dilakukan dengan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu atau untuk pencegahan lebih efektif dapat menggunakan Greenhouse atau Screenhouse.

Sistem hidroponik terutama NFT wajib sekali dicek karena sistem NFT sangat bergantung pada listrik sehingga ketika listrik mati akan berpengaruh pada kondisi tanaman. Selang pada sistem NFT juga harus selalu dicek dan dibersihkan karena akan sering kali tersumbat.

tanaman pagoda yang siap mulai masuk fase pembesaran 

Cek sistem hidroponik harus dan wajib dilakukan karena jika tidak ketika tanaman tumbuh layu akan menyebabkan tanaman mengalami stress. Stress pada tanaman dapat menyebabkan rasa dan pertumbuhan yang tidak normal dan sesuai.

Pagoda dapat dipanen pada saat umur 30 sampai 35 hari setelah tanam. Cara panen pagoda dapat dilakukan dengan dipanen sekali cabut atau dilakukan perompesan secara berkala tergantung jenis kebutuhannya.

Demikianlah artikel tentang cara menanam pagoda menggunakan hidroponik sistem NFT. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan selamat berhidroponik. Jika anda memerlukan peralatan dan perlengkapan untuk berhidroponik silahkan langsung SMS/WA ke 085838335000

Menanam Kangkung Tanpa Rockwool

Pernahkah anda menanam kangkung hidroponik? Bingung berapa jumlah benih per rockwool? atau anda bingung untuk mendapatkan rockwool?

Kali ini kami akan menjelaskan tentang menanam kangkung tanpa rockwool. Kok bisa dan bagaimana pertumbuhannya ? yuk simak sampai akhir artikel ini.

Kangkung atau iphomoea aquatica adalah sayuran daun berwarna hijau yang memiliki umur panen yang cukup singkat. Kangkung dapat ditanam menggunakan sistem hidroponik dengan umur panen 14 – 25 hari setelah tanam.

Kangkung 

Kangkung merupakan sayuran daun yang cukup mudah untuk ditanam dan dibudidayakan. Sehingga sayuran daun yang satu ini sangat direkomendasikan untuk pemula hdiroponik.

Kangkung dapat ditanam dengan menggunakan semua jenis sistem hidoponik. System wick atau sistem sumbu, sistem NFT, sistem DFT, sistem sederhana, system drip dan sistem dutch bucket.

Sangat direkomendasikan untuk pemula hidroponik karena bisa dan sangat cocok menggunakan system wick. Sedangkan system wick adalah sistem yang cocok untuk pemula hidroponik.

Menanam dengan menggunakan sistem hidroponik identik dengan media tanam rockwool. Kenapa? karena rockwool adalah media yang mudah didapat, efisien, netral, steril dan memiliki harga yang terjangkau.

Akan tetapi, terdapat teknik menanam tanpa menggunakan rockwool sehingga dapat menjadikan biaya tanam lebih murah. Kita dapat memanfaatkan paralon bekas untuk menanam kangkung.

Kok bisa ya dan apa kelebihannya ? pasti itu pertanyaan yang akan muncul. Tapi tenang akan dijelaskan kenapa menggunakan paralon bekas atau tanpa rockwool lebih menguntungkan.

Paralon bekas atau barang bekas dari sisa pembuatan instalansi biasanya dibiarkan saja karena dianggap tidak dapat digunakan lagi. Tidak dapat digunakan lagi karena ukuran yang terlalu kecil sehingga bingung mau dipakai dan dimanfaatkan untuk apa.

Menggunakan paralon bekas memiliki kelebihan yaitu dapat memanfaatkan barang bekas, tidak rumit, mudah aplikasi, dapat digunakan berkali-kali dan murah atau tidak beli. Mudah diaplikasikan dan tidak rumit dikarenakan tidak perlu melubangi media tanam seperti menanam menggunakan media rockwool.

Persiapan alat dan bahan untuk menanam kangkung tanpa rockwool 

Alat dan bahan yang perlu persiapkan adalah benih kangkung, paralon bekas, nampan plastik, air, benih kankung, nutrisi AB Mix dan sistem hidroponik. Kami mencontohkan paralon bekas ukuran 0,5 inci, akan tetapi jika sisa paralon bekasnya ukurannya lebih besar tetap dapat digunakan dan jumlah benih menyesuaikan.

Paralon bekas 0,5 inci dapat dipotong sama rata atau disamakan ukurannya menjadi 4 – 5 cm. Setelah disama ratakan ukurannya jangan lupa dicuci sampai bersih paralon.

Semaian benih kangkung dalam paralon

Paralon diletakkan dinampan plastik dan ditata dengan rapi, setelah itu paralon diisi benih kangkung 6-8 benih. Selanjutnya bisa menambahkan air pada nampan dengan ketinggian air 0.25 cm untuk kebutuhan air tanaman dan langsung diletakkan dibawah sinar matahari.

Setiap hari air selalu dicek semaian dengan melihat kebutuhan air, cahaya dan kebersihan lingkungan semai. Jika air yang diberikan dianggap terlalu berlebih dapat dikurangi jumlah air dalam nampan.

Proses cek kondisi semaian pada jumlah air dan cahaya 

Setelah semaian sudah tumbuh menjadi bibit dan sudah keluar daun sejatinya atau daun sudah lebih dari 3 bisa dilakukan pindah tanam.

Pindah tanam dilakukan untuk mempermudah  pembesaran dan pertumbuhan tanaman kangkung. Kangkung yang dipindah tanam ke sistem hidroponik dapat menggunakan sistem yang dikehendaki.

Proses pindah tanam bibit kangkung ke sistem hidroponik 

Cara pindah tanamnya cukuplah mudah dengan mengambil bibit pada per paralon dan langsung dimasukkan ke netpot yang telah disiapkan pada sistem hidroponik. Setelah itu tinggal mengaplikasikan nutrisi AB mix.

Nutrisi AB Mix diaplikasikan saat pindah tanam mulai dari 500 – 600 ppm. Selanjutnya, kepekatan nutrisi tanaman hingga panen ppm mengikuti kondisi tanaman.

Kangkung dapat dilakukan pemanenan sekitar umur 14 – 25 hari setelah tanam. Kangkung dapat dipanen hingga 3 kali pemanenan dengan cara dirompes.

Demikianlah penjelasan tentang menanam kangkung hidroponik tanpa rockwool. Semoga artikel ini bermanfaat. Jika anda membutuhkan peralatan dan perlengkapan hidroponik silahkan SMS/WA ke 085838335000

Selain menggunakan cara di atas, Anda juga bisa menggunakan cara seperti video di bawah ini:

Video Tutorial Membuat Sistem NFT Hidroponik

0

Berikut ini adalah Video tutorial Cara Membuat Sistem Hidroponik NFT.

NFT atau nutrient film technique adalah salah satu sistem hidroponik yang mengalirkan air nutrisi dari bak tandon ke gully dengan menggunakan pompa. Air nutrisi dialirkan dari tandon ke seluruh gully untuk diserap oleh akar tanaman dan sisanya akan dikembalikan ke tandon lagi untuk disirkulasikan.

Sistem NFT dibuat dengan kemiringan untuk mempermudah dalam mensirkulasi air nutrisi secara terus menerus ke akar tanaman. Untuk membuat instalansi NFT yang harus dipersiapkan adalah dengan membuat rangka sebagai penopang gully.

Rangka penopang gully dapat dibuat dari bahan seperti besi atau baja ringan yang terpenting bisa sebagai penopang gully. Ukuran rangkan untuk NFT bisa dengan tinggi bagian kanan 90 cm, tinggi sebelah kiri 80 cm, panjang 95 cm dan lebar 74 cm.

Selain itu, untuk rangka NFT dibuat tambahan besi pada bagian depan yang berfungsi sebagai penopang pipa pembuangan. Ukuran penopang pipa pembuangan pada bagian lebar 15 cm dan tingginya 10 cm.

Selanjutnya bisa mempersiapkan gully atau talang khusus untuk hidroponik dengan ukuran 1 meter sebanyak 4 buah. Gully ini dinamakan gully trapesium karena dikhususkan untuk tanaman sehingga dibuat datar pada bagian bawahnya sehingga nutrisi dapat diserap merata dengan akar tanaman.

Gully hidroponik ini pada bagian tutupnya dapat dibuka tutup untuk mempermudah pada saat proses tanam. Setelah itu siapkan end cap dan drain sebagai bagian pelengkap dalam sistem NFT.

End cap adalah bagian dalam sistem NFT yang digunakan sebagai penutup bagaian atas pada ujung gully (input). Sedangkan drain digunakan sebagai penutup bagaian bawah atau output pada gully.

Untuk end cap  dapat dipasang pada bagian ujung kanan gully (input). Sedangkan drain dipasang pada bagian ujung kiri gully (output).

Selanjutnya adalah melubangi gully dengan menggunakan matabor. Gully dapat dilubangi sesuai dengan kebutuhan tanaman yang akan ditanam.

Misalkan yang ditanam adalah kangkung jarak tanam 10 – 15 cm. Sedangkan untuk tanaman selada dapat menggunakan jarak tanam 20 cm. Jarak tiap tepi gully dapat menggunakan jarak 10 cm.

Untuk membuat lubang dengan jarak 20 cm dapat menggunakan matabor bulat dengan ukuran 44 mili dan bor listrik. Matabor yang digunakan mengikuti jenis netpot yang digunakan bisa netpot 5 cm atau 7 cm.

Gully yang telah selesai dilubangi dapat dipasangkan ke gully bagian bawahnya. Selanjutnya, pembuatan input nutrisi dapat dilakukan dengan cara mengalirkan nutrisi ke suluruh bagian gully tanaman.

Untuk mempermudah sirkulasi nutrisi ke seluruh gully dapat menggunakan pompa atman 104 dengan ketinggian maksimal 2 meter dan debitnya 2.000 liter per jam.

Sedangkan untuk menaikan nutrisi ke atas dengan menggunakan pipa 0,5 inci dengan dan pipa penghubung 0.5 inci untuk penghubung pipa dengan pompa.

Untuk mensirkulasikan air nutrisi ke seluruh gully pada pipa 0,5 inci dapat membuat pipa T yang akan disambungan dengan pipa pada input gully. Pada pipa penyambung dibagian T pada ujungnya dapat ditutup dengan dop 0.5 inci.

Selanjutnya pada end cap dilubangi seukuran nepel yang akan dipasang pada pipa T. Lubangi pipa 0.5 inci dengan bor sesuai dengan lubang yang ada pada end cap untuk memasukan nepel dan selang agar dapat dihubungkan ke lubang end cap. Setelah itu pasang nepel dan selang pada pipa 0.5 inci dan dihubungkan pada lubang end cap.

Setelah input selesai, langkah selanjutnya adalah dengan membuat output pada instalansi. Untuk pipa outputnya dapat menggunakan pipa 2 inci yang akan dihubungkan dengan drain menggunakan pipa 0.5 inci.

Cara menghubungkannya dengan melubangi pipa 2 inci dengan bor listrik dengan ukuran 0.5 inci. Setelah dilubangi dapat langsung memasang  pipa output 0,5 inci ke drain dan dihubungkan dengan pipa  2 inci.

Setelah terpasang dengan sempurna, langkah selanjutnya dengan membelokkan pipa pembuangan ke tandon nutrisi agar nutrisi dapat disirkulasikan kembali ke seluruh bagian gully.

Selanjutnya adalah tahapan terakhir tinggal mengisi bak nutrisi dengan air nutrisi dan menghidupkan pompa agar nutrisi tersirkulasi ke seluruh gully dan terserap oleh akar tanaman.

Demikian penjelasan tentang membuat hidroponik system NFT dan semoga bermanfaat. Jika anda membutuhkan perlengkapan dan peralatan hidroponik silahkan langsung SMS/WA ke 085838335000 dan untuk konsultasi seputar hidroponik silahkan SMS/WA ke 081274874448.

7 Pertanyaan yang Sering ditanyakan Seputar Hidroponik

Pertanyaan yang sering ditanyakan:

1. Pada saat menyemai benih, perlu ditutup menggunakan plastik hitam atau tidak?

2. Umur berapa hari tanaman sudah bisa dipindah ke sistem hidroponik?

3. Nutrisi Hidroponik diganti setiap berapa hari sekali?

4. Kalau tidak mempunyai alat ukur, bagaimana cara mengetahui kepekatan nutrisi hidroponik?

5. Sayur apa yang paling mudah ditanam?

6. Sistem apa yang paling bagus untuk digunakan?

7. Bagaimana pemasaran sayuran hidroponik?

Temukan jawabannya dalam video ini…!

 

5 Langkah Menarik Menanam Tomat Hidroponik

 

Tomat merupakan sayuran buah yang dapat dibudidayakan secara hidroponik. Tomat memiliki umur panen 3 sampai 3,5 bulan.

Tomat memiliki beberapa jenis seperti tomat buah merah, tomat chery, tomat rowako, tomat redpear, tomat roma dan tomat indigo. Tomat memiliki rasa manis dengan sedikit rasa masam.

(Foto tomat rowako)

Tomat sering kali disajikan dalam bentuk olahan makanan dan minuman dan tak jarang digunakan sebagai garnis. Dalam bentuk minuman tomat diolah menjadi juice dan dalam bentuk makanan menjadi menu dalam salad dan pelengkap dalam sayur.

Kandungan vitamin A dan C yang tinggi pada tomat menjadikan buah ini banyak diminati sehingga dapat meningkatkan permintaan. Harga buah tomat ini juga bervariasi ada yang murah hingga mahal tergantung jenis tomat yang dibudidayakan.

Tanaman tomat adalah jenis tanaman yang memiliki dua fase yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Kedua fase ini dapat dijadikan patokan dalam memberikan nutrisi dan pemeliharaan.

Tomat memiliki warna merah, hijau dan ungu. Budidaya tomat hidroponik dapat menggunakan sistem DFT, dutch bucket dan drip system.

Kali ini kami akan menjelaskan tentang budidaya tomat hidroponik menggunakan sistem DFT.

1. Siapkan benih tomat yang akan disemai yang memiliki kualitas yang baik, unggul, daya tumbuh tinggi dan bebas dari penyakit. Siapkan media rockwool sebagai media semai benih tomat.

Benih dapat direndam menggunakan air biasa 15 sampai 20 menit untuk melihat daya berkecambah benih. Benih yang berada terendam dapat ditanam dan benih yang terapung berarti tidak dapat digunakan.

Benih disemai menggunakan rockwool dengan 1 benih per lubang tanam.  Siram menggunakan air bersih pada semaian dengan merata tidak kurang air dan tidak lebih air.

Benih yang telah disemai ditutup menggunakan plastik hitam atau ditempatkan ditempat gelap 2 x 24 jam. Setelah 2 hari benih diletakkan dibawah sinar matahari atau cahaya yang berfungsi untuk menambah tingkat perkecambahan benih.

Semaian yang diletakkan ditempat yang kurang cahaya akan menyebabkan semaian menjadi etiolasi. Etiolasi dapat mengganggu proses pertumbuhan dan dampak terburuknyan tanaman mengalami stres.

Siram dengan air bersih setiap hari untuk menjaga kelembaban semaian. Jaga kelembaban semaian agar tidak terjadi kekeringan maupun busuk karena air berlebih.

2. Pindah tanam dilakukan ketika bibit sudah berumur 3 – 4 minggu atau sudah memiliki daun sejati. Daun sejati adalah daun yang ketiga dari tanaman.

(Foto bibit tomat yang sudah siap tanam)

Pindah tanam dilakukan pagi atau sore hari saat kondisi redup dan sejuk. Bibit dipindah tanam menggunakan sistem DFT.

Bibit dipindah tanam pada instalasi dengan menambahkan media pecahan genteng rumah. Media pecahan genteng rumah bertujuan agar tanaman lebih kuat dan tanaman tomat memiliki jenis akar tunggang.

(Pecahan genteng sebagai media tanam tomat)

Saat pindah tanam tidak hanya menyiapkan instalasi saja tetapi juga mulainya tanaman diaplikasikan nutrisi. nutrisi diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

 

3. Nutrisi

Nutrisi adalah pupuk yang menjadi kebutuhan pokok dalam berhidroponik. Nutrisi mengandung unsur hara yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Nutrisi yang digunakan untuk tanaman tomat adalah nutrisi AB Mix khusus tomat. Nutrisi diberikan mulai tanaman awal pindah tanam hingga panen.

(Nutrisi AB Mix khusus tomat)

Nutrisi awal pindah tanam yang aplikasikan pada tanaman toamt 1000 ppm – 1400 ppm. Selanjutnya nutrisi ditambahkan sesuai dengan kondisi tanaman hingga 3600 ppm.

Cek kondisi nutrisi setiap hari pagi atau sore hari untuk mengetahui kesesuaian dengan kebutuhan tanaman.

4. Pemeliharaan

Pemeliharaan dan perawatan tanaman tomat dapat dilakukan pada setiap fase tanaman. Saat fase awal pindah tanam tanaman tomat dapat diaplikasikan tali ajir untuk penyangga tanaman agar tidak roboh dan tetap tegak ke atas.

(Foto tanaman tomat yang menggunakan tali ajir)

Setelah tanaman tomat berumur 2 – 2,5 bulan dapat dilakukan pemangkasan cabang. Pemangkasan cabang dapat dilakukan dengan memotong batang dan daun yang sudah tidak produktif. Atau dapat melakukan pemotongan pada batang dan daun yang tidak muncul buah.

(Foto tanaman tomat yang telah dilakukan pemangkasan pada batang dan daun yang sudah tidak produktif lagi)

Pemangkasan ini berfungsi agar nutrisi dapat terfokuskan pada buah saja. Sehingga dapat menghasilkan buah dengan bentuk dan rasa yang sempurna.

Hama yang biasa menyerang tanaman tomat adalah lalat buah, kutu kebul, ulat tanah dan thrips. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman tomat adalah layu fusarium, layu bakteri, bercak daun, busuk buah dan mozaik.

Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan melihat skala penyerangan. Skala penyerangan dapat dijadikan langkah pengendalian yang akan dilakukan.

Untuk penyerangan skala kecil dapat diambil dan dijauhkan dari tanaman yang masih sehat atau yang tidak terserang hama dan penyakit. Sedangkan untuk skala menengah untuk hama bisa menggunakan musuh alami, memutus siklus hidup dan untuk penyakit dapat memutus siklus penyebaran penyakit seperti jamur, bakteri dan virus.

Penyerangan yang skala besar dapat menggunakan pestisida organik atau nabati. Pestisida nabati terbuat dari ekstrak tanaman.

Jika masih belum terkendali barulah menggunakan pestisida anorganik atau sintesis. Penggunaan pestisida anorganik merupakan pilihan alternatif terakhir dan harus menggunakan tepat dosis, waktu dan jenis.

Yang dimaksud dengan tepat jenis adalah ketika yang menyerang layu fusarium maka menggunakan fungisida. Hal ini karena layu fusarium merupakan penyakit yang disebabkan dari virus.

5. Panen

Tanaman tomat dapat dilakukan pemanenan sekitar 3 – 3,5 bulan setelah pindah tanam. Ciri tanaman tomat yang siap panen memiliki warna merah atau untuk warna sesuai dengan kebutuhan.

(Hasil panen tomat dengan warna merah)

Banyak juga petani tomat yang memanen tomat saat masih berwarna hijau. Hal ini karena disesuaikan dengan kebutuhan jenis tomat yang akan dipanen.

Tomat dapat dipanen dengan cara dipetik secara manual atau menggunakan gunting kebun untuk menghasilkan petikan yang rapi. Pemanenan sebaiknya dilakukan sore hari agar kondisi buah tetap segar.

 

Demikianlah penjelasan tentang menanam tomat dengan menggunakan sistem hidroponik DFT. Semoga artikel ini bermanfaat dan jika anda memerlukan peralatan dan perlengkapan

seputar hidroponik silahkan SMS/WA ke 085838335000. Untuk konsultasi seputar hidroponik silahkan SMS/WA ke 081274874448.

Cara Mudah Stek Mint Hidroponik

Apakah anda menyukai aroma menthol ?

Pernahkah anda mengkonsumsi mint ?

Mint (Mentha Piperita) adalah tanaman yang dimanfaatkan daunnya untuk dikonsumsi. Daun mint memiliki banyak manfaat yang dapat digunakan seperti untuk kesehatan, pengharum ruangan, pasta gigi dan sebagai bagian olahan dari makanan. Daun mint dapat dikonsumsi sebagai infuse water.

Manfaat dari daun mint adalah dapat meningkatkan kekebalan tubuh karena didalam daun mint mengandung vitamin c, melancarkan proses pencernaan, menurunkan resiko kanker dan membantu kesehatan mata. Daun mint biasanya digunakan sebagai garnis atau campuran dalam minuman.

Daun memiliki aroma yang harus dan khas yaitu mentol. Sehingga jika ditanam menggunakan hidroponik dapat menambah semangat dalam berkebun.

Tanaman mint dapat dibudidayakan secara hidroponik dengan metode stek. Stek adalah budidaya perbanyakan tanaman dengan melakukan pemotongan bagian tanaman seperti batang dan daun. Tanaman mint dapat diperbanyak dengan cara distek dengan mengambil pada bagian batang atau daunnya.

Kami akan membagikan tips budidaya mint dengan cara distek pada bagian batang daun mint.

Pilihlah tanaman mint yang memiliki batang kokoh dan potong batang mint yang masih ada 3 sampai 4 daun. Pilih daun mint yang sehat atau bebas penyakit, memiliki bentuk daun yang sempurna, hijau segar dan batang yang kokoh.


Setelah potongan mint sudah siap masukkan kedalam air bersih supaya tetap dalam keadaan segar. Potong rockwool dengan ukuran 2 x 2 x 2 cm dan dilubangi dengan menggunakan tusuk gigi.

Mint yang sudah siap kemudian tancapkan batang mint ke rockwool. Satu lubang tanam digunakan untuk satu stek an mint. Setelah itu basahi rockwool dengan air dan letakkan pada nampan dibawah sinar matahari atau cahaya.

Jaga kelembaban stekan jangan sampai kekurangan atau kelebihan air. Bila perlu setiap pagi atau sore hari lakukan spray dengan air bersih pada bagian daunnya.

Pindah tanam adalah proses dimulainya tanaman mint diaplikasikan nutrisi untuk pertumbuhannya. Pindah tanam mint ditandai dengan sudah keluarnya akar pada hasil stek.

Biasanya pindah tanam berumur 10 sampai 14 hari tergantung kondisi pertumbuhan tanaman. Mint dipindahkan ke sistem hidroponik yang sudah disiapkan nutrisi dan netpot pada instalasi.

Proses pindah tanam dilakukan pada saat pagi atau sore hari. Pilihlah bibit mint yang sehat, daun segar dan akar yang sudah cukup banyak. Pindahkan mint dari nampan ke netpot yang sudah disiapkan.

Pemberian nutrisi pada tanaman mint dimulai saat mint pindah tanam dengan tingkat kepekatan 600 sampai 700 ppm. Setelah itu ditingkatkan menjadi 1000 hingga 1500 sesuai dengan kondisi tanaman mint. 

Pemeliharaan tanaman mint cukuplah mudah dengan melakukan pengecekkan setiap hari selayaknya tanaman lainnya. Hama dan penyakit sering kali menyerang tanaman mint jika tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan kebun.

Hama yang sering menyerang tanaman mint adalah hama kutu kebul atau kutu-kutu jenis lainnya. Pengendalian hama kutu kebul dapat dengan menggunakan pestisida nabati dari extrak daun sereh, extrak bawang putih dan extrak tanaman lainnya.

Jika tanaman mint terinfeksi penyakit yang berasal dari jamur, virus atau bakteri langsung saja diambil dan dijauhkan dari tanaman yang masih sehat. Tanaman mint dapat dipanen daunnya ketika sudah berwarna hijau segar atau tua. Tetapi, terkadang banyak juga yang memanen daun mint saat masih muda.

Daun mint dipanen dengan cara dipetik bisa pada bagian pucuk seperti daun teh atau dapat pada bagian bawah. Pemanenan tergantung pada kesesuaian kebutuhan.

Berikut ini kami sertakan video tutorial cara mudah stek mint Hidroponik

 

Demikian penjelasan tentang budidaya tanaman mint hidroponik dengan stek batang. Semoga artikel ini bermanfaat. Jika anda membutuhkan peralatan hidroponik seperti benih

tanaman, nutrisi AB Mix dan peralatan berkebun hidroponik lainnya silahkan SMS/WA ke 085838335000 dan untuk konsultasi dan sharing seputar hidroponik,

silahkan SMS/WA 081274874448

 

 

 

 

 

 

Inilah 10 Daftar Nama Selada Hidroponik

Haloo siapa yang pernah makan salad sayur?

Bagi yang pernah makan salad sayur pasti tidak asing dong dengan sayuran daun selada. Selada adalah sayuran daun yang identik dan wajib ada dalam salad sayur. Selada  dapat dikonsumsi dalam bentuk segar atau dalam kondisi mentah. Selada memang menjadi sayuran pilihan dalam salad karena memiliki rasa yang nikmat, segar dan renyah. 

Selada atau Lactuca sativa adalah sayuran daun yang umur panen sekitar 30 sampai 45 hari setelah tanam. Selada dapat dibudidayakan dengan sistem hidroponik seperti sistem NFT, sistem DFT, wick system, dutch bucket dan drip system. Selada yang ditanam menggunakan sistem hidroponik memiliki kualitas yang lebih baik karena lebih bersih, memiliki tekstur yang lebih halus dan renyah, memiliki umur panen yang lebih cepat, memiliki kandungan air yang lebih tinggi dan rasa yang lebih nikmat. Selada dapat menjadi sayuran yang dapat dibudidayakan oleh pemula hidroponik. 

Selada jenis apakah yang sering anda konsumsi ? Sudah tahukan anda ternyata ada banyak macam selada yang dapat dikonsumsi menjadi olahan yang nikmat. Inilah daftar macam selada yang dapat dikonsumsi dan dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik.

1. Selada Red Ava

(Foto selada red ava)

2. Selada Romaine 

(Foto Selada Romaine Hijau)

(Foto Selada Romaine Merah)

3. Selada Hijau 

4. Selada Kriebo

(Foto selada kriebo)

5. Selada Lollo Verde 

(Foto selada lollo verde)

6. Selada Siomak Batang

(Foto selada siomak batang)

7. Selada Butterhead 

(Foto selada butterhead hijau)

 

(Foto selada butterhead merah)

8. Selada Lollo Rosa 

(Foto selada lollo rosa)

9. Selada Green Oakleaf 

(Foto selada green oakleaf)

10. Selada Iceberg

(Foto selada iceberg)

Demikian penjelasan 10 daftar nama selada yang dapat ditanam dengan menggunakan sistem hidroponik. Semoga artikel ini bermanfaat. Jika anda membutuhkan peralatan hidroponik seperti benih tanaman, nutrisi ab mix dan peralatan berkebun hidroponik lainnya silahkan SMS/WA ke 085838335000 dan untuk konsultasi dan sharing seputar hidroponik silahkan SMS/WA 081274874448

 

Menanam Kangkung Menggunakan Media Tanam Sekam Bakar

Pernahkan anda menanam kangkung hidroponik ?

Media tanam apa yang pernah anda gunakan ? Rockwool ?

Bagaimana jika menanam kangkung tanpa menggunakan rockwool ?

Pasti anda bertanya-tanya bukan media apa yang digunakan untuk menanam selain rockwool.

Ya kini kami akan membagikan tips tentang menanam kangkung menggunakan media semai sekam bakar atau arang sekam dengan menggunakan sistem hidroponik DFT. Pasti anda bertanya- tanya apakah tidak terjadi penyumbatan jika menggunakan media semai arang sekam.

Kangkung adalah sayuran daun yang banyak sekali dikonsumsi sehingga permintaan dipasaran sangatlah tinggi. Kangkung memiliki rasa yang nikmat dan memiliki harga yang sangat ramah dikantong. Kangkung merupakan tanaman yang sangat mudah untuk dibudidayakan sehingga menjadi tanaman sayuran yang sangat wajib ditanam dihidroponik khususnya pemula hidroponik.

Biasanya kangkung ditanam menggunakan rockwool tetapi, kali ini kangkung dapat ditanam tanpa menggunakan rockwool tetapi menggunakan sekam bakar sebagai media semainnya. Sekam bakar adalah media yang berasal dari sekam padi yang dibakar sehingga bersifat steril dan netral. Setelah semai kangkung ditanam pada sistem DFT tanpa menggunakan media langsung  pada netpot dan dialiri dengan nutrisi AB Mix.

Ya berikut cara menanam kangkung dengan arang sekam.

  1. PERSEMAIAN

Persemaian dimulai dengan menyimapkan nampan yang telah dicuci bersih dan diberikan sekam bakar setebal 2 cm. Setelah itu benih ditaburkan dalam arang sekam dengan merata dan ditutup dengan menggunakan sekam bakarsecara tipis dan dibasahi dengan air secukupnya. Semaian diletakkan pada tempat yang terkena cahaya penuh dan dijaga kelembabannya.

  1. PINDAH TANAM DAN NUTRISI

Pindah tanam dilakukan ketika bibit kangkung berumur 7 hari setelah semai dan memiliki lebih dari 2 daun. Pindah tanam dapat dilakukan pada saat pagi atau sore hari. Pindah tanam dengan cara mencabut 5 sampai 9 bibit lalu dibersihkan akar bibit dengan air hingga akar tanaman bersih dan bebas dari arang sekam.

Setelah itu letakkan bibit kangkung pada netpot yang telah diletakkan pada paralon DFT. Aliri paralon dengan menggunakan air nutrisi dengan kepekatan 600 sampai 1000 ppm. Nutrisi yang diberikan ke dalam paralon untuk digenangkan dengan ketinggian minimal ¼ dari paralon. Cek kondisi nutrisi setiap hari dan sesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan tanaman.

  1. PANEN

Panen kangkung dapat dilakukan dengan menggunakan 2 cara yaitu dicabut dan dipotong agar dapat ditumbuhkan kembali. Kangkung yang dipanen dengan cara dicabut langsung diambil dengan netpotnya dan diletakkan pada baki yang telah disiapkan. Sedangkan kangkung yang dipanen dengan cara dipotong dapat dilakukan hingga 3 kali panen. Kangkung dipotong pada bagian batang bawah dan menyisakan sedikit batangnya agar dapat ditumbuhkan kembali. Nutrisi yang diberikan untuk kangkung yang sudah dipanen untuk ditumbuhkan sekitar 1000 ppm.

Demikianlah penjelasan tentang hidroponik sistem NFT, semoga bermanfaat. Jika anda memerlukan peralatan untuk hidroponik seperti benih, nutrisi dan peralatan lainnya silahkan SMS/WA ke 085838335000

Nutrisi AB Mix Hidroponik

Apakah itu air biasa atau ada nutrisinya ?

Apakah air nutrisi perlu ditambahkan ? kapan air nutrisi ditambahkan?

Apakah air nutrisi perlu diganti ? kapan air nutrisi perlu diganti?

Ya ini adalah pertanyaan yang sering muncul dalam hidroponik. Banyak sekali pertanyaan seperti ini yang diajukan oleh petani hidroponik khususnya untuk pemula hidroponik. Wajar saja pertanyaan ini sering muncul karena nutrisi merupakan bagian penting dalam berhidroponik. Tenang teman-teman hidroponik kali ini kami akan membantu menjelaskan tentang nutrisi dalam hidroponik.

Sebelumnya kita bahas dahulu tentang nutrisi hidroponik, nutrisi hidroponik adalah pupuk yang digunakan dalam sistem hidroponik yang terdiri dari stok A dan stok B atau yang sering kita sebut dengan Nutrisi AB Mix. Nutrisi AB Mix adalah komponen penting dalam berhidroponik karena mengandung unsur hara yang digunakan untuk menyupai kebutuhan tanaman.

Pertama Apakah itu air biasa atau ada nutrisinya yang digunakan untuk tanaman hidroponik?

Jadi untuk tanaman hidroponik yang digunakan adalah air yang ditambahkan dengan nutrisi. Nutrisi AB Mix atau pupuk adalah bagian terpenting dalam proses pertumbuhan. Penggunaan nutrisi berfungsi untuk meningkatkan produktifitas tanaman sehingga dapat memperoleh hasil yang optimal. Jadi status nutrisi dalam hidroponik adalah wajib adanya.

Dalam pupuk mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk proses fotosintesis, sehingga menjadikan hal yang pokok dalam pertumbuhan hidroponik. Air merupakan pelarut nutrisi pekatan sekaligus kebutuhan untuk proses fotosintesis tanaman.

Kedua Apakah air nutrisi perlu ditambahkan ? kapan air nutrisi ditambahkan

Jadi air nutrisi harus ditambahkan ketika nutrisi yang telah diberikan untuk tanaman sudah terserap oleh akar tanaman. Misalkan saat tanaman kangkung pindah tanam diberikan nutrisi 500 ppm, setelah itu berumur 7 hst daun menjadi kuning berarti kita harus menambah tingkat kepekatan nutrisinya menjadi 600 ppm sampai 700 ppm.

Menambah nutrisi juga dapat dilakukan saat terjadinya perubahan warna atau kepekatan dalam nutrisi. Selain itu, kita harus rajin melakukan cek nutrisi menggunakan TDS Meter sehingga kita tau perubahan ppm dalam nutrisi sehingga kita bisa menambahkan  kebutuhan nutrisi.

Ketiga Apakah air nutrisi perlu diganti ? kapan air nutrisi perlu diganti?

Jadi air nutrisi untuk tanaman dapat diganti dan dapat juga hanya ditambahkan saja. Nutrisi dapat diganti saat dalam kondisi jenh dan kotor. Kondisi kotor adalah ketika nutrisi dalam bak nutrisi atau tandon sudah mengandung banyak lumut atau bahkan alga yang dapat mengganggu proses pertumbuhan dan sirkulasi nutrisi.

Nutrisi dalam kondisi jenuh harus dilakukan pergantian seperti terlalu sering terjadi pengendapan dan kondisi kepekatan ppm nutrisi yang tidak stabil. Nutrisi dapat diganti saat kondisi air nutrisi dalam tandon atau nutrisi dalam keadaan panas atau suhu yang terlalu tinggi. Suhu air nutrisi yang terlalu tinggi menyebabkan terganggunya sistem pertumbuhan tanaman.

Demikianlah penjelasan tentang hidroponik sistem NFT, semoga bermanfaat. Jika anda memerlukan peralatan untuk hidroponik seperti benih, nutrisi dan peralatan lainnya silahkan SMS/WA ke 085838335000

Inilah Cara Mudah Menanam Selada Menggunakan Sistem Hidroponik NFT

Inilah cara mudah menanam selada menggunakan sistem hidroponik NFT beserta dengan video tutorialnya.

NFT atau Nutrient Film Technique adalah sistem dalam hidroponik yang menggunakan sirkulasi nutrisi 24 jam dengan aliran tipis seperti film. Sistem NFT menggunakan gully sebagai instalasi dengan kemiringan 1 sampai 5 derajat. Kemiringan ini berfungsi untuk mempermudah dalam mengalirkan nutrisi. Sistem NFT menggunakan listrik untuk mengalirkan nutrisi.

Keuntungan dari sistem NFT ini adalah umur panen lebih cepat, kebutuhan nutrisi selalu tercukupi, kebutuhan oksigen tercukupi, kecil terjadinya resiko akar busuk, pertumbuhan tanaman lebih seragam, mudah dalam monitoring tanaman dan cek tanaman dan mudah perawatan.

Terdapat banyak sekali tanaman yang dapat ditanam menggunakan sistem NFT terutama tanaman sayuran daun yang memiliki umur pendek. Selada adalah tanaman yang sering dipilih untuk sistem NFT. Terdapat beberapa langkah mudah yang dapat dilakukan untuk menaman selada menggunakan sistem NFT, antara lain:

1. Siapkan benih selada Green coral dan semai menggunakan rockwool satu benih per lubang tanam. Kemudian benih yang telah disemai diletakkan di tempat yang cukup cahaya dijaga kelembabannya.

2. Setelah benih tumbuh menjadi bibit sekitar umur 7 sampai 12 hari setelah semai atau sudah keluar daun sejatinya bisa dipindah tanam ke gully peremajaan dengan jarak tanam sekitar 10 cm. Bibit dimasukkan dalam netpot yang telah diletakkan di gully dan pastikan rockwool menyentuh dasar netpot agar teraliri nutrisi.

3. Nutrisi diberikan sejak awal pindah tanam, karena menggunakan satu bak nutrisi dalam satu instalasi untuk peremajaan dan pembesaran maka diberikan 1200 ppm untuk semua umur tanaman.

4. Setelah tanaman sudah lebih dewasa atau kanopi daun sudah mulai terbuka sempurna dan sudah mulai saling menaungi dapat dipindahkan ke gully pembesaran atau yang menggunakan jarak tanam lebih lebar sekitar 20 cm perlubang tanam.

5. Panen selada hidroponik berumur sekitar 30 sampai 40 haris setelah tanam. Cara panen dapat dilepas penopang netpot atau tutup gully supaya akar tanam tidak mengotori dan tertinggal didalam gully sehingga tidak terjadi penyumbatan pada gully.

Demikianlah penjelasan tentang hidroponik sistem NFT, semoga bermanfaat. Jika anda memerlukan peralatan untuk hidroponik seperti benih, nutrisi dan peralatan lainnya silahkan SMS/WA ke 085838335000

Menanam Selada Menggunakan Sistem Wick Hidroponik

0

Selada atau (Lactuca Sativa L.) adalah jenis sayuran daun yang banyak konsumsi sehingga menyebabkan permintaan di pasar meningkat. Jumlah permintaan yang meningkat karena selada memiliki keunggulan dan manfaat untuk dikonsumsi. Sayuran daun ini sering dikonsumsi dalam bentuk segar atau dijadikan olahan tertentu seperti salad, lalapan dan lainnya.

Ada beberapa jenis selada antara lain selada hijau, selada kriebo, selada merah dan selada romain. Selada memiliki umur panen 25 sampai 35 hari setelah tanam. Selada memiliki rasa yang sedikit pahit dan ada juga yang memiliki rasa manis. Selada dapat ditanam dengan menggunakan sistem hidroponik seperti sistem NFT, sistem DFT, Wick system dan Drip System. Salah satu sistem hidroponik yang dapat digunakan untuk menanam selada skala rumahan atau hobi adalah system wick. Selada yang ditanam menggunakan sistem hidroponik memiliki keunggulan seperti umur panen lebih cepat, akar lebih bersih, tanaman memiliki tekstur yang lebih halus dan renyah.

(Selada yang ditanam menggunakan wick system)

System wick atau sistem sumbu adalah sistem yang menggunakan sumbu (kain flanel) sebagai penggerak nutrisi naik ke akar tanaman atau sering disebut dengan kapilaritas. Wick system merupakan sistem yang cukup mudah, tidak menggunakan listrik, biaya yang dikeluarkan lebih terjangkau dan dapat memanfaatkan barang disekitar kita.

Berikut ini kami akan menjelaskan 7 cara mudah menanam selada hidroponik wick system, diantaranya:

1. Persiapan Alat dan Bahan

Alat dan bahan adalah bagian yang harus disiapkan dalam setiap sistem tanam. Alat yang harus persiapkan adalah TDS Meter, pH meter, netpot ukuran 5 cm, kain flanel, impraboard, bak nutrisi, holesaw, bor listrik, gunting, gergaji, nampan semai, tusuk gigi dan gelas ukur. Sedangkan bahan yang digunakan adalah nutris AB Mix sayuran daun, benih selada, air dan rockwool.

Setelah disiapkan semuanya, dapat memotong impraboard dan melubanginya dengan holesaw dan bor listrik. Kemudian memulai dengan memilih media tanam, melakukan proses semai, pindah tanam, pemberian nutrisi, pemeliharaan dan panen.

2. Pemilihan Media Tanam

Media tanam adalah tempat untuk benih, bibit dan tanaman tumbuh dan berkembang. Media untuk selada cukuplah satu saja mulai dari semai hingga panen. Media yang direkomendasikan adalah rockwool. Rockwool adalah media tanam yang terbuat dari batuan yang memiliki kualitas menyimpan dan menyerap air dan nutrisi dengan baik.

Untuk mendapatkan hasil yang baik gunakan rockwool hanya untuk sekali tanam saja. Harga rockwool cukuplah terjangkau dan mudah untuk didapatkan. Untuk proses tanam ketebalan media rockwool mampu mempengaruhi daya berkecambah dan tumbuh tanaman.

3. Persemaian

Persemaian selada dapat dimulai dengan memilih benih yang sehat, unggul, tahan terhadap penyakit dan memiliki daya tumbuh berkecambah yang bagus. Benih selada disemai pada pagi atau sore hari dengan satu benih untuk satu lubang tanam. Semaian diberi air secukupnya dan dijaga kelembabannya.

(Hasil semaian selada)

Jumlah air yang diberikan tidaklah air yang berlebih atau kurang. Bila perlu setiap pagi hasil semaian bisa dispray menggunakan air bersih pada bagian daunnya. Semaian diletakkan di tempat yang cukup cahaya dan hindari meletakkan semaian di tempat yang gelap.

4. Pindah Tanam

Pindah tanam adalah proses bibit dari persemaian dipindahkan ke sistem utama untuk memulai mendapatkan kebutuhan unsur hara tanaman. Umur pindah tanam bibit selada berkisar 8 sampai 12 hari setelah semai. Selain itu, dapat melihat cir-ciri bibit sudah keluar daun sejatinya atau jumlah daun lebih dari 2 daun.

(Pindah tanam bibit selada dari semaian ke netpot)

Pindah tanam dapat dilakukan dengan cara memindahkan bibit dari semaian kedalam netpot yang sudah diberi kain flanel sebagai kapilaritasnya. Pindah tanam dapat dilakukan ketika pagi atau sore hari dalam kondisi sejuk. Jarak tanam yang ideal untuk bibit selada 20 cm per tanaman atau sesuai dengan kanopi tanaman. Letakkan selada ditempat yang cukup cahaya atau sinar matahari.

5. Nutrisi

Nutrisi adalah bagian penting dalam hidroponik karena sebagai penyuplai kebutuhan unsur hara tanaman. Nutrisi untuk hidroponik khususnya tanaman selada adalah nutrisi AB Mix sayuran daun. Nutrisi AB mix untuk selada dapat diaplikasikan mulai tanaman selada pindah tanam.

(Nutrisi AB Mix sayuran daun)

Bibit selada yang sudah pindah tanam dapat diberikan nutrisi 600 sampai 700 ppm. Setelah itu setiap minggunya bisa dilakukan penambahan nutrisi antara 800 sampa 1200 ppm tergantung kondisi tanaman. Kondisi tanaman yang dimaksud adalah ketika tanaman diberikan 800 ppm tetapi terjadi kekurangan nutrisi dengan menunjukkan perubahan seperti daun menguning bisa dinaikkan menjadi 900 ppm.

Selain memberikan nutrisi pada selada setiap hari wajib melalukan cek nutrisi. Cek nutrisi untuk mendapatkan kesesuaian unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Cek nutrisi dapat menggunakan TDS Meter untuk mendapatkan nilai keakuratan. Kondisi nutrisi harus sering dicek atau diaduk untuk menghindari pengendapan nutrisi. 

(Proses pengadukan nutrisi agar tidak mengendap)

6. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman selada hidroponik dapat dilakukan monitoring setiap hari dengan cara cek pH, cek kondisi tanaman untuk OPT atau Organisme Pengganggu Tanaman atau Hama dan penyakit dan cek suhu tanaman. Cek pH dapat dilakukan seminggu sekali dengan menggunakan Ph meter. Cek kondisi tanaman dapat dilakukan dengan cek tanaman dengan melihat perubahan yang terdapat oleh tanaman. 

(Cek pH air nutrisi)

Tanaman yang memiliki perubahan seperti warna, bentuk hanya terdapat dibeberapa tanaman saja berarti dapat dikategorikan tanaman sakit. Namun jika perubahan terjadi pada semua tanaman dapat dikategorikan tanaman terjadi defisiensi unsur hara atau kelebihan/kekurangan nutrisi. Hama tanaman dapat dilakukan dengan pengendalian mekanik dengan diambil secara manual jika penyerangan hama masih dalam skala kecil atau dapat memanfaatkan musuh alami atau memutus siklus hidup hama tersebut. Jika penyerangan dalam skala besar dapat menggunakan pestisida organik dari ekstrak tanaman atau pertisida anorganik sebagai pilihan terakhir. Penggunaan pestida anorganik harus dilakukan dengan tepat jenis, tepat dosis dan tepat waktu.

7. Panen

Panen adalah proses yang ditunggu oleh petani karena dapat merasakan dari proses tanam. Panen selada hidroponik dapat dilakukan ketika daun sudah berwarna hijau sempurna, segar dan berumur sekitar 25 sampai 35 hari setelah tanam.

(Selada yang sudah siap dipanen)

Selada dapat dipanen dengan cara dirompes sesuai dengan kebutuhan atau dipanen dengan cara dicabut.

Demikianlah penjelasan menanam selada dengan menggunakan wick system dan semoga bermanfaat. Bagi anda yang membutuhkan peralatan berkebun hidroponik silahkan kunjungi www.hidroponikpedia.com atau bisa langsung SMS/WA ke 085838335000.

 

Budidaya Mentimun Sistem Hidroponik DFT

2

Sudah pernahkah anda menanam sayuran buah dengan menggunakan sistem hidroponik?

Sayuran buah apa saja yang pernah anda tanam menggunakan sistem hidroponik? dan sistem hidroponik apa yang pernah anda gunakan?

Kali ini kami akan menjelaskan tentang cara menanam mentimun dengan menggunakan sistem hidroponik DFT (Deep Flow Technique). Sebelum kita jelaskan tahapan-tahapan menanam mentimun dengan hidroponik DFT, terlebih dahulu kita jelaskan tentang tanaman mentimun dan hidroponik sistem DFT.

Mentimun atau timun adalah sayuran buah yang memiliki jumlah permintaan yang cukup tinggi. Mentimun dapat dikonsumsi dalam bentuk segar atau dimasak menjadi olahan tertentu. Mentimun memiliki beberapa jenis warna antara lain mentimun hijau dan mentimun kuning atau yang sering disebut timun emas.

(Foto mentimun jepang)

Mentimun atau Cucumis sativus L merupakan buah yang memiliki manfaat menjaga kesehatan tulang, menjaga kesehatan kulit, mencegah penyakit kanker, mengendalikan tekanan darah, mengandung antioksidan dan mengurangi resiko penyakit jantung. Dalam buah mentimun memiliki kandungan vitamin A, C, E dan K.

Sistem DFT adalah sistem dalam hidroponik yang menggunakan sirkulasi nutrisi 24 jam dengan membuat genangan minimal ¼ dari pipa. Genangan ini berfungsi agar akar tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup dan jika terjadi listrik padam akar tanaman akan tetap mendapatkan suplay nutrisi.

(Foto mentimun jepang yang ditanam menggunakan sistem DFT)

Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan langkah menanam mentimun sistem hidroponik DFT:

1. Persemaian

Persemaian dilakukan dengan cara memilih benih yang memiliki kualitas yang unggul, sehat dan bersih. Benih yang digunakan untuk persemaian adalah benih yang memiliki kualitas unggul, sehat, tahan penyakit dan bersih. Selain pemilihan benih dalam persemaian perlu memperhatikan media semai yang sesuai seperti rockwool. Persemaian dimulai dengan menyemai benih ke rockwool yang telah dilubangi dan dijaga kelembabannya setiap hari. Semaian diletakkan pada tempat yang cukup cahaya untuk mempercepat proses perkecambahannya. Hindari meletakkan semaian di tempat yang kurang cahaya atau gelap karena akan menyebabkan semaian mengalami etiolasi. 

2. Pindah Tanam

Pindah tanam dilakukan saat bibit timun sudah memiliki daun sejati 3 sampai 5 daun dan batang bibit yang sudah kokoh. Bibit dipindahkan ke netpot yang sudah diberikan kain flanel dan diletakkan di instalasi DFT. Jarak tanam yang digunakan untuk bibit mentimun adalah 20 sampai 25 cm. Saat pindah tanam bibit sudah mulai diaplikasikan nutrisi AB Mix. Pindah tanam sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari saat kondisi sejuk. 

3. Pemberian Nutrisi

Pemberian nutrisi untuk mentimun dilakukan mulai tahap pindah tanam hingga panen. Nutrisi yang digunakan untuk mentimun adalah nutrisi AB Mix khusus sayuran buah. Saat pindah tanam nutrisi diberikan 700 ppm sampai 800 ppm. Selanjutnya, untuk ketahap selanjutnya dapat dinaikkan menjadi 1000 sampai 1700 ppm. Cek nutrisi dapat dilakukan dengan menggunakan TDS Meter apakah ppm sudah sesuai dengan kebutuhan tanaman. Misalkan ppm yang diberikan 800 ppm akan tetapi tanaman mengalami perubahan fisik karena kekurangan nutrisi dan dapat dinaikkan ppmnya.

4. Pemeliharaan

Pemeliharan meliputi cek nutrisi, cek pH, cek kondisi tanaman dan cek kondisi lingkungan tanaman. Cek pH dapat menggunakan pH meter, pH yang sesuai untuk mentimun sekitar 5,5 sampai 6,0. Cek kondisi tanaman adalah dengan melihat fisik tanaman apakah ada gejala abnormal dalam pertumbuhannya.

(Foto tanaman mentimun yang sudah dipasang tali ajir). 

Cek lingkungan berfungsi untuk melihat OPT yang ada dalam pertumbuhan tanaman. Ketika bibit yang dilakukan pindah tanam sudah tumbuh lebih besar dapat dipasangkan tali ajir agar tanaman tidak roboh dan tumbuh ke atas.

5. Panen

(Foto hasil panen mentimun)

Panen dilakukan ketika tanaman mentimun berumur sekitar 60 sampai 90 hari. Mentimun dapat dipanen hingga 2 kali panen, setelah panen pertama dapat tetap dialiri nutrisi untuk melanjutkan penen kedua. Ciri-ciri fisik mentimun yang siap panen adalah ukuran yang dikira cukup besar dan memiliki warna hijau yang mengkilap.

Demikianlah penjelasan dari artikel budidaya mentimun sistem hidroponik DFT dan semoga artikel ini bermanfaat. Jika anda memerlukan peralatan untuk berhidroponik seperti benih, media tanam, nutrisi AB Mix dan peralatan yang lain silahkan SMS/WA 085838335000 atau kunjungi link http://www.hidroponikpedia.com. Untuk konsultasi dan sharing seputar Hidroponik silahkan SMS/WA 081274874448.