Menanam Kangkung Tanpa Rockwool

Pernahkah anda menanam kangkung hidroponik? Bingung berapa jumlah benih per rockwool? atau anda bingung untuk mendapatkan rockwool?

Kali ini kami akan menjelaskan tentang menanam kangkung tanpa rockwool. Kok bisa dan bagaimana pertumbuhannya ? yuk simak sampai akhir artikel ini.

Kangkung atau iphomoea aquatica adalah sayuran daun berwarna hijau yang memiliki umur panen yang cukup singkat. Kangkung dapat ditanam menggunakan sistem hidroponik dengan umur panen 14 – 25 hari setelah tanam.

Kangkung 

Kangkung merupakan sayuran daun yang cukup mudah untuk ditanam dan dibudidayakan. Sehingga sayuran daun yang satu ini sangat direkomendasikan untuk pemula hdiroponik.

Kangkung dapat ditanam dengan menggunakan semua jenis sistem hidoponik. System wick atau sistem sumbu, sistem NFT, sistem DFT, sistem sederhana, system drip dan sistem dutch bucket.

Sangat direkomendasikan untuk pemula hidroponik karena bisa dan sangat cocok menggunakan system wick. Sedangkan system wick adalah sistem yang cocok untuk pemula hidroponik.

Menanam dengan menggunakan sistem hidroponik identik dengan media tanam rockwool. Kenapa? karena rockwool adalah media yang mudah didapat, efisien, netral, steril dan memiliki harga yang terjangkau.

Akan tetapi, terdapat teknik menanam tanpa menggunakan rockwool sehingga dapat menjadikan biaya tanam lebih murah. Kita dapat memanfaatkan paralon bekas untuk menanam kangkung.

Kok bisa ya dan apa kelebihannya ? pasti itu pertanyaan yang akan muncul. Tapi tenang akan dijelaskan kenapa menggunakan paralon bekas atau tanpa rockwool lebih menguntungkan.

Paralon bekas atau barang bekas dari sisa pembuatan instalansi biasanya dibiarkan saja karena dianggap tidak dapat digunakan lagi. Tidak dapat digunakan lagi karena ukuran yang terlalu kecil sehingga bingung mau dipakai dan dimanfaatkan untuk apa.

Menggunakan paralon bekas memiliki kelebihan yaitu dapat memanfaatkan barang bekas, tidak rumit, mudah aplikasi, dapat digunakan berkali-kali dan murah atau tidak beli. Mudah diaplikasikan dan tidak rumit dikarenakan tidak perlu melubangi media tanam seperti menanam menggunakan media rockwool.

Persiapan alat dan bahan untuk menanam kangkung tanpa rockwool 

Alat dan bahan yang perlu persiapkan adalah benih kangkung, paralon bekas, nampan plastik, air, benih kankung, nutrisi AB Mix dan sistem hidroponik. Kami mencontohkan paralon bekas ukuran 0,5 inci, akan tetapi jika sisa paralon bekasnya ukurannya lebih besar tetap dapat digunakan dan jumlah benih menyesuaikan.

Paralon bekas 0,5 inci dapat dipotong sama rata atau disamakan ukurannya menjadi 4 – 5 cm. Setelah disama ratakan ukurannya jangan lupa dicuci sampai bersih paralon.

Semaian benih kangkung dalam paralon

Paralon diletakkan dinampan plastik dan ditata dengan rapi, setelah itu paralon diisi benih kangkung 6-8 benih. Selanjutnya bisa menambahkan air pada nampan dengan ketinggian air 0.25 cm untuk kebutuhan air tanaman dan langsung diletakkan dibawah sinar matahari.

Setiap hari air selalu dicek semaian dengan melihat kebutuhan air, cahaya dan kebersihan lingkungan semai. Jika air yang diberikan dianggap terlalu berlebih dapat dikurangi jumlah air dalam nampan.

Proses cek kondisi semaian pada jumlah air dan cahaya 

Setelah semaian sudah tumbuh menjadi bibit dan sudah keluar daun sejatinya atau daun sudah lebih dari 3 bisa dilakukan pindah tanam.

Pindah tanam dilakukan untuk mempermudah  pembesaran dan pertumbuhan tanaman kangkung. Kangkung yang dipindah tanam ke sistem hidroponik dapat menggunakan sistem yang dikehendaki.

Proses pindah tanam bibit kangkung ke sistem hidroponik 

Cara pindah tanamnya cukuplah mudah dengan mengambil bibit pada per paralon dan langsung dimasukkan ke netpot yang telah disiapkan pada sistem hidroponik. Setelah itu tinggal mengaplikasikan nutrisi AB mix.

Nutrisi AB Mix diaplikasikan saat pindah tanam mulai dari 500 – 600 ppm. Selanjutnya, kepekatan nutrisi tanaman hingga panen ppm mengikuti kondisi tanaman.

Kangkung dapat dilakukan pemanenan sekitar umur 14 – 25 hari setelah tanam. Kangkung dapat dipanen hingga 3 kali pemanenan dengan cara dirompes.

Demikianlah penjelasan tentang menanam kangkung hidroponik tanpa rockwool. Semoga artikel ini bermanfaat. Jika anda membutuhkan peralatan dan perlengkapan hidroponik silahkan SMS/WA ke 085838335000

Selain menggunakan cara di atas, Anda juga bisa menggunakan cara seperti video di bawah ini:

Artikel Lainnya

Instalasi hidroponik dengan peralatan modern yang menunjukkan pentingnya sistem dibanding hanya alat mahal

Peralatan Mahal Tidak Akan Menyelamatkan Sistem yang Salah

Ketika hasil hidroponik tidak sesuai harapan, salah satu respons yang paling sering muncul adalah mengganti atau menambah peralatan. Pompa diganti dengan yang lebih kuat. Sistem...
Prinsip Dasar Hidroponik
2
minutes
Petani hidroponik memeriksa instalasi dan mencatat biaya operasional kecil sebagai bagian dari pengelolaan sistem

Tips Mengelola Hidroponik agar Tidak Habis di Biaya Tak Terlihat

Dalam banyak perhitungan usaha hidroponik, biaya yang dihitung biasanya hanya yang terlihat jelas: nutrisi, listrik, benih, media tanam, dan mungkin tenaga kerja. Namun yang sering...
Prinsip Dasar Hidroponik
2
minutes
Petani hidroponik sedang menghitung biaya operasional dan mencatat data sebagai bagian dari strategi bertahan

Tips Menghitung Hidroponik dari Sisi Bertahan, Bukan Panen

Dalam banyak perhitungan usaha hidroponik, pertanyaan pertama yang muncul hampir selalu sama: berapa hasil panen dan berapa omzet yang bisa didapat? Padahal pertanyaan yang lebih...
Prinsip Dasar Hidroponik
2
minutes
Instalasi hidroponik skala kecil yang tertata rapi sebagai contoh skala awal yang terkendali

Tips Menentukan Skala Hidroponik yang Masuk Akal untuk Pemula

Menentukan skala adalah salah satu keputusan paling krusial saat memulai hidroponik. Terlalu kecil bisa membuat usaha tidak efisien. Terlalu besar bisa membuat sistem tidak...
Prinsip Dasar Hidroponik
2
minutes
spot_imgspot_img