Cara Menanam Selada Hidroponik

Ingin menanam selada hidroponik sendiri di rumah?

Ingin ber-hidroponik dengan sistem yang paling sederhana?

Jika anda suka salad, pasti sudah tidak asing lagi dengan Selada Hijau (lettuce). Sekarang, anda bisa menanam sendiri di rumah, berikut ini adalah langkah-langkah menanam Selada Hidroponik menggunakan sistem yang paling sederhana.

Sebelum Anda melanjutkan membaca, silakan simak video ini terlebih dahulu:

STEP 1

Siapkan alat dan Bahan:

  1. Gergaji Besi
  2. Sprayer/Penyemprot air
  3. Pinset
  4. Rockwool
  5. Benih Selada Hijau
  6. Sistem Hidroponik (Wick Sederhana)

cara-menanam-selada-hidroponik-01

STEP 2

Rendam benih menggunakan air biasa selama 12-24 Jam.

cara-menanam-selada-hidroponik-02

STEP 3

Setelah 12-24 Jam, benih akan sprout seperti pada gambar di bawah ini.

cara-menanam-selada-hidroponik-03

STEP 4

Siapkan media tanam, potong rockwool setebal 2,5 cm. Iris memanjang sedalam kurang lebih 1 cm menjadi 3 bagian dan iris melintang menjadi 6 bagian sedalam 1 cm. Lihat gambar di bawah ini untuk detailnya.

cara-menanam-selada-hidroponik-04

STEP 5

Lubangi setiap kotak rockwool menggunakan tusuk gigi atau dengan pinset.

cara-menanam-selada-hidroponik-05

STEP 6

Taruh benih ke dalam lubang dengan posisi kecambah di bawah (1 lubang diisi 1 benih)

cara-menanam-selada-hidroponik-06

STEP 7

Setelah semua lubang terisi, basahi rockwool menggunakan sprayer/semprotan dengan kekuatan air yang lembut. Taruh semaian di tempat terbuka yang cukup sinar matahari.

cara-menanam-selada-hidroponik-07

STEP 8

Pada tahap ini adalah tahap perawatan semai, jaga rockwool agar tetap lembab (tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering)

cara-menanam-selada-hidroponik-08

Keterangan gambar: Selada umur 3 Hari setelah semai.

STEP 9

Gambar di bawah ini adalah Selada yang berumur 7 hari setelah semai. Ada beberapa referensi yang memperbolehkan menyiram/membasahi rockwool menggunakan Nutrisi Hidroponik PPM rendah, namun pada praktek kali ini kita masih memakai air biasa untuk membasahi rockwool karena bila memakai air nutrisi akan mempercepat tumbuhnya lumut.

cara-menanam-selada-hidroponik-09

STEP 10

Setelah berumur 12 atau sesudah berdaun 4, waktunya untuk dipindah ke sistem hidroponik (pindah tanam)

cara-menanam-selada-hidroponik-10

STEP 11

Pisahkan/potong rockwool berdasarkan irisan yang dibuat pada step awal. Apabila susah untuk memisahkan rockwool, maka bisa menggunakan cutter untuk memotong rockwool sampe terpisah. Taruh potongan rockwool ke dalam netpot yang sudah dikasih flanel (sumbu)

cara-menanam-selada-hidroponik-11

STEP 12

Letakkan netpot ke dalam sistem hidroponik, kali ini kita menggunakan Mini Rakit apung atau ada yang menyebutnya sistem WICK.

Pada tahap ini, kepekatan nutrisinya adalah 600 ppm.

cara-menanam-selada-hidroponik-12

STEP 13

Tahap selanjutnya adalah pembesaran. Yang perlu diperhatikan pada tahap-tahap ini adalah kepekatan nutrisi harus dijaga tetap stabil dan jangan sampai kekeringan atau kehabisan air nutrisi.

cara-menanam-selada-hidroponik-13

Keterangan gambar: Selada umur 5 HST (Hari Setelah Tanam)

STEP 14

Setelah selada umur 10 HST, kepekatan nutrisi dinaikkan menjadi 800 ppm.

cara-menanam-selada-hidroponik-14

STEP 15

Kepekatan nutrisi dinaikan lagi menjadi 1.000 ppm apabila sudah memasuki umur 15 HST.

cara-menanam-selada-hidroponik-17

STEP 16

Setelah memasuki umur 20 HST, naikkan kepekatan nutrisi menjadi 1200 ppm. Usahakan bak air nutrisi tetap bersih, apabila sudah ada kotoran atau keruh, ganti dengan air nutrisi yang baru. Hal ini sangat penting dilakukan karena akan berpengaruh terhadap penyerapan nutrisi oleh akar dan akan menentukan pertumbuhan tanaman.

cara-menanam-selada-hidroponik-18

STEP 17

Masa panen selada adalah sekitar 30 – 40 HST, ada beberapa yang lebih suka memanen selada baby, yaitu sebelum berumur 30 HST.

cara-menanam-selada-hidroponik-19

Selamat mencoba 🙂

Demikian Step by Step Cara Menanam Selada Hidroponik,

Anda bisa melihat update foto hidroponik disini:

INSTAGRAM: https://www.instagram.com/masbayoe/
INSTAGRAM: https://www.instagram.com/hidroponikpedia/

Silakan Share artikel ini untuk keluarga dan teman dekat anda 🙂

Save

Artikel Lainnya

Instalasi hidroponik dengan peralatan modern yang menunjukkan pentingnya sistem dibanding hanya alat mahal

Peralatan Mahal Tidak Akan Menyelamatkan Sistem yang Salah

Ketika hasil hidroponik tidak sesuai harapan, salah satu respons yang paling sering muncul adalah mengganti atau menambah peralatan. Pompa diganti dengan yang lebih kuat. Sistem...
Prinsip Dasar Hidroponik
2
minutes
Petani hidroponik memeriksa instalasi dan mencatat biaya operasional kecil sebagai bagian dari pengelolaan sistem

Tips Mengelola Hidroponik agar Tidak Habis di Biaya Tak Terlihat

Dalam banyak perhitungan usaha hidroponik, biaya yang dihitung biasanya hanya yang terlihat jelas: nutrisi, listrik, benih, media tanam, dan mungkin tenaga kerja. Namun yang sering...
Prinsip Dasar Hidroponik
2
minutes
Petani hidroponik sedang menghitung biaya operasional dan mencatat data sebagai bagian dari strategi bertahan

Tips Menghitung Hidroponik dari Sisi Bertahan, Bukan Panen

Dalam banyak perhitungan usaha hidroponik, pertanyaan pertama yang muncul hampir selalu sama: berapa hasil panen dan berapa omzet yang bisa didapat? Padahal pertanyaan yang lebih...
Prinsip Dasar Hidroponik
2
minutes
Instalasi hidroponik skala kecil yang tertata rapi sebagai contoh skala awal yang terkendali

Tips Menentukan Skala Hidroponik yang Masuk Akal untuk Pemula

Menentukan skala adalah salah satu keputusan paling krusial saat memulai hidroponik. Terlalu kecil bisa membuat usaha tidak efisien. Terlalu besar bisa membuat sistem tidak...
Prinsip Dasar Hidroponik
2
minutes
spot_imgspot_img