Home Blog Page 12

Cara Menanam Sawi Hidroponik

0

Anda pernah makan Sawi/Caisim?
Ingin menanam sendiri di rumah?

Dalam video ini disampaikan bagaimana cara menanam sawi menggunakan metode hidroponik yang paling sederhana.

Tutorial menanam sawi Hidroponik ini disampaikan secara Step by Step sehingga mudah dipraktekkan di rumah.

Penasaran bagaimana caranya?
Simak video ini sampai selesai yaa.

 

Cara Menanam Hidroponik dengan Botol Bekas

0

Hidroponik itu MUDAH dan MURAH…!

Anda bisa memanfaatkan barang bekas di sekitar anda untuk menanam sayuran.
Salah satunya adalah menggunakan Botol Bekas air mineral, anda bisa memanfaatkan sebagai tempat menanam sayuran.

Dalam video ini disampaikan tutorialnya bagaimana cara membuat hidroponik menggunakan botol bekas yaitu Hidroponik Sistem Wick.

Yang perlu anda siapkan hanyalah:
1. Botol Bekas (ukuran 1,5 Liter)
2. Kain Flanel
3. Plastik Hitam

Bagaimana cara membuatnya? Simak Video ini sampai selesai…!

==========================================

Jangan lupa Subscribe Channel ini:

https://www.youtube.com/channel/UCPr0g2avYYKv0Eg5QM2rStw

Cara Membuat AB Mix (Nutrisi Hidroponik)

0

Nutrisi Hidroponik merupakan kunci utama dalam berhidroponik, kita bisa membeli/meracik sendiri nutrisi hidroponik tersebut.

Pupuk Hidroponik sering disebut juga Nutrisi AB Mix karena pada umumnya terdiri dari 2 kemasan yaitu kemasan A dan kemasan B.

Nutrisi yang tersedia di pasaran rata-rata masih dalam bentuk kemasan serbuk, jadi kita harus melarutkan sendiri supaya bisa dipakai dan diaplikasikan dalam Sistem Hidroponik.

Dalam Video ini dipraktekkan bagaimana Cara Melarutkan Nutrisi AB Mix dari bentuk serbuk menjadi cair sehingga bisa diaplikasikan ke sistem hidroponik.

Dipraktekkan juga bagaimana cara penggunaan Pupuk Hidroponik AB Mix untuk tanaman.

Adapun alat dan bahan yang diperlukan adalah:
1. Botol 500 mL (2 buah)
2. Gelas Ukur 500 mL (2 buah)
3. Pengaduk (2 buah)
4. Nutrisi Hidroponik (AB Mix) Kemasan 100 Liter (0,5 Liter Pekatan)

Catatan penting:
1. Gunakan pengaduk yang berbeda seperti pada video ini untuk menghindari tercampurnya bahan dalam kemasan A dengan bahan dalam kemasan B.
2. Nutrisi bisa disimpan lama (tidak langsung dipakai semua) dan kualitas masih bagus selama penyimpanannya di tempat tidak lembab dan tidak terkena sinar matahari langsung.

==========================================

Jangan lupa Subscribe Channel ini: https://hdrpnk.com/sbsytb

FOLLOW US
INSTAGRAM: https://www.instagram.com/hidroponikpedia/

Nantikan video Tutorial selanjutnya…!

Inilah 5 Peralatan Hidroponik untuk Pemula

0

Anda baru memulai ber-hidroponik?

Masih bingung apa saja yang harus disiapkan?

Tonton Video ini sampai selesai…

Dalam video ini disampaikan 5 alat yang harus dipersiapkan ketika anda ingin memulai bertanam dengan sistem hidroponik sederhana.

Jika anda suka dengan video ini, silakan Subscribe disini: https://hdrpnk.com/sbsytb

Jangan lupa kunjungi website kami di: https://hidroponikpedia.com

Nantikan video Tutorial selanjutnya…!

[VIDEO] Cara Mudah Melubangi Pipa Hidroponik

0

Anda ingin membuat Hidroponik menggunakan pipa?
Masih bingung cara melubangi pipa nya?

Simak video ini sampai selesai…!

Jika anda membuat sistem Hidroponik Model DFT atau sistem apapun yang memakai Pipa, pasti tidak lepas dari proses melubangi Pipanya.

Pada tutorial kali ini dijelaskan tentang Cara Melubangi Pipa PVC untuk HIDROPONIK menggunakan Hole Saw atau Mata Bor Bulat.

Yang dipakai disini adalah Hole Saw Kits merk Benz, anda bisa membelinya disini: http://hidroponikshop.com/hole-saw-kits/

Hole Saw Kits ini berisi beberapa jenis ukuran Mata Bor bulat, jadi memungkinkan anda untuk menggunakan sesuai dengan kebutuhannya.

Nantikan Tutorial selanjutnya, jangan lupa untuk Subscribe Channel ini di:
https://hdrpnk.com/sbsytb

[FAQ] Tanaman Hidroponik yang Paling Mudah ditanam

3

tanaman selada

Pertanyaan:

Tanaman apa yang paling mudah ditanam untuk pemula?

Jawab: SELADA.

Kenapa?

1. Selada mudah sekali sprout (tumbuh) pada saat pembibitan.

Sangat mudah sprout/tumbuh disini maksudnya adalah ketika disemai pertama kali, kemungkinan tumbuhnya sangat tinggi dan waktu sproutnya sangat singkat (hanya 1 malam kadang sudah sprout).

Namun dengan catatan, benih selada yang disemai kualitasnya masih bagus atau belum masuk masa expired.

2. Pertumbuhannya tergolong cepat (antara 35-45 hari setelah semai)

Masa panen selada antara 35 sampai dengan 45 hari setelah semai atau tergantung selera/permintaan. Pertumbuhan dari hari ke hari terlihat sangat signifikan sehingga kita bisa mengamati perbedaannya.

3. Tahan terhadap hama.

Tingkat keberhasilan menanam selada bisa dibilang sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena gangguan hama hampir tidak ada dan perawatannya pun tidak begitu rumit.

Berbeda dengan tanaman oriental, hama sangat suka dengan tanaman seperti ini.

Yang menjadi tantangan dalam menanam selada adalah pemberian nutrisi dan sinar matahari yang cukup untuk tanaman.

4. Warna dan bentuknya membuat semangat untuk berkebun.

Selain dari point nomor 2 yaitu pertumbuhan cepat, bentuk dan warna selada sangat menarik untuk dilihat. Sehingga kita tidak akan bosan berkebun kalau melihat apa yang kita tanam bisa tumbuh dengan subur.

5. Banyak macam/varian dengan berbagai bentuk dan warnanya.

Di Indonesia, banyak sekali jenis selada. Perbedaan jenis tersebut terletak pada bentuk dan warnanya. Dari bentuk daunnya, ada yang biasa saja, ada yang keriting sekali, ada yang memanjang, atau bahkan ada yang crop seperti bunga.

Kalau dari warna, hanya ada 2 jenis warna yaitu hijau dan merah. Namun dari warna merah sendiri ada yang hanya semburat ada juga yang merah full.

Belum lagi untuk benih selada Import seperti Benih Rijk Zwaan atau sering disebut Benih Selada RZ, sampai tak terhitung jenis variannya.

JADI… Kapan mau mulai menanam selada?

[VIDEO] Mengintip Kebun Hidroponik Kiel’s Farm (Part 1)

0

Kali ini kita akan mengintip Proses pembuatan kebun Kiel’s Farm yang berada di daerah Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Kebun Kiel’s Farm ini termasuk kebun hidroponik skala besar yang ada di daerah Yogyakarta.

Sistem Hidroponik yang dipakai adalah sistem NFT dan jenis sayur yang ditanam nantinya adalah Selada.

Selain untuk produksi sayuran, kebun ini rencananya juga akan digunakan sebagai tempat belajar hidroponik dan kunjungan kebun bagi masyarakat sekitar maupun yang dari luar jogja.

Jadi bagi yang berencana ingin berbisnis di bidang hidroponik maupun yang hanya skala hobby, bisa mengunjungi kebun ini.

[VIDEO] Apa itu Sistem NFT? Simak Video ini…!

0

Dalam video ini ditampilkan contoh sistem NFT sederhana dan sesuai dengan Skema, mulai dari kemiringan, sirkulasi airnya dan contoh distribusi air nutrisinya.

Langsung saja, simak video nya:

 

[FAQ] Apakah Hidroponik termasuk Organik?

0

Pertanyaan:

Apakah sayuran hidroponik termasuk sayuran organik?

Jawaban:

Pertanyaan ini hampir ditanyakan setiap kali ada pertemuan atau pelatihan hidroponik, dan biasanya akan menjadi bahan obrolan bahkan perdebatan yang panjang.

Untuk jawaban kali ini, saya ambilkan dari artikel Pak Jati Widodo di salah satu blog nya yang membahas tentang hidroponik dan organik.

Berikut pembahasannya:

Saya sering menerima pertanyaan, “Apakah Hidroponik sama de
ngan organik?”

Karena unsur hara diserap oleh akar tanaman dalam bentuk anion dan kation, sementara pada media tanam Hidroponik tidak terdapat cadangan unsur hara maupun mikroorganisme pengurai, maka Hidroponik menggunakan nutrisi “siap serap” berupa senyawa ion.

Bila mengacu pada pemahaman umum bahwa “tanaman organik” adalah tanaman yang dibudidayakan menggunakan pupuk organik, maka tanaman yang mendapat nutrisi dari senyawa ion tidak bisa disebut sebagai tanaman organik.

Pertanyaan selanjutnya, “Apakah sehat?”. Maksudnya, apakah tanaman yang diberi nutrisi senyawa anorganik layak dikonsumsi, karena selama ini beredar anggapan diantara sebagian orang bahwa tanaman yang dibudidayakan secara organik “lebih sehat” dibanding yang mendapat nutrisi dari “pupuk kimia”.

Sebelum membahas lebih lanjut, saya ingin meluruskan penggunaan istilah “pupuk kimia”. Substansi organik juga terdiri dari unsur kimia, berarti juga merupakan “bahan kimia”. Oleh sebab itu untuk selanjutnya saya tidak akan lagi menggunakan istilah “pupuk kimia”, melainkan pupuk atau nutrisi anorganik.

Tanaman termasuk organisme autotroph, yaitu organisme yang memproduksi sendiri substansi organik sumber energinya dari substansi anorganik sederhana. Artinya, akar tanaman memang hanya mengambil substansi anorganik sederhana, yaitu kation dan anion, bukan substansi organik seperti yang selama ini kita bayangkan.

Substansi organik yang diberikan sebagai pupuk ternyata harus melewati proses panjang terlebih dahulu, diubah menjadi mineral – substansi anorganik, sebelum bisa diserap oleh tanaman melalui poses pertukaran ion.

Sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan unsur hara yang berasal dari substansi organik memiliki kualitas lebih baik ketimbang yang berasal dari material anorganik, atau sebaliknya, unsur hara yang berasal dari substansi anorganik menyebabkan tanaman menjadi tidak layak konsumsi.

Produk pertanian menjadi tidak layak konsumsi bukan akibat dari pupuk anorganik, melainkan karena ada residu pembasmi hama dan jamur yang masih tertinggal dalam jaringan setelah tanaman dipanen.

[FAQ] Masa Panen Sayuran Hidroponik dibanding Konvensional

2

Pertanyaan:

Apakah masa panen sayuran hidroponik lebih cepat dibandingkan dengan menanam di tanah?

Jawaban:

Hidroponik hanyalah sistem menanam atau cara budidaya tanaman. Jadi untuk masa panennya pun hampir sama.

Namun keunggulan hidroponik adalah pada pengaturan nutrisi yang bisa dibuat sedemikian rupa sehingga masa panen bisa dibuat lebih cepat atau lebih lambat.

Petani bisa mempercepat masa panen biasanya untuk mengejar produksi, dan memperlambat masa panen apabila harga di pasaran sedang jatuh.

[FAQ] Tanaman Apa Saja yang Bisa Ditanam Secara Hidroponik?

0

Pertanyaan:

Tanaman apa saja yang bisa ditanam secara Hidroponik?

Jawaban:

Pada dasarnya, semua jenis tanaman yang ada di dunia ini bisa ditanam secara hidroponik, mengingat bahwa hidroponik itu sendiri adalah sebuah sisten tanam.

Namun ada beberapa pertimbangan-pertimbangan yang mendasari apakah suatu tanaman akan ditanam menggunakan sistem hidroponik atau tidak.

Dari banyak pertimbangan-pertimbangan, diantaranya adalah:

1. Ekonomis

Apakah dengan ditanam menggunakan metode hidroponik akan lebih menghemat biaya produksi? Atau malah menjadi lebih mahal?

Pertimbangan ini digunakan untuk skala perkebunan, misalnya untuk Kacang Tanah, bisa saja menanamnya dengan metode hidroponik (aeroponik), namun biaya produksi akan jauh lebih mahal dibandingkan menanam di tanah.

Apalagi harga jual Kacang Tanah tergolong rendah, jadi antara biaya produksi dan harga jual tidak sebanding.

2. Ukuran

Ukuran dari tanaman juga menjadi pertimbangan tersendiri, misalnya pohon Kelapa, bisa saja ditanam menggunakan sistem hidroponik namun ukuran tanaman yang besar akan mempersulit penyediaan alat dan bahan yang sesuai dengan ukurannya.

3. Umur Tanaman

Kebanyakan tanaman yang ditanam menggunakan sistem hidroponik adalah tanaman yang masa panennya pendek.

4. Dan masih banyak faktor-faktor lain.

[FAQ] Jumlah Benih per Lubang Tanam

0
Pertanyaan:
Dalam setiap pot, bisa dikasih berapa benih tanaman?

Jawaban:
Sama seperti jarak tanam, untuk jumlah benih per lubang tanam tidak ada pathokan.
Untuk menentukan berapa maksimal jumlah benih per titik adalah dengan cara melihat ukuran tanaman ketika dewasa.

Misal, untuk kangkung karena ukurannya tinggi dan sempit, maka dalam 1 netpot bisa diisi maksimal 9 tanaman.

Namun untuk tanaman sawi/caisim, karena bentuknya melebar maka hanya bisa 1 tanaman per pot.

Hal ini untuk menghindari tanaman saling berdesak-desakan ketika sudah dewasa yang akan mengganggu pertumbuhan.