Pertanyaan: Berapa jarak tanam paling ideal untuk tanaman Hidroponik?
Jawab:
Jarak tanam atau jarak lubang untuk tanaman hidroponik tidak ada aturan bakunya.
Yang jadi pathokan untuk menentukan jarak tanam adalah lebar dari fisik tanaman/sayuran ketika sudah dewasa.
Misal, untuk tanaman Bayam, pertumbuhannya lebih ke atas atau tidak menyamping, dan lebar tanaman ketika sudah dewasa hanya sekitar 10-15 cm.
Maka jarak tanamnya pun bisa dibuat dengan jarak 15 cm antar lubang.
Berbeda dengan Selada, pertumbuhannya ke samping/melebar. Ketika dewasa, lebarnya bisa mencapai 20-25 cm.
Maka jarak tanam untuk selada adalah 20-25 cm antar lubang.
Begitu juga dengan jenis tanaman lain.
Tahukah anda… Sistem Hidroponik NFT adalah sistem hidroponik yang paling banyak dipakai untuk kebun hidroponik skala industri?
Sistem Hidroponik NFT dianggap sistem yang paling cocok untuk skala industri karena beberapa keunggulan dibandingkan sistem lain.
Sebelum kita membahas keunggulannya, ada baiknya kita bahas dulu apa itu Sistem Hidroponik NFT.
NFT merupakan kepanjangan dari Nutrient Film Technique , konsep dasar sistem ini adalah mengalirkan nutrisi hidroponik ke akar tanaman secara tipis (film). Tujuan dari pengaliran secara tipis ini adalah supaya akar tanaman bisa memperoleh asupan Air, Oksigen dan Nutrisi yang cukup.
Kebutuhan pokok dari sistem ini adalah Gully yang dipakai sebagai penopang netpot dan untuk mengalirkan air nutrisi, namun bisa diganti menggunakan talang air.
Dari gambar di atas, ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi dari sistem NFT:
Netpot langsung menyentuh dasar Gully/talang sehingga akar atau media tanam langsung teraliri air nutrisi.
Gully dipasang miring agar air nutrisi bisa mengalir secara terus menerus tanpa ada genangan di dalam gully. Kemiringan dari gully biasanya antara 5 – 10 derajat.
Air nutrisi dalam sistem NFT ini dialirkan terus menerus secara tipis dan tidak ada genangan air di dalam gully/talang dan ini adalah yang membedakan dengan sistem hidroponik yang lain.
Seperti yang sudah disampaikan di awal, bahwa sistem NFT ini paling banyak dipakai untuk skala perkebunan besar atau skala Industri karena sistem ini mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya adalah:
1. Pertumbuhan tanaman lebih cepat dibandingkan dengan sistem lain.
Hal yang paling utama yang menyebabkan pertumbuhan lebih cepat adalah kebutuhan akar tanaman akan Air, Nutrisi dan Oksigen tercukupi. Netpot dan media tanam yang langsung menyentuh ke dasar gully menyebabkan akar bisa langsung terkena aliran nutrisi.
Selain itu, dasar gully yang datar membuat akar lebih leluasa untuk menyebar sehingga penyerapan nutrisi bisa lebih maksimal.
2. Sangat mudah untuk mengontrol keadaan nutrisinya.
Kunci utama dalam hidroponik terletak pada nutrisinya, apabila pemberian dan pengaturan nutrisi bisa terkontrol maka proses pertumbuhannya akan sesuai dengan yang diinginkan. Kontrol nutrisi bisa dilakukan di bak penampungan atau di dalam gully sehingga bisa dipastikan apakah nutrisi terdistribusi dengan baik.
3. Resiko pengendapan kotoran di dalam gully sangat sedikit.
Seperti yang sudah disebutkan di awal bahwa air dialirkan secara terus menerus tanpa mengendap di dalam gully. Hal ini sangat menguntungkan karena kotoran ataupun residu nutrisi sangat sedikit sekali yang menempel pada gully.
4. Pertumbuhan tanaman bisa seragam
Nutrisi dan aliran air yang didapatkan masing-masing tanaman yang sama membuat pertumbuhan tanaman di semua bagian menjadi rata dan seragam.
Hal ini juga akan sangat menguntungkan, karena keseragaman ini membuat tanaman akan tumbuh secara optimal sehingga tidak ada tanaman lebih dominan yang dapat mengganggu tanaman yang lebih kecil.
Selain 4 kelebihan di atas, sistem hidroponik NFT memiliki beberapa kekurangan:
1. Sistem NFT sangat tergantung dengan listrik.
Air nutrisi harus selalu dialirkan atau disirkulasi ke gully, maka penggunaan pompa listrik harus terus dilakukan untuk memompa air nutrisi ke atas.
Berbeda dengan sistem lain yang ada genangan airnya, jika listrik mati maka tanaman akan kekurangan air dan nutrisi. Maka sistem ini sangat tidak cocok untuk daerah yang sering ada pemadaman listrik.
2. Penyebaran penyakit yang disebabkan oleh jamur pada air akan sangat cepat.
Air nutrisi yang disirkulasi akan membawa serta menyebarkan jamur ke masing-masing tanaman dengan cepat. Jadi ketika salah satu terkena jamur, akan menular ke tanaman yang lain dengan sangat cepat.
3. Investasi untuk pembuatan instalasi tergolong mahal.
Sistem hidroponik NFT ini mengharuskan memakai penopang/gully yang permukaan bawahnya rata. Harga gully untuk pembuatan instalasi ini masih tergolong mahal dan masih susah didapatkan.
Demikianlah kelebihan dan kekurangan sistem Hidroponik NFT atau Nutrient FIlm Technique, apabila ada tambahan atau kritik maupun saran, silakan kirim ke:
Menanam Seledri Hidroponik memang GAMPANG GAMPANG SUSAH.
Mungkin itu ungkapan yang cocok bagi anda yang sudah pernah menanam seledri mulai dari benih/seeds. Kegagalan paling banyak dialami bagi yang pertama kali adalah pada tahap persemaian, benih tidak tumbuh atau tidak “sprout”.
Apakah menanam seledri itu sulit? Jawabannya TIDAK.
Kuncinya ada pada tahap persemaian, apabila sudah berhasil pada tahap persemaian seledri bisa tumbuh dengan pesat dan maksimal. Bahkan anda bisa panen seledri berkali-kali ketika sudah melewati tahap panen.
Ingin tahu cara mudah menanam seledri hidroponik? Mari kita simak step by step nya:
Jaga agar rockwool/semaian tetap lembab, jangan sampai kekeringan. Anda bisa menyiram/menyemprot rockwool menggunakan air nutrisi hidroponik namun kepekatannya jangan terlalu tinggi (< 500 ppm)
TAHAP PINDAH TANAM
STEP 03
Apabila daun seledri sudah berjumlah 3 atau 4 daun, tanaman sudah bisa dipindahkan ke dalam sistem hidroponik.
Pisahkan masing-masing potongan rockwool berdasarkan garis yang sudah dibuat pada tahap persemaian. Letakkan potongan tersebut ke dalam netpot yang sudah dipasang pada instalasi hidroponik.
STEP 04
Masa tanam seledri adalah sekitar 2-3 bulan, tahap selanjutnya setelah pindah tanam adalah peremajaan. Pada tahap ini yang perlu diperhatikan adalah pemberian nutrisi yang dinaikkan kepekatannya secara bertahap.
Pada saat pindah tanam, kepekatan nutrisi yang diberikan adalah 800 ppm. Setelah itu bertahap dinaikkan sampai umur 2 bulan menjadi 1680 ppm.
PPM/Kepekatan nutrisi bisa dinaikkan setiap umur tanaman bertambah 1 minggu sebanyak 100 ppm.
TAHAP PANEN
STEP 05
Setelah tanaman berumur 3 bulan, seledri sudah bisa dipanen. Cara panen seledri bisa dengan cara dipotong batangnya atau ada juga yang mencabut secara keseluruhan.
Tanaman seledri akan bertunas secara terus menerus setelah dipanen dengan cara dipotong (tidak dicabut beserta akar), oleh sebab itu seledri dapat dikembangbiakkan dengan cara stek tunas.
Video ini adalah tutorial tentang cara mengembang biak seledri tanpa harus menyemai dari benih.
Yang perlu disiapkan adalah seledri yang sudah rimbun yang nantinya akan dipisahkan setiap tunasnya.
Dalam 1 tanaman seledri biasanya ada sekitar 10 tunas, jadi untuk 1 tanaman seledri bisa untuk membuat 10 tanaman seledri baru.
Hampir semua orang sudah pernah memakan daun mint, baik dalam bentuk daun mint asli maupun sudah dalam bentuk makanan lain. Daun Mint juga sering dipakai dalam berbagai minuman, bahkan ada jus yang bahan pokoknya adalah daun mint.
Jenis daun mint jumlahnya sangat banyak, namun yang paling populer adalah Peppermint, Spearmint dan Applemint.
Anda pernah mencoba menanam mint hidroponik?
Jika sudah pernah, bagaimana cara anda memulai menanamnya? Apakah mulai semai dari benih bijian?
Kali ini saya akan membahas cara menanam mint menggunakan cara Stek, jadi anda tidak perlu menyemai dari awal melainkan hanya dengan cara memotong bagian ujung daun mint lalu ditanam lagi.
Bagaimana detailnya? Mari kita simak penjelasannya, step by step:
STEP 01
Potong ujung batang tanaman mint kira-kira 10 cm dari ujung daun, potonglah pada bagian bawah ruas.
STEP 02
Siapkan media tanamnya, untuk praktek kali ini saya menggunakan media tanam rockwool. Selain praktis, rockwool bisa lebih lama menyimpan air daripada media tanam lain. Namun anda bisa mencoba dengan media tanam lain seperti cocopeat atau sekam bakar, yang penting dalam proses stek jangan sampai kekeringan.
Potong rockwool dengan ukuran maksimal 3 x 3 x 3 cm, boleh kurang dari ukuran tersebut tetapi jangan sampa terlalu kecil.
STEP 03
Tancapkan ruas batang mint ke dalam rockwool sedalam kira-kira 1 cm.
STEP 04
Masukkan rockwool ke dalam netpot, usahakan rockwool menyentuh dasar netpot agar bisa terkena air pada waktu pembesaran.
Note:
Tahap ini bisa diskip/dilewati karena ada alternatif lain yaitu dengan cara langsung menaruh rockwool ke dalam wadah pembesaran seperti pada step selanjutnya.
STEP 05
Letakkan semua netpot yang sudah berisi rockwool ke dalam wadah pembesaran.
Di bagian pojok bawah terlihat rockwool yang belum dimasukkan netpot adalah sebagai contoh apabila anda tidak memakai step sebelum ini.
STEP 06
Tuang air nutrisi ke dalam wadah pembesaran sampai setinggi kira-kira 0,5 cm, jaga agar selalu tergenang air dan tidak sampai kekeringan. Anda bisa menggunakan air nutrisi dengan kepekatan lebih dari 1000 ppm karena stek mint ini bisa dianggap sebagai tanaman yang sudah dewasa.
STEP 07
Dalam 10-15 hari akan mulai tumbuh akar pada ruas batang mint, apabila sudah mulai banyak dan panjang akarnya, maka mint sudah siap dipindahkan ke dalam sistem hidroponik.
Catatan Tambahan:
Pertumbuhan mint hidroponik sangat cepat, terkadang menggunakan netpot kecil tidak cukup dan harus berkali-kali dipangkas, begitu juga dengan akarnya, harus sering dipotong agar tidak menutupi saluran pengairan apabila anda menggunakan sistem NFT/DFT menggunakan pipa PVC.
Berikut ini contoh mint hidroponik menggunakan netpot berukuran 10 cm:
Demikian Step by Step 7 Langkan Stek Mint Hidroponik, apabila ada tambahan atau kritik maupun saran, silakan kirim ke:
WA: 085 838 335 000
LINE@: @hidroponikpedia (pakai @)
INSTAGRAM: @hidroponikpedia
Facebook: https://www.facebook.com/hidroponikpedia
Sayuran selada termasuk dalam jenis sayuran yang sangat mudah ditanam, selain masa tanam yang pendek, gangguan hama untuk tanaman ini juga hampir tidak ada. Gejala pada tanaman yang sering dialami ketika menanam selada adalah jamur pada akar yang menyebabkan tanaman layu, namun sangat jarang menemui hama serangga atau hama pada tanaman oriental.
Masa panen selada sekitar 45 – 50 HSS, tapi untuk membuat salad kali ini kita memakai selada yang masih baby atau belum cukup umur untuk panen. Hal ini bertujuan agar rasa selada tidak terlalu pahit dan lebih enak.
Berikut ini adalah tutorial membuat salad sayur sederhana dengan bahan dasar selada hijau dengan tambahan buah nanas dan tomat.
STEP 01
Panen selada dari kebun Anda.
Cuci selada sampai bersih.
Potong bagian akar yang juga terdapat rockwool.
STEP 02
Pisahkan bagian daun seladanya saja.
STEP 03
Siapkan pendukung salad lainnya, diantaranya: sosis, bawang bombay, tomat, peer, dan nanas.
STEP 04
Daun selada yang sudah dipisahkan dari batang dipotong/ dibuat menjadi kecil-kecil sesuai selera.
Bawang bombay dibersihkan dari kulitnya kemudian dipotong sesuai selera, TIDAK digoreng terlebih dahulu.
Tomat dicuci kemudian dipotong sesuai selera.
Nanas dibersihkan dari kulitnya, kemudian dicuci, dan dipotong sesuai selera.
Sosis dipotong menjadi bagian kecil-kecil sesuai selera, kemudian digoreng terlebih dahulu. Bisa juga direbus.
Buah peer bisa dikupas/ tidak dikupas kemudian dipotong juga sesuai selera.
Siapkan saus untuk dressing salad Anda.
STEP 05
Untuk takaran masing-masing bahan bisa disesuaikan dengan selera anda, tambahkan mayonaise diatasnya.
STEP 06
Aduk semua bahan, dan selada sudah siap disajikan dan dimakan.
STEP 07
Anda juga bisa menyajikan dalam bentuk lain seperti pada gambar di atas.
Demikian Step by Step Tutorial Membuat Salad Sederhana, apabila ada tambahan atau kritik maupun saran, silakan kirim ke:
WA: 085 838 335 000
LINE@: @hidroponikpedia (pakai @)
INSTAGRAM: @hidroponikpedia
Facebook: https://www.facebook.com/hidroponikpedia
Anda ingin berhidroponik dengan cara murah meriah?
Apakah anda ingin memanfaatkan barang bekas?
Setelah postingan saya dulu yang membahas tentang Cara Hemat Berhidroponik, sekarang saya ingin memberikan tutorial berhidroponik menggunakan barang bekas yaitu jerigen minyak goreng.
Jerigen bekas minyak goreng ternyata bisa dipakai untuk berhidroponik yaitu berfungsi sebagai bak atau wadah air nutrisi hidroponik. Jadi apabila ada jerigen bekas minyak yang sudah tidak terpakai, jangan dibuang karena bisa kita gunakan untuk menanam sayuran.
Namun yang harus jadi catatan penting, jika anda menggunakan jerigen bekas minyak, sebelum dipakai untuk menanam harus sudah benar-benar bersih dari minyak.
Sistem hidroponik yang digunakan adalah sistem wick, hampir sama dengan menggunakan bak air, namun untuk kali ini bak airnya diganti dengan jerigen. Jumlah lubangnya pun lebih sedikit karena luas dari jerigen bekas minyak 5 literan hanya bisa untuk memuat 4-5 titik tanam.
Sebelum melanjutkan membaca, ada baiknya Anda tonton dulu video di bawah ini:
Untuk lebih jelasnya, mari kita simak step by step cara Hidroponik Hemat menggunakan Jerigen Bekas:
STEP 01
Jarak antar titik kita sesuaikan dengan sayur apa yang akan kita tanam. Kalau untuk kangkung, bayam dan tanaman lain yang tumbuh ke atas, bisa dibuat lebih rapat (sekitar 7-10 cm).
Kali ini kita akan menanam sawi dan pakchoy, maka kita akan membuat 4 lubang pada jerigen, berilah tanda menggunakan pensil/bolpen untuk menandai titik mana yang akan dilubangi.
STEP 02
Lubangi jerigen sesuai dengan titik yang sudah kita buat dengan bor (menggunakan mata bor bulat). Jika tidak mempunyai bor, bisa menggunakan cutter yang dipanasi terlebih dahulu. Apabila ingin menanam menggunakan netpot diameter 5 cm, maka diameter lubang yang dibuat adalah 44 mm.
STEP 03
Bersihkan serabut-serabut pada garis lubang dan kotoran yang masuk ke dalam jerigen supaya tidak mengganggu pertumbuhan tanaman atau mengotori air nutrisi.
STEP 04
Isilah jerigen dengan air nutrisi hidroponik setengah dari tinggi jerigen, hal ini bertujuan untuk memberikan ruang oksigen ketika tanaman sudah dipindah. Kepekatan nutrisi yang dipakai adalah 800 ppm.
Pindahkan bibit sayuran yang sudah siap tanam ke dalam jerigen, caranya sama seperti pindah tanam di sistem hidroponik yang lain. Apabila belum tahu caranya, bisa buka artikel saya sebelumnya di: Cara Menanam Sawi/Caisim Hidroponik
STEP 05
Letakkan jerigen pada tempat yang cukup sinar matahari, apabila punya beberapa jerigen bisa dijajar menyamping.
Sebagai tambahan, jerigen bisa diwarnai gelap (pakai cat minyak) supaya matahari tidak menembus sampai dalam jerigen. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tumbuhnya lumut dalam jerigen dan tidak mengurangi kualitas nutrisi hidroponik.
Lakukan beberapa perawatan selama menunggu masa panen, diantaranya adalah:
Jaga agar bagian dalam jerigen tetap bersih, hilangkan lumut apabila sudah mulai tumbuh karena akan mengganggu proses pertumbuhan sayuran.
Naikkan PPM berdasarkan umur tanaman.
Apabila mulai muncul hama, segera dibersihkan agar tidak menular ke tanaman lain.
Sedangkan perawatan setelah panen adalah dengan cara membersihkan bagian dalam jerigen sampai benar-benar bersih agar siap untuk menanam sayuran lagi.
Note: Apabila anda ingin menggunakan jerigen untuk menanam lagi, setelah dibersihkan sebisa mungkin dikeringkan terlebih dahulu selama 2-3 hari sebelum pindah tanam.
Demikian Step by Step Hidroponik Hemat Menggunakan Jerigen Bekas,
Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.) adalah tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan ditanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar. Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair. (WIKIPEDIA)
1. Menanam Kangkung Sangat Mudah
Tidak perlu keahlian khusus untuk menanam jenis sayuran yang satu ini, tingkat kegagalannya sangat kecil. Untuk permasalahan hama juga tidak begitu banyak, tidak sesulit menanam Sawi dan sejenisnya.
Tingkat germinasi/kemampuan untuk tumbuh juga hampir 98% dan yang paling menyenangkan adalah kangkung tidak terlalu membutuhkan perlakuan atau perawatan yang rumit.
2. Masa Panen Pendek
Hal yang paling ditunggu-tunggu ketika kita menanam sayuran adalah Masa Panen. Kangkung memilika masa panen yang pendek yaitu sekitar 20 – 25 HSS, jika anda bisa mengatur jadwal tanam, anda bisa melakukan panen kangkung setiap hari.
Dan yang paling menyenangkan dari kangkung, bisa dipanen 2-3 kali dengan cara dipotong maka akan tumbuh lagi dan bisa dipanen lagi.
3. Dapat Dimasak Menjadi Berbagai Macam Masakan
Banyak sekali masakan dari kangkung, baik itu ditumis, plecing, bobor maupun dilalap. Selain itu kangkung juga bisa dicampur dengan berbagai tambahan seperti udang, tempe dll.
4. Banyak Manfaat dari Sayuran Kangkung
Kangkung memiliki kandungan gizi yang sangat banyak terutama yang terletak pada batang muda dan pucuknya. Di dalamnya terdapat Vitamin A, B1, C, K Protein, kalori, lemak, karbohidrat, mineral dan zat lain yang sangat penting bagi tubuh.
Ada mitos yang beredar di masyarakat umum jika kita memakan kangkung maka kita akan menjadi mudah ngantuk, namun mitos itu sampai sekarang belum bisa dibuktikan secara ilmiah.
Yang ada justru kangkung mempunyai banyak manfaat untuk tubuh kita apabila kita mengkonsumsinya. Antara lain adalah:
Mencegah Anemia
Meningkatkan Kualitas Otak
Menjaga Kesehatan Jantung
Mengurangi Kolesterol
Menjaga Sistem imun
dll
5. Warna Hijau Kangkung Membuat Anda Bersemangat untuk Berkebun
Ada saat ketika anda berkebun melihat tanaman yang pertumbuhannya kurang bagus, anda menjadi kurang bersemangat untuk berkebun.
Atau ketika anda menyemai benih sayuran yang lama tumbuhnya, membuat anda tidak sabar dan patah semangat.
Dengan adanya sayuran kangkung yang ada di kebun anda, bisa mengobati atau menambah semangat anda untuk berkebun.
Etiolasi adalah gejala pada tanaman dikarenakan kekurangan sinar matahari yang menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak seimbang. Etiolasi sering disebut juga dengan istilah KUTILANG (Kurus, Tinggi dan Langsing)
Kesalahan ini adalah kesalahan yang paling banyak terjadi ketika memulai berhidroponik. Banyak yang menganggap bahwa ketika menyemai tanaman terutama sayuran daun tidak membutuhkan sinar matahari full.
Sehingga ketika benih yang disemai sudah sprout (pecah benih) tidak dikenakan sinar matahari, tanaman akan tumbuh memanjang secara tidak normal karena kekurangan sinar matahari.
Menurut WIKIPEDIA, Etiolasi dikendalikan oleh hormon pertumbuhan auksin yang diproduksi di ujung titik pertumbuhan. Dengan keberadaan auksin, tumbuhan akan terus memanjang sampai titik ujung tumbuhan mendapatkan cahaya yang cukup untuk menghambat produksi auksin.
Berikut ini adalah contoh semai selada yang etiolasi atau kutilang:
Contoh semai Selada normal:
Ciri-ciri tanaman yang terkena gejala etiolasi adalah:
Batang memanjang dan biasanya berwarna putih/kuning.
Batangnya lemah
Daun akan sulit terbentuk, kalaupun ada akan berwarna pucat
Pentingnya Proses Penyemaian
Keberhasilan menanam hidroponik (terutama sayuran daun) sangat ditentukan pada proses penyemaian, karena apabila dalam proses ini sudah terkena gejala Kutilang, maka untuk pertumbuhan selanjutnya akan kurang baik. Hal ini disebabkan karena batang tanaman yang kurang kuat sehingga tidak kuat dan akan mudah roboh.
Etiolasi juga bisa terjadi ketika tanaman sudah pada masa pembesaran, hal ini juga disebabkan oleh kurangnya sinar matahari. Gejalanya adalah batang meninggi, jarak antar daun terlihat lebih renggang dari tanaman normal.
Berikut ini adalah contoh tanaman yang etiolasi pada tahap pembesaran:
Contoh Selada yang normal:
Cara Mengatasi Gejala Etiolasi
Pada proses penyemaian, begitu benih sudah pecah/sprout segera diletakkan di tempat yang full sinar matahari. Apabila menyemai tanaman sayuran, sebaiknya langsung dikenakan sinar matahari saja tidak perlu disimpan ditempat gelap karena benih sayuran daun lebih cepat sprout.
Apabila cuaca tidak mendukung (mendung) atau tidak ada tempat yang terkena sinar matahari full, maka bisa dibantu dengan lampu Grow Light.
Demikian artikel tentang Gejala Etiolasi Pada Tanaman Hidroponik, apabila ada tambahan atau kritik maupun saran, silakan kirim ke:
WA: 085 838 335 000
LINE@: @hidroponikpedia (pakai @)
INSTAGRAM: @hidroponikpedia
Facebook: https://www.facebook.com/hidroponikpedia