Home Blog Page 10

5 Penyebab Semaian Berjamur

Persemaian adalah kegiatan awal dalam budidaya tanaman yang berfungsi membuat biji atau benih untuk berkecambah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan persemaian benih, seperti memperhatikan faktor yang menyebabkan kegagalan saat semai. Faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan adalah jamur yang tumbuh dan berkembang dalam persemaian benih.

Jamur (cendawan) merupakan tumbuhan yang tidak memiliki klorofil dan memiliki sifat heterotrof yang tubuhnya terdiri dari benang hifa sehingga membentuk miselium. Jamur terbagi menjadi 2 yaitu jamur yang menguntungkan dan jamur yang merugikan. Jamur yang terdapat dalam semaian adalah jamur yang merugikan karena dapat menghambat perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit.

(Foto Kondisi Semaian yang terinfeksi jamur)

Terdapat beberapa penyebab jamur ada dalam semaian salah satunya adalah lingkungan semai. Jamur sangat cepat tumbuh dan berkembang dalam kondisi lingkungan yang lembab. Selain itu terdapat beberapa faktor lain jamur dapat tumbuh dan berkembang antara lain benih, air, media semai, cahaya dan peralatan. Untuk lebih jelasnya kami akan menjelaskan penyebab benih, air, media semai, cahaya dan peralatan bisa menjadi faktor keberadaan jamur dalam persemaian.

1. Benih

Benih dapat menjadi indikasi pertama semaian terinfeksi jamur. Hal ini dikarenakan benih yang digunakan sudah terinfeksi oleh jamur sehingga membuat semaian menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya jamur. Biasanya benih yang terinfeksi jamur adalah benih dari hasil tanam ulang sehingga kondisi benih kurang steril.

2. Air

Air merupakan faktor penting dalam semaian yang membantu benih dalam berkecambah. Tetapi, perlu diketahui bahwa jumlah air yang terlalu berlebih menyebabkan kondisi semaian terlalu lembab dan mengundang datangnya jamur pada semaian. Jamur menyukai kondisi yang lembab sehingga perlu diatur dan dikondisikan jumlah air untuk semaian.

3. Media Semai

Media semai adalah faktor selanjutnya yang dapat menjadi tempat berkembangnya jamur. Media yang kurang steril atau kondisi kurang bersih dapat menjadi tempat berkembangnya jamur. Hal ini biasanya terjadi karena media semai yang digunakan tidak hanya sekali pakai saja. Penggunaan media semai yang tidak sekali pakai dapat terindikasi jamur, apalagi media tidak dilakukan sterilisasi ulang.

4. Cahaya

Jumlah cahaya yang kurang pada saat semai membuat semaian dalam kondisi terlalu lembab sehingga dapat dengan mudah menjadi tempat berkembangnya jamur. Untuk itu, sebaiknya letakkan semaian pada tempat yang cukup cahaya atau sinar matahari agar kondisi semaian tidak lembab.

5. Peralatan Semai

Peralatan juga dapat menjadi faktor yang berpengaruh adanya jamur. Peralatan yang digunakan kembali jika tidak dibersihkan menyebabkan kondisi kotor dan tidak steril. Kondisi seperti ini menyebabkan jamur dapat berkembang dan menjadikan penghambat dalam persemaian.

Hal seperti ini dapat dilakukan pencegahan dengan cara membersihkan alat yang diperlukan untuk proses persemaian seperti mencuci tray, baki semai setelah selesai menggunakan. Jadi ketika akan digunakan kondisi peralatan sudah bersih dan steril.

Demikianlah penjelasan 5 penyebab semaian berjamur, semoga artikel ini bermanfaat. Jika anda memerlukan benih, nutrisi dan peralatan kebun silahkan SMS/WA 085838335000 atau kunjungi www.hidroponikpedia.com

Cara Menanam Basil Hidroponik

Halo para petani hidroponik!

Masih semangatkan untuk terus berhidroponik?

Ada cara nih untuk menambah semangat berhidroponik. Salah satu cara menambah semangat untuk berhidroponik dengan membuat kebun hidroponik kita menjadi nyaman sehingga kita bisa betah dan bersemangat untuk berkebun. Ya dengan menambah aroma yang harum di kebun akan lebih meningkatkan semangat untuk berkebun.

Memberikan aroma yang harum bukan berarti kita memberi pewangi di kebun loh. Tetapi dengan cara menanam tanaman yang dapat menghasilkan aroma yang harum. Tanaman yang dapat menghasilkan aroma harum adalah tanaman basil. Tanaman basil dapat ditanam dengan sistem hidroponik NFT, DFT, Wick ataupun Ducth Bucket.

Basil atau Ocimum basilicum adalah jenis sayuran daun yang memiliki aroma yang sedap serta harum. Sayuran ini sering kali digunakan sebagai bumbu pelengkap dalam memasak. Basil memiliki warna hijau sehingga mampu menambah warna hijau yang sedap dipandang mata saat berada di kebun.

Kali ini kami akan berbagi tips tentang menanam basil dengan menggunakan sistem hidroponik DFT. Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan berikut ini :

1. Pemilihan benih dan Persemaian

Pemilihan benih adalah kegiatan awal dalam budidaya, khususnya hidroponik yang digunakan untuk memulai persemaian. Benih yang digunakan untuk persemaian adalah benih yang memiliki kualitas daya tumbuh berkecambah yang baik.

Persemaian dimulai dengan menggunakan rockwool sebagai media tanam yang dipotong 2 cm dan melubangi dengan tusuk gigi. Setelah itu, memasukkan satu per satu benih per lubang tanam dan disiram menggunakan air biasa. Hasil semaian diletakkan pada tempat yang cukup cahaya atau sinar matahari.

Air merupakan faktor yang penting dalam proses perkecambahan, fungsinya untuk membantu benih untuk berkecambah. Air yang dibutuhkan untuk benih berkecambah dan tumbuh dapat dilihat saat kondisi media tanam terjaga kelembabannya. Air diberikan pada semaian saat pagi atau sore dengan cara dispay.

2. Pindah tanam

Pindah tanam dilakukan saat bibit basil sudah memiliki daun sejati atau lebih dari 2 daun. Bibit basil yang siap dilakukan pindah tanam saat bibit sudah memiliki daun berjumlah 4 daun.

(Foto bibit basil yang siap pindah tanam)

Bibit basil dipindahkan pada netpot yang sudah diberi kain flanel sebagai kapilaritas untuk membantu nutrisi agar terserap oleh akar tanaman. Pindah tanam basil dilakukan pada hidroponik sistem DFT dan dilakukan pada saat pagi atau sore dalam keadaan sejuk. Jarak tanam yang digunakan pada setiap netpot adalah 20 cm.

3. Pemberian nutrisi

Nutrisi adalah bagian yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nutrisi AB mix diaplikasikan pada tanaman basil dimulai saat pindah tanam bibit basil.

Bibit basil dapat diaplikasikan nutrisi AB Mix sekitar 600 ppm hingga 800 ppm. Setelah itu, basil yang sudah dewasa dapat ditambahkan lagi ke 1000 ppm hingga 1200 ppm. Untuk mendapatkan ketepatan ppm nutrisi dapat dicek menggunakan alat ukur kepekatan nutrisi yaitu TDS Meter.

4. Perawatan dan Pemeliharan

Pemeliharaan dan perawatan basil dapat dilakukan dengan cara monitoring setiap hari. Monitoring dapat dilakukan dengan cek nutrisi, cek pH, cek peralatan sistem, cek hama dan penyakit tanaman.

Cek nutrisi dapat dilakukan untuk mengetahui ppm yang terdapat di tandon dan nutrisi yang disirkulasikan masih sesuai atau tidak dengan kebutuhan tanaman. Hal yang sama juga dilakukan untuk pH air nutrisi dengan menggunakan alat ukur pH Meter. Cek peralatan dapat dilihat pada selang pembagi ada yang tersumbat atau tidak, kondisi tandon dan kondisi pipa atau gully yang digunakan sebagai sirkulasi aliran nutrisi.

Hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman basil dapat dilakukan pengendalian, jika penyerangan hama dan penyakit tanaman masih dalam skala kecil bisa langsung diambil agar tidak menular pada tanaman lainnya. Selain cara tersebut, bisa menggunakan pestisida organik dari extrak tanaman. Namun, jika penyerangan hama dan penyakit sudah besar dapat digunakan pestisida anorganik. Perlu diketahui bahwa penggunaan pestisida anorganik adalah sebagai alternatif pilihan terakhir.

5. Panen

Panen merupakan proses yang ditunggu dan akan menunjukkan hasil dari kegiatan budidaya. Umur panen tanaman basil hidroponik 6 sampai 8 minggu setelah tanam.

(Foto basil siap untuk dipanen)

Cara panen basil dapat dilakukan dengan merompes pada bagian daunnya dan dapat dilakukan panen berkali kali. Metode panen tanaman basil sama seperti tanaman kangkung dan tanaman bayam.

Demikianlah penjelasan singkat menanam basil dengan sistem hidroponik. Semoga bermanfaat.

Jika anda membutuhkan benih dengan kualitas baik, nutrisi atau peralatan berkebun silahkan SMS/WA 08583833500

5 Langkah Mudah Menanam Bunga Kol Sistem Hidroponik DFT

Apakah anda seorang pemula hidroponik?

Kalau anda pemula hidroponik anda diwajibkan untuk membaca artikel ini. Biasanya pemula hidroponik sering kali menanam sayuran hidroponik seperti kangkung, bayam, pakcoy, sawi caisim, selada atau sejenis sayuran daun lainya.

Kali ini kami akan membagikan tips menanam sayuran hidroponik yang pasti berbeda dengan yang lain. Ya, kami akan menjelaskan teknik menanam bunga kol secara hidroponik dengan menggunakan sistem DFT (Deep Flow Technique).

Bunga kol atau (Brassica oleracea) merupakan sayuran bunga yang memiliki bentuk hampir sama dengan brokoli, hanya warnanya saja yang membedakan. Bunga kol memiliki warna putih yang biasanya diolah menjadi sayur dalam penyajian makanan.

(Foto bunga kol menggunkan hidroponik sistem DFT (Deep Flow Technique))

Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Dalam hidroponik terdapat sistem yang sering digunakan yaitu Deep Flow Technique atau DFT yaitu sistem tanam yang menggunakan sirkulasi pada instalasi dengan membentuk genangan nutrisi.

Biasanya sistem DFT digunakan untuk tanam sayuran daun, kali ini kami akan menjelaskan bahwa sistem DFT juga dapat digunakan untuk sayuran bunga. Silahkan simak penjelasan tentang 5 langkah menanam bunga kol menggunakan sistem DFT.

1. Persemaian dan Pemilihan Media Tanam

Untuk memulai persemaian, silahkan pilih benih yang memiliki kualitas daya berkecambah dan daya tumbuh yang baik. Pilih media tanam rockwool karena mampu menyimpan dan menyerap air dengan baik sehingga cocok digunakan untuk persemaian. Lubangi media tanam dan isi satu lubang tanam dengan satu benih bunga kol. Setelah itu beri air hingga kebutuhan air dan kelembaban semaian terjaga.

2. Pindah tanam

Pindah tanam dilakukan ketika daun sejati sudah keluar sekitar 15- 20 hari setelah semai. Media tanam rockwool tidak perlu diganti, cukup ditambahkan media tanam pecahan genteng sebagai penguat ketika tanaman semakin besar. Jarak tanam per tanaman adalah 25 sampai 30 cm. Pindah tanam sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari saat kondisi teduh dan sejuk.

(Foto contoh pemasangan tali ajir pada bunga kol)

Tanaman bunga kol yang sudah mulai tumbuh dan berkembang, dapat dipasang tali ajir agar tanaman tidak roboh. Tali ajir dipasang pada bagian pipa DFT dan diikat pada bagian atas.

3. Pemberian nutrisi

Nutrisi yang diaplikasikan untuk bunga kol merupakan  nutrisi abmix khusus bunga. Nutrisi yang digunakan untuk pertama kali pindah tanam bisa menggunakan 700 sampai 800 ppm. Selanjutnya, tingkat ppm nutrisi bisa dinaikkan tergantung kondisi tanaman yang kira-kira 1700 hingga 2100 ppm.

(Foto pemberian nutrisi AB Mix khusus Bunga)

4. Perawatan dan Pemeliharaan

Perawatan dan pemeliharaan bunga kol dapat dilakukan dengan monitoring setiap hari. Bagian yang termasuk dalam monitoring adalah cek nutrisi, pH, hama, penyakit, suhu dan cek peralatan untuk sistem hidroponik.

(Foto pengecekan nutrisi)

Hama dan penyakit yang menyerang bunga kol dapat dilakukan pengendalian secara mekanik. Pengendalian menggunakan pestisida anorganik merupakan alternatif paling akhir jika hama dan penyakit sudah terjadi peledakan. Hama yang sering menyerang adalah ulat dan jamur yang menyebabkan bercak hitam.

5. Panen

(Foto bunga kol siap panen)

Umur panen bunga kol sekitar 2,5 sampai 3 bulan setelah pindah tanam. Bunga kol yang siap panen memiliki ciri-ciri bunga sudah mekar dengan sempurna serta ukuran yang maksimal dengan bentuk bunga mampat. Panen bunga kol sebaiknya di lakukan pada saat pagi hari atau sore hari.

Demikianlah langkah menanam bunga kol dengan menggunakan sistem hidroponik DFT. Jika anda membutuhkan benih dengan kualitas yang baik, nutrisi dan peralatan untuk berkebun silahkan bisa langsung SMS /WA 085838335000 

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Hidroponik DFT

Masih asingkah anda dengan DFT dalam hidroponik?

Tentunya tidak ya, karena DFT adalah sistem yang sudah banyak digunakan dan dipilih untuk kebun skala kecil (rumah, hobi) hingga skala industri.

Apakah anda sudah mengetahui tentang sistem hidroponik DFT?

Atau apakah anda sudah memahami apa itu sistem hidroponik DFT?

Bagaimana sistem DFT?

Dan apakah anda sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sistem hidroponik DFT?

Ya kali ini kami akan menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan sistem hidroponik DFT.

DFT atau Deep Flow Technique adalah salah satu sistem tanam dalam hidroponik yang menggunakan genangan pada instalasi dan menggunakan sirkulasi dengan aliran pelan. Sistem ini menggunakan listik sebagai penggerak pompa agar dapat dengan mudah mensirkulasi nutrsi ke seluruh akar tanaman.

DFT hampir sama dengan sistem NFT yaitu mensirkulasi namun, pada sistem ini instalasi yang digunakan tidak menggunakan kemiringan. Bentuk instalasi pada DFT datar sehingga dapat mempertahankan air nutrisi untuk menggenang. Ketinggian air nutrisi yang menggenang di dalam instalasi sekitar 4 – 6 cm. Tingginya air nutrisi dapat juga menggunakan ukuran ¼ dari pipa yang digunakan.

(Foto budidaya mentimun jepang menggunakan sistem hidroponik Deep Flow Technique).

Jenis tanaman yang dapat ditanam menggunakan sistem ini bermacam-macam, mulai dari sayuran daun, sayuran buah dan bunga. Sayuran daun yang biasa ditanam menggunakan sistem ini seperti selada, pakcoy, kangkung, sawi, basil, seledri dll. Sayuran buah yang biasanya menggunakan sistem DFT seperti mentimun, melon, semangka dan untuk bunga adalah bunga kol.

Kelebihan dari DFT ini adalah :

  1. DFT membutuhkan listrik 24 jam atau bisa kurang dari 24 jam
  2. Saat listrik padam tanaman masih bisa dalam kondisi aman karena ada genangan nutrisi.
  3. Pertumbuhan lebih optimal karena unsur hara nutrisi lebih tercukupi.
  4. Tanaman yang menggunakan sistem DFT memiliki umur panen yang lebih cepat.
  5. Hasil panen tanaman dapat lebih seragam.
  6. Perawatan dan pemeliharaan lebih mudah.

Kekurangan sistem DFT ini adalah :

  1. Tanaman dapat kekurangan oksigen terlarut sehingga membuat pertumbuhan tanaman terganggu.
  2. Resiko busuk pada akar tanaman karena jumlah air yang terlalu banyak.
  3. Dapat terjadi endapan pada pipa menyebabkan banyak masalah yang timbul.
  4. Lebih banyak memerlukan nutrisi
  5. Tanaman yang terkena virus, jamur, hama dan penyakit akan tersebar dengan cepat.

Jadi, itulah kelebihan dan kekurangan sistem hidroponik DFT, semoga bermanfaat.

5 Kunci Keberhasilan dalam Semai

Anda sering punya masalah dalam menyemai benih hidroponik?
Atau gagal dalam proses persemaian Hidroponik?

Ya itu memang masalah yang sering terjadi dalam kegiatan budidaya, sehingga banyak yang bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab kegagalan itu muncul dan bagaimana mengatasi hal seperti itu. Kali ini kami akan mengulas tentang 5 faktor penting yang wajib diperhatikan dalam proses persemaian.

Semai atau persemaian adalah kegiatan paling awal yang harus dilakukan dalam budidaya tanaman. Persemaian adalah proses menumbuhkan benih untuk berkecambah sehingga menjadi bibit untuk siap ditanam dalam proses tanam selanjutnya. Dalam hidroponik ada beberapa tahapan kegiatan yang dapat dilakukan untuk memulai persemaian. Yuk simak penjelasan berikut ini:

1. Kualitas dan Pemilihan Benih

Benih adalah bagian utama dalam persemaian dan pokok dalam budidaya karena sebagai penentu hasil. Tetapi, benih dapat menjadi faktor yang akan menimbulkan masalah dalam proses persemaian. Kenapa? karena masing-masing benih memiliki kualitas dalam berkecambah, sehingga perlu dilakukan uji daya perkecambahan benih.

Sebelum memilih benih yang akan digunakan untuk menyemai, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Benih yang dipilih untuk semai harus memiliki kualitas daya berkecambah yang baik dan tahan penyakit. Untuk mengetahui daya kualitas benih dapat dilakukan dengan metode sederhana.

Metode sederhana dapat dilakukan dengan merendam benih menggunakan air bersih dan tunggu sekitar 10 sampai 15 menit. Setelah itu, benih yang berada dalam kondisi tetap tenggelam dapat digunakan dan memiliki daya perkecemabahan yang lebih baik dibandingkan benih yang berada dalam kondisi terapung diatas.

Selain itu, jumlah benih yang disemai pada media semai juga menjadi hal yang wajib diperhatikan. Misalnya, untuk benih pakcoy, selada dapat menggunakan satu benih perlubang tanam atau benih kangkung, bayam dapat menggunakan lebih dari satu perlubang tanam.

2. Pemilihan Media Semai

Tempat tumbuh dan berkembangnya semaian merupakan sesuatu yang harus diperhatikan dengan serius. Media semai merupakan media yang digunakan untuk benih tumbuh dan berkembang, termasuk juga pada persemaian. Pemilihan media semai menjadi salah satu faktor untuk mendukung dalam keberhasilan persemaian.

Media untuk persemaian khususnya hidroponik harus dalam keadaan bersih, steril dan mampu menyimpan air dengan baik. Kondisi bersih dan steril ini wajib agar tidak menghambat proses benih dalam berkecambah.

Misalnya pada media semai cocopeat, sebelum penggunaan cocopeat harus dilakukan sterilisasi dengan cara dicuci atau direndam air bersih dan dijemur dibawah sinar matahari. Fungsinya untuk menghilangkan zat tanin yang dapat menghambat proses pertumbuhan. Selain bersih dan steril, media harus mampu menyerap, menyimpan dan mengikat air dengan baik. Hal ini karena air menjadi hal penting dalam persemaian dan untuk menjaga kelemababan kondisi semaian.

3. Kebutuhan Air

Air merupakan faktor penting dalam persemaian karena untuk menjaga kelembaban dan mendukung proses perkecambahan benih. Kegagalan dalam persemaian terjadi karena saat proses perkecambahan air yang diberikan kurang sesuai dengan kebutuhan.

Jumlah air yang terlalu sedikit membuat benih kering dan tidak dapat berkecambah dengan baik dan jika jumlah air terlalu banyak dapat menjadikan benih menjadi busuk dan tidak dapat berkecambah.

Jadi, untuk menghindari kegagalan saat persemaian air dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan atau dapat dikira-kira dengan media semai yang tetap dalam kondisi lembab. Selain itu, air juga dapat diberikan pada pagi atau sore hari dengan cara dispray pada bagian daun,

4. Kebutuhan Cahaya

Banyak sekali pertanyaan tentang kegagalan dalam persemian karena masih bingung persemaian seharusnya ditempatkan pada tempat gelap atau tempat yang penuh cahaya. Selain itu, tak sedikit pula yang berbagi pengalaman tentang kegagalan persemaian karena ditempatkan pada kondisi gelap.

Cahaya merupakan faktor terpenting dalam fotosintesis untuk tumbuh dan berkembang tanaman, begitupun untuk proses persemaian. Fotosintesis, proses dimana tanaman memasak makanan yang membutuhkan cahaya, air dan CO2.

Semaian harus mendapatkan cahaya yang cukup untuk proses perkecambahan benih. Efek negatif yang didapatkan jika semaian kurang cahaya adalah benih sulit berkecambah, lambat berkecambah dan dapat terjadi etiolasi. Ciri dari terjadinya etiolasi adalah dengan memanjangnya batang namun tidak diikuti dengan pertumbuhan daun.

Untuk menghindari kegagalan seperti ini, alangkah baiknya kita memastikan bahwa cahaya untuk persemaian cukup. Saat persemaian hindari semaian berada pada tempat yang gelap atau kondisi gelap.

5. Kebersihan

Kebersihan tempat persemaian adalah sesuatu yang wajib dilakukan untuk mendapatkan hasil semaian yang baik. Menjaga kebersihan berfungsi untuk menekan dan menghindari adanya jamur, bakteri dan virus yang dapat menghambat proses perkecambahan.

Hal wajib yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan adalah dengan menggunakan wadah untuk semaian dan peralatan menyemai dalam kondisi bersih. Misalnya, setelah menggunakan nampan atau tray semai segera dicuci dan dibersihkan agar saat digunakan kembali dalam kondisi bersih.

Demikian info tentang 5 faktor yang harus diperhatikan untuk menghindari kegagalan dalam persemaian. Selamat mempraktikkan dan semoga semaian anda selanjutnya berhasil.

7 Macam Sayuran yang Paling Mudah Ditanam Menggunakan Metode Hidroponik

Anda suka dengan tanaman dan akan memulai berhidroponik?

Bingung memilih sayuran daun apa yang cocok untuk hidroponik pemula?

Tenang! Kami akan membagikan informasi yang bisa dijadikan rekomendasi sebagai 7 sayuran daun yang cocok untuk hidroponik pemula. Yuk simak info 7 sayuran daun yang cocok untuk hidroponik pemula.

Sebelum melanjutkan membaca, silakan support Channel Youtube kami dengan cara Subscribe tombol di bawah ini agar kami bisa terus Upload Video Tutorial Hidroponik

1.KANGKUNG

Apakah anda salah satu orang yang menginginkan warna hijau segar dikebun hidroponik anda? Yuk simak pilih sayuran daun yang satu ini. Kangkung (Ipomoea aquatica) merupakan tanaman yang tergolong sayuran daun yang banyak dibudidayakan. Kangkung memiliki warna hijau segar sehingga banyak dipilih oleh masyarakat dan cocok dibudidayakan sebagai tanaman hidroponik karena memiliki kelebihan.

Kangkung memiliki umur panen yang pendek sekitar 15 sampai 25 hari setelah semai dan dapat dipanen hingga 3 kali panen. Kangkung mudah untuk dibudidayakan dari persemaian, pembibitan, pemberian nutrisi, pemeliharaan hingga panen. Persemaian kangkung dapat dilakukan dengan disebar sehingga sangatlah mudah dan gampang.

Pengolahan pasca panen kangkung dapat diolah dalam bentuk rebusan, tumis ataupun masakan lainnya.  Kangkung memiliki rasa yang renyah, segar dan berwarna hijau segar. Warna hijau segar membuat kebun lebih segar dan dapat menambah semangat saat berada dikebun.

Manfaat kangkung dari segi kesehatan antara lain mencegah anemia, meningkatkan kualitas otak, menjaga kesehatan jantung, mengurangi kolestrol dan menjaga sistem imun.

2. BAYAM 

Bayam? anda pernah mendengar tentang sayuran bayam? sayuran daun yang identik dengan tokoh kartun terkenal Popeye, dimana setelah mengkonsumsi bayam Popeye akan memiliki kemampuan yang luar biasa.

Bayam (Amarathus spp.) menjadi menarik dan direkomendasikan menjadi sayuran daun untuk berhidroponik. Berikut beberapa alasan kenapa harus bayam yang dapat ditanam dengan sistem hidroponik terutama untuk pemula hidroponik.

a. Bayam sama seperti kangkung, memiliki umur semai hingga panen yang pendek sekitar 15 sampai 25 hari setelah semai serta dapat dipanen rompes hingga 3 kali panen.

b. Bayam sangat mudah sekali untuk dibudidayakan dari persemaian, pembibitan, pemberian nutrisi, pemeliharaan hingga panen. Saat persemaian bayam dapat dilakukan disebar, cukup mudahkan.

c. Bayam memiliki warna yang sangat menarik seperti hijau, merah dan belang. Daya tarik warna ini dapat menjadi pilihan untuk menanam bayam.

d. Bayam memiliki rasa yang enak, nikmat, mudah pengolahan dan mengandung gizi yang cukup tinggi sehingga sering menjadi pilihan dalam budidaya.

e. Bayam bermanfaat melawan sel kanker, mencegah diabetes, mencegah anemia, menjaga kesehatan mata, meningkatkan kekebalan tubuh dan cocok dikonsumsi sebagai makanan diet.

Bagaimana? apakah anda sudah berminat menanam bayam?

3. SAWI CHAISIM 

Sawi chaisim (Brassica juncea) merupakan sayuran yang sering dipilih sebagai pelengkap dalam memasak, karena menambah cita rasa dan penampilan yang lebih menarik. Biasanya sayuran hijau yang satu ini dimasak menjadi tumis dan pelengkap dalam bakso dan mie.

Selain untuk bahan olahan masakan sayuran sawi juga bermanfaat untuk mencegah sel kanker, menyehatkan tulang, sebagai antioksidan dan cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes. Sawi chaisim mengandung vitamin A, B, C, E, K, karbohidrat, protein dan lemak baik.

Sawi chaisim memiliki warna hijau segar, rasa nikmat dan batang yang kuat. Budidaya sawi chaisim cukup mudah karena dapat ditanam di dataran tinggi hingga rendah.

Direkomendasikan menjadi tanaman sayuran yang dapat ditanam dalam hidroponik untuk pemula karena selain sistem budidaya yang mudah, umur panen juga cepat. Umur panen secara hidroponik sekitar 25 sampai 35 hari setelah semai. Perawatan dan pemeliharaannya juga cukup mudah dan cocok digunakan untuk pemula hidroponik.

4. PAKCOY 

Pakcoy (Brassica rapa) kelompok tanaman sawi-sawian yang memiliki bentuk lucu. Bentuk yang pendek pada tangkai daunnya dan agak membulat sehingga sering disebut dengan istilah sawi sendok. Pakcoy memiliki rasa sedikit pahit dibandingkan dengan sawi chaisim dan bentuk yang berbeda.

Pakcoy memiliki bebeapa jenis warna seperti warna hijau, putih dan merah dengan bentuk yang pendek membulat mampu menjadi alasan untuk ada di kebun hidroponik anda. Umur panen pakcoy hidroponik yang pendek sekitar 25 sampai 35 hari setelah semai menjadi semangat untuk membudidayakannya. Perawatan dan pemeliharan pakcoy hidroponik sangat mudah, sama seperti sawi chaisim.

Pengolahan pasca panen juga terbilang mudah, karena dapat diolah menjadi masakan tumis, pelengkap bakso, mie dan dapat dikonsumsi dengan direbus saja. Mengkonsumsi pakcoy dapat mencegah sel kanker, menurunkan kolestrol darah, melancarkan sistem pencernaan, sumber antioksidan, menambah kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan jantung. Jadi sudah siapkah anda menanam pakcoy?

5. SELADA 

(Lactuca sativa L.) atau selada, salah satu sayuran daun yang sudah tidak asing lagi. Selada dapat dikonsumsi secara mentah dan segar atau dapat diolah menjadi menu masakan lain. Mengkonsumsi selada dapat sebagai obat bagi penderita diabetes, menyeimbangkan gula darah, menambah darah, mencegah sariawan, mengatasi insomnia, menjaga daya tahan tubuh  dan dapat dijadikan sebagai menu diet.

Sayuran daun yang satu ini direkomendasikan sebagai sayuran yang ditanam secara hidroponik terutama untuk pemula. Ada beberapa jenis selada yang cocok untuk dibudidayakan antara lain selada hijau, selada keriting, selada merah dan selada romain.

Selada dapat ditanam di dataran tinggi hingga dataran rendah dan memiliki umur panen yang lebih cepat dengan menggunakan hidroponik. Umur panen selada hidroponik 30-35 hari setelah semai dan perawatan serta pemeliharaannya juga lebih mudah.

Menggunakan sistem hidroponik dapat menambahkan ketertarikan karena selada yang dipanen akan lebih bersih dan sehat. Selain itu, hasil panen seladaakan lebih seragam. Jadi, kapan anda akan menjadikan selada menjadi salah satu sayuran daun yang menghiasi kebun anda?

6. BASIL 

Anda suka dengan aroma yang segar dan nikmat? ya pilihan sayuran daun selanjutnya daun basil. Basil adalah jenis sayuran daun yang memiliki aroma yang sedap sehingga dapat menjadi rekomendasi untuk anda berhidroponik.

Selain itu, ada beberapa alasan basil dapat dijadikan sayuran daun yang dapat ditanam secara hidroponik antara lain:

  1. Basil memiliki warna hijau segar sehingga mampu menambah kebun menjadi lebih menarik.
  2. Basil memiliki aroma yang khas yang hampir sama dengan tanaman kemangi, aroma daun basil segar dan harum.
  3. Menggunakan sistem hidroponik basil memiliki umur panen yang lebih cepat dibandingkan dengan menanam secara konvensional. Umur panen basil hidroponik sekitar 6 hingga 8 minggu dan cara perawatan dan pemeliharaannya cukup mudah.
  4. Basil dapat diolah dengan cara yang dibuat garnis atau masakan lainnya karena didalam sayuran basil mengandung vitamin A, B,C, D, K asam Folat dan minyak astiri.
  5. Daun basil dapat dijadikan sebagai sayuran obat juga karena dapat sebagai anti bakteri, menjaga kesehatan jantung dan menjaga daya tahan tubuh.

Itulah beberapa alasan basil dapat dijadikan sebagai sayuran daun yang ditanamdikebun hidroponik terutama pemula. Jadi, sudah siapkan ada mengisi kebun anda dengan aroma khas dari basil?

7. SELEDRI 

Setelah mengulas tentang beberapa sayuran daun yang dapat dijadikan sayuran yang dapat diolah menjadi masakan utama. Kini kita akan mengulas tanaman yang dapat ditanam dikebun hidroponik anda, tapi yang akan dimanfaatkan sebagai penyedap, pelengkap dan bumbu dalam masakan. Ya seledri atau (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun yang banyak digunakan dan dikonsumsi oleh masyarakat, seperti untuk pelengkap dalam sup.

Seledri yang ditanam dengan sistem hidroponik memiliki umur panen 6 sampai 8 minggu setelah semai yang tentunya lebih cepat dibandingkan dengan sistem konvensional. Pemeliharaan seledri hidroponik lebih mudah, gampang dan dapat panen secara rompes hingga 3 sampai 4 kali.

Selain untuk memasak, seledri juga dimanfaatkan sebagai obat untuk penderita rambut rontok. Jadi, seledri dapat menjadi tanaman yang menjadi olahan masakan dan sekaligus menjadi obat herbal dan murah.

 

5 Macam Sistem Hidroponik

Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuhnya. Tahukah anda bahwa ada apa saja macam sistem hidroponik. Yuk simak penjelasan sistem hidroponik sebagai berikut:

1. Hidroponik Sistem NFT

Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan sistem sirkulasi nutrisi. NFT mensirkulasi aliran nutrisi tipis atau serupa dengan film. NFT bertujuan agar tanaman mendapatkan nutrisi, air dan oksigen secara bersamaan. NFT efisien karena penggunaan aplikasi air dan nutrisi yang bersamaan dapat menghemat tenaga kerja dan waktu.

Sistem NFT harus menggunakan listrik untuk pompa air yang berfungsi untuk sirkuasi nutrisi. Air dan nutrisi dipompa ke seluruh bagian akar tanaman dan dialirkan kembali ke tandon dan disirkulasi kembali ke akar tanaman. Nutrisi disirkulasikan 24 jam penuh agar tanaman tidak kekurangan unsur hara. Kekurangan unsur hara menyebabkan tanaman mengalami defisiensi unsur hara yang dapat menurunkan produktifitas tanaman.

Kebutuhan utama NFT adalah instalasi untuk sirkulasi nutrisi dan sistem tanam. Pompa dan tandon dalam sistem NFT harus disesuaikan dengan jumlah tanaman yang ditanam. Instalasi NFT menggunakan kemiringan antara 1-5 derajat yang berfungsi mempermudah pergerakan sirkulasi air nutrisi.

Kelebihan NFT antara lain pertumbuhan tanaman lebih baik, lebih cepat, tanaman lebih seragam karena sirkulasi air dan nutrisi tercukupi, serta oksigen yang cukup menambah pertumbuhan yang optimal. Sirkulasi nutrisi dan air menyebabkan kecilnya terjadinya endapan nutrisi, residu dan kotoran yang mengakibatkan tanaman mengalami stres dan toksistas.

Sistem NFT menggunakan instalasi horisontal dan vertikal, namun lebih dominan menggunakan instalasi horisontal. instalasi horisontal untuk mempermudah tanaman menangkap cahaya lebih banyak. Kebutuhan cahaya yang tercukupi mampu membuat tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik. Sehingga, dalam budidaya hidroponik sistem NFT lebih banyak dipilih dan digunakan.

Selain kelebihan, kekurangan NFT antara lain modal awal pembuatan instalasi relatif cukup mahal, menggunakan listrik secara 24 jam dan penyebaran hama dan penyakit yang dapat terjadi secara merata.  Saat terjadi listrik padam tanaman akan cepat layu, terutama pada saat siang hari. Hal ini dapat ditanggulangi dengan cara selalu rutin melakukan montoring hama, penyakit, listrik dan nutrisi.

2. Hidroponik Sistem DFT

DFT (Deep Flow Technique) adalah sistem hidroponik yang mensirkulasi air dan nutrisi dengan menggunakan metode genangan. Sirkulasi DFT dari tandon ke seluruh akar tanaman dikembalikan lagi ketandon untuk disirkukasikan lagi ke akar tanaman. Genangan ini bertujuan untuk membuat akar tanaman terendam air dan nutrisi sehingga  tanaman mendapatkan kebutuhan unsur hara dengan baik.

Genangan air dan nutrisi ini memiliki ketinggian sekitar 4 – 5 cm. Genangan yang terlalu tinggi menyebabkan akar tanaman dapat mengalami pembusukan akar dan dapat membuat tumbuhnya jamur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Nutrisi yang disirkulasikan harus selalu diihat agar tidak jenuh dan mengendapan. Nutrisi yang mengendap dapat menjadi toksin yang menyebabkan tanaman menjadi toksisitas.

Sirkulasi DFT menggunakan listrik sebagai penggerak pompa nutrisi untuk mensirkulasikan keseluruh akar tanaman. Tergenangnya air dan nutrisi dapat sebagai penyelamat tanaman ketika terjadi listrik padam. Saat listrik padam tanaman masih mendapatkan kebutuhan air dan nutrisi.  Berbeda dengan sistem NFT yang menggunakan metode kemiringan, instalasi DFT ini dibuat dengan keadaan sejajar. Hal ini berfungsi agar dapat mempertahankan nutrisi dalam kondisi tergenang.

DFT menggunakan instalasi horisontal atau vertikal, tetapi yang sering diaplikasikan adalah dengan vertikal sehingga dapat menambah jumlah populasi tanaman, lebih efisien dan menghemat tempat serta dapat diaplikasikan dilahan yang sempit. Pembuatan instalasi vertikal harus diperhatikan agar kebutuhan cahaya tercukupi, karena instalasi vertikal yang salah dapat menimbulkan terjadinya naungan satu tanaman dengan tanaman lainnya.

3. Hidroponik sistem sumbu

Hidroponik sistem sumbu (wick system) adalah sistem hidroponik yang paling sederhana. Dikatakan sederhana karena wick system tidak perlu menggunakan instalasi dan listrik dalam budidaya. Sistem sumbu dapat dipraktikkan pada skala rumahan atau hobi karena menggunakan alat dan bahan yang cukup mudah untuk didapatkan.  Wick system menggunakan kapilaritas dengan kain flanel untuk membantu nutrisi diserap ke akar tanaman.

Kelebihan wick system adalah mudah diaplikasikan, murah dan hemat biaya. Namun, kekurangan wick system adalah harus sering dilakukan pengadukan dan pergantian nutrisi sehingga tidak hemat tenaga. Selain itu, tanaman sering kali mengalami kurangnya oksigen yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

4. Hidroponik Rakit Apung

Rakit apung merupakan sistem hidroponik yang dikategorikan sederhana dan mudah untuk diaplikasikan. Rakit apung dapat dijadikan sebagai hidroponik skala kecil (rumahan) atau hobi hingga skala besar  (industri). Sistem sederhana karena memerlukan alat dan bahan yang mudah diperoleh. Cara pembuatannya terbilang sangat mudah dan dapat dibuat dengan biaya yang lebih murah.

Rakit apung menggunakan metode yang hampir sama dengan metode wick system karena tidak melakukan sirkulasi nutrisi. Sistem ini, akar langsung menyerap nutrisi tanpa menggunakan kain flanel. Sehingga jumlah nutrisi mengikuti sistem pergerakan panjang akar tanaman.

Kebutuhan yang digunakan untuk rakit apung meliputi sterefoam, tandon nutrisi dan netpot. Rakit apung terbilang sederhana karena sistem ini dapat menggunakan listrik atau tidak. Listrik yang digunakan hanya untuk penggerak aerator untuk penambahan oksigen dan ketika listrik padam tidak akan mengganggu sistem pertumbuhan tanaman. Rakit apung dalam skala besar dapat memproduksi tanaman dengan cukup baik.

5. Hidroponik Dutch Bucket

Dutch Bucket adalah metode yang sering digunakan untuk budidaya dengan jenis tanaman yang memiliki akar tunggang. Tanaman yang dapat dibudidayakan menggunakan metode ini adalah melon, cabai, paprika dan tomat. Sistem ini menggunakan metode nutrisi yang terserap langsung oleh akar tanaman dan sisanya akan dibawa ke tandon untuk disirkulasikan kembali. Dutch Bucket dapat menggunakan media tanam padat untuk berkembangnya akar. Media padat yang sering digunakan adalah arang sekam, cocopeat, coccogrow, hidroton, pecahan batu bata dll.

Kebutuhan nutrisi disistem ini menggunakan irigasi tetes, nutrisi langsung dari bagian atas yang dialirkan kearah bawah sehingga dapat diterima akar dengan baik. Nutrisi ini diambil dari tandon yang dialirkan lewat pipa dan didistribusikan ke tanaman menggunakan selang dengan metode tetes.  Jadi, pada sistem ini yang diperlukan adalah ember, pipa, pompa, selang, tandon dan media tanam padat. Dutch Bucket cukup mudah untuk digunakan dan menggunakan listrik. Untuk mengatur jumlah kebutuhan nutrisi dapat menggunakan timer. Kebutuhan oksigen yang akan didapatkan sistem ini akan tercukupi dengan optimal.

Kelebihan sistem ini adalah tanaman mendapatkan nutrisi sesuai dengan kebutuhannya, lebih flexibel dapat digunakan pada skala kecil dan skala besar, tanaman lebih optimal pertumbuhannya dan mudah diaplikasikan. Namun, kekurangan dutch bucket yakni penggunaan media tanam padat akan dapat menyumbat sistem sirkulasinya.

Inilah 5 Media Tanam Hidroponik yang Paling Sering Dipakai

Media tanam hidroponik adalah bagian terpenting dari kegiatan budidaya hidroponik karena sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman. Menjadi hal yang terpenting media tanam harus dipilih dengan benar dan tepat karena banyak sekali pilihan media yang bisa digunakan. Media yang digunakan untuk hidroponik harus dalam keadaan steril.

Macam media tanam hidroponik bermacam-macam dan memiliki keunggulan masing-masing. Berikut 5 macam media tanam yang direkomendasikan untuk hidroponik:

1. ROCKWOOL

Rockwool merupakan salah satu media tanam yang paling banyak menjadi pilihan untuk berhidroponik. Media ini menjadi pilihan petani hidroponik karena memiliki kelebihan yang menarik.

Kelebihan rockwool seperti mampu menyerap dan menyimpan air dengan baik. Rockwool diproduksi oleh pabrik yang berasal dari batuan yang dileburkan sehingga menjadikan media tanam ini steril. Media rockwool hanya bisa digunakan sekali pakai saja.

2. ARANG SEKAM

Arang sekam atau sekam bakar merupakan media tanam hidroponik yang sering digunakan oleh petani hidroponik. Media yang satu ini berasal dari kulit sekam padi sehingga menjadikan harganya yang terjangkau dan mudah untuk didapatkan.

Sekam  dibuat dengan proses pembakaran sehingga kandungan zat yang berbahaya untuk tanaman sudah hilang. Sifat arang sekam ini ringan, steril dan dapat memberikan sirkulasi untuk sistem perakaran. Arang sekam dapat digunakan hingga 3 kali pemakaian, sehingga jelas lebih hemat.

3. COCOPEAT

Cocopeat merupakan salah satu media tanam yang sudah tidak asing lagi di hidroponik. Media ini berasal dari sabut kelapa yang memiliki kemampuan menyimpan air yang cukup baik. Cocopeat mampu menyimpan air dan nutrisi dengan baik sehingga mencukupi kebutuhan air dan nutrisi tanaman. Sebelum menggunakan cocopeat sebagai media tanam, cocopeat harus dicuci dan dijemur agar kandungan zat tanin hilang. Sehingga dapat menjadikan cocopeat sebagai media tanam yang steril.

Selain itu, cocopeat juga mudah didapatkan dengan harga terjangkau. Media ini dapat digunakan untuk beberapa kali tanam. Sehingga jelas media ini sudah banyak dikenali dan menjadi pilihan untuk berhidroponik.

4. COCOGROW

Setelah mengenali media rockwool, arang sekam dan cocopeat, kini ada media tanam lain yakni cocogrow. Cocogrow adalah media tanam yang berasal dari gabungan dari cocopeat dan arang sekam. Biasanya, untuk pembuatan cocogrow dapat menggunakan perbandingan 1 : 1 cocopeat dan arang sekam.

Jelas sekali media tanam ini juga dipilih, karena memiliki keunggulan dari gabungan kedua media tanam tersebut. Cocogrow mampu menahan dan mengikat air dan nutrisi dengan baik.

5. HIDROTON

Media tanam di hidroponik sudah banyak yang mengenal dan mencobanya, tapi ada salah satu media  tanam yang baru yang akan kita kenalkan. Hidroton ? iya hidroton sebagai media tanam baru dan masih banyak yang belom memahami tentang hidroton.

Hidroton adalah salah satu media tanam yang berasal dari tanah liat yang dipanaskan dengan suhu lebih dari 1000 derajat celcius.  Hidroton merupakan media tanam yang sangat praktis dan mudah dalam penggunaannya. Selain itu, hidroton mampu memberikan sirkulasi udara yang baik. Hidroton memiliki kondisi pH netral, lebih bersih dan steril. Hidroton cocok digunakan untuk tanaman yang memiliki akar tunggang.

Cara Menanam Pakcoy Hidroponik

0

Dalam video ini, kami sampaikan tutorial perawatan tanaman pakchoy setelah pindah tanam dari tahap persemaian.

Untuk Tahap semai dan pindah tanam serta cara pembuatan sistem sudah ada dalam tutorial sebelumnya.

Cara Menanam Bayam Hidroponik

Anda ingin menanam bayam menggunakan metode hidroponik?
Ingin menggunakan sistem yang paling sederhana?

Dalam video ini, kami sampaikan tentang cara menanam Bayam menggunakan metode atau sistem hidroponik yang sederhana. Yaitu menggunakan Ember dan Bakul bekas.

Peralatan yang perlu disiapkan adalah:
1. Bakul Nasi bekas
2. Ember dengan lebar mulut sama dengan lebar bakul
3. Kain flanel.

setelah semua peralatan ditata seperti dalam video, untuk perawatannya adalah sebagai berikut:

1. Pada waktu tahap persemaian (antara 1 – 7 hari) air yang digunakan adalah air biasa atau belum menggunakan air nutrisi ab mix.

2. Pada tahap persemaian, tinggi air adalah sebatas dasar bakul atau menyentuh kain flanel. Namun ketika akar bayam sudah memanjang, silakan kurangi levelnya supaya ada rongga/jarak antara dasar bakul dengan permukaan air.

3. Setelah Bayam berdaun lebih dari 3 (sekitar 7 hari setelah semai), tambahkan Nutrisi AB Mix ke dalam air. Jika mempunyai alat ukur, kepekatannya adalah 800 ppm atau setara dengan perbandingan 5 ml A : 5 ml B : 1 liter air.

4. Untuk tahap perawatan, cek setiap 2/3 hari Volume air dan Kepekatannya, apabila berkurang maka ditambahi menggunakan air nutrisi AB Mix.

5. Bayam bisa dipanen sekitar umur 20-30 hari tergantung kebutuhan/selera kita.

Demikianlah tutorial dari kami, semoga bermanfaat dan silakan Share Video ini ke teman serta keluarga dekat anda.

Terima Kasih.

==========================================

Jangan lupa Subscribe Channel ini: https://hdrpnk.com/sbsytb

Follow Us:
Instagram: http://instagram.com/hidroponikpedia
Twitter: http://twitter.com/hidroponikpedia
Website: https://hidroponikpedia.com
Google+ : https://plus.google.com/+HIDROPONIKPEDIA

Cara Membuat Hidroponik dari Jerigen Bekas

Pada Video kali ini saya akan berbagi tentang Cara Membuat Hidroponik menggunakan barang bekas yaitu Jerigen.

Jerigen yang dipakai adalah ukuran 5 liter bekas minyak goreng, namun sebelum dipakai untuk menanam, sebaiknya dibersihkan supaya tidak ada minyak yang tertinggal.

Langkah-langkah pembuatannya:
1. Tandai jerigen yang akan dilubangi menggunakan spidol.

Note:
– Lebar lubang menyesuaikan dengan pot/netpot yang dipakai.
– jarang antar lubang menyesuaikan dengan apa yang akan ditanam.

2. Lubangi bagian atas jerigen menggunakan bor listrik atau kawat yang dipanaskan.
Untuk tutorial melubanginya sudah ada dalam video sebelumnya:

3. Setelah dilubangi, jerigen sudah siap dipakai untuk pindah tanam dari tahap semai ke pembesaran.

Note:
Jerigen sebaiknya anda cat menggunakan warna gelap untuk menghalangi sinar matahari masuk ke dalam jerigen yang bisa menyebabkan tumbuhnya lumut.
Selain itu, bisa mempercantik tampilan apabila dicat menggunakan warna-warna yang menarik.

4. Tuangkan air nutrisi ke dalam jerigen (setengah dari tinggi jerigen)

5. Pindahkan tanaman yang sudah siap untuk dipindah tanam.

Anda juga bisa membaca artikel lengkapnya disini:

Hidroponik Hemat Menggunakan Jerigen Bekas

==========================================

Jangan lupa Subscribe Channel ini: https://hdrpnk.com/sbsytb

Follow Us:
Instagram: http://instagram.com/hidroponikpedia
Twitter: http://twitter.com/hidroponikpedia
Website: https://hidroponikpedia.com
Google+ : https://plus.google.com/+HIDROPONIKPEDIA

Tutorial Membuat Sistem Hidroponik Sederhana

Anda ingin membuat hidroponik yang sederhana?
Ingin memanfaatkan barang bekas?

Pada video kali ini, saya akan berbagi tentang cara membuat sistem hidroponik sederhana menggunakan barang bekas yaitu Box Buah bekas.
Sistem hidroponik yang digunakan adalah sistem Wick.

Ingin tau lebih jelasnya? Simak video ini sampai selesai…!


==========================================

Jangan lupa Subscribe Channel ini: https://hdrpnk.com/sbsytb

Follow Us:
Instagram: http://instagram.com/hidroponikpedia
Twitter: http://twitter.com/hidroponikpedia
Website: https://hidroponikpedia.com
Google+ : https://plus.google.com/+HIDROPONIKPEDIA